Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
ngobrol


__ADS_3

saat sedang asik memasak Arini mendengar langkah kaki yang mendekat kearahnya,dia membalikkan badan


" kamu siapa?" tanya Bagas papi Naura


" Ari-ni om" jawab Arini yang memang tau kalau itu papinya Naura karena foto keluarga mereka terpampang jelas di ruang tamu dan keluarga tetapi untuk bertatap muka secara langsung memang belum pernah


"kenapa disini?" tanya Bagas lagi


" saya sedang masak om,karena bik Sumi di bawa oma kerumah tante Rindu" ucapnya menunduk


" Naura kemana?"


" sedang tidur om"


" kamu yang menemani Naura di rumah"


Rini hanya mengangguk tanpa melihat Bagas


Bagas melirik masakan Arini membuat cacing diperutnya meronta minta di isi


kriuk.....


kriuk.....


" om lapar?" tanya Arini lembut


" iya..." jawab Bagas malu


" duduk disana om,biar saya siapkan" ucap Arini


Arini menyiapkan nasi dan lauk serta teh hangat tawar untuk Bagas..


" ayo di makan om" tawar Arini lalu hendak beranjak pergi

__ADS_1


" kamu mau kemana?"


" kekamar dulu om"


" disini saja,temani saya makan sekalian saya mau tanya-tanya kamu" ucap Bagas


Arini duduk berhadapan dengan Bagas,dia hanya menunduk tidak berani menatap Bagas sedikitpun


Bagas makan dengan lahap,ntah masakan Arini enak atau memang dia yang lapar.. tidak berapa lama Bagas selesai dengan makannya


" kamu sudah lama berteman dengan Naura?" tanya Bagas membuka pembicaraan


" sudah om,sejak SMP saya sudah mengenal Naura,kira-kira sudah hampir enam tahun kami bersahabat" jelas Arini


" cukup lama ya,jadi sudah tau lah sifat manja dan pemalas nya Naura" ucap Bagas tersenyum mengingat sifat anak perempuan nya itu


" iya om,tapi dibalik semua itu Naura punya sisi baik dan pengiba terhadap orang lain,sehingga saya nyaman berteman dengannya" jawab Arini


" berarti kamu termasuk orang yang sabar menyikapi Naura sehingga kalian cukup awet berteman" puji Bagas


Bagas mengangguk mengerti dengan penjelasan Arini


" orang tua mu kerja apa?"


" hanya buruh biasa om,ibu penjual kue keliling" jawab Arini sopan


" berarti Naura tidak pilih-pilih dalam berteman...!!"


" itu lah yang saya katakan tadi ada sisi baik dan pengiba nya sehingga saya nyaman berteman dengan nya"


" kalian satu kelas?"


Arini hanya mengangguk tanpa mengeluarkan suara

__ADS_1


" kamu harus lebih extra lagi kesabarannya,Naura anak broken home...dia sangat membutuhkan kasih sayang,saya tidak pernah melarang nya berteman dengan siapapun selagi itu berpengaruh positif bagi dirinya" terang Bagas


" saya mengerti om,saya akan berusaha membuat Naura menjadi pribadi yang lebih baik" ucap Arini


" terimakasih...saya masuk dulu,mau mandi sudah gerah karena perjalanan dari Jakarta kesini tadi cukup macet" Bagas melangkahkan kaki nya ke atas


Arini membersihkan meja makan dan mencuci piring yang kotor bekas masak nya tadi..


jam menunjukan pukul enam, Arini segera naik keatas untuk membangun kan Naura


" Ra....bangus sudah mau magrib..." ucap Arini sambil menggoyangkan lengan Naura


" ora apik turu magrib (tidak baik tidur magrib)." lanjut nya


" hmmm..." Naura hanya ber dehem


" jangan bangunin nya pake bahasa itu,gue gak ngerti" ucap Naura yang memang tidak mengerti bahas jawa,dia tinggal di solo ini setelah papi dan mami nya bercerai sebelumnya mereka tinggal di jakarta tetapi karena oma nya tidak mau di ajak pindah ke Jakarta dan tidak ada yang mengasuh Naura akhirnya bagas memilih memindahkan pusat kantornya di solo..


Arini tergelak mendengar protes Naura


" ra...papi kamu udah pulang..." lapor Arini


" kok bisa? katanya paling lama tiga hari"


" mana aku tau,emangnya aku istrinya" protes Arini


" memangnya kamu mau sama papi aku yang udah tua" jawab Naura


" heheheh......bercanda kali ra,mandi gih bau" ujar Arini bercanda sambil menutup hidungnya


Naura mencium sisi kanan dan kiri lengannya tapi tidak mencium bau sama sekali


Arini tersenyum berlari keluar kamar

__ADS_1


" Arini Estian Putri........" pekik Naura menyebut nama panjang Arini kesal merasa di bohongi sahabatnya ini...


__ADS_2