Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
membeli rumah


__ADS_3

disisi lain Sinta sedang mengamuk karena usahanya menabrakan diri pada mobil Arkan sia-sia


"sial....percuma saja aku sudah mengikuti nya dan menabrakan diri tetapi tetap saja membuat ku tidak bisa mengambil kembali hatinya" umpat Sinta


" kenapa Arya bodoh itu tidak bisa memperkosa nya...!! aku harus bisa masuk di kehidupan Arkan menyingkirkan wanita itu dengan cara apapun" gerutunya


****


Hari ini Arkan berangkat kekantor pagi-pagi karena ada meeting penting tentang proyek yang dia jalan kan sebulan ini...


" pagi sekali Kan,Naura mana?" tanya Bagas saat melihat Arkan duduk di meja makan sendiri


" iya pih,aku ada meeting pagi,Naura masih tidur pih, sudah subuh tadi dia muntah-muntah jadi sekarang lagi istirahat" jawab Arkan


" papi dengar proyek mu berjalan lancar?"


" Alhamdulillah pih,mungkin rezeky calon anak kami"

__ADS_1


" kamu mau membeli rumah Kan?" tanya Bagas langsung


" iya pih,,sesudah anak kami lahir aku ingin pindah dari Apartemen"


" kebetulan tiga rumah dari sini mau di jual,tetapi tidak begitu besar,kalau kamu mau bisa melihat-lihat dulu,kalau memang tertarik baru di bayar" ucap Bagas sambil meneguk teh nya


" boleh pih,libur weekend kita lihat pih,tapi jangan beritahu pada Naura pih aku mau beri kejutan untuk dia" jelas Arkan


" baiklah,,,nanti papi temani kamu" ujar Bagas menepuk pundak Arkan dan pergi menuju kamar untuk bersiap ke kantor


***


" terimakasih pa" ujar Arkan


" bagaimana kabar menantu ku,ajak lah kerumah mama mu sudah merindukan kalian"


" iya pa,Naura saat ini sedang sibuk kuliah,bila sudah ada waktu senggang kami akan main kesana" jelas Arkan

__ADS_1


" jadi uang mu ini akan kamu belikan apa? mobil Baru?" tanya papa Arkan


" tidak pa mobil ku masih bagus dan mobil Naura juga ada,,aku ingin membeli kan Naura rumah pa,tadi papi bilang ada rumah yang tidka begitu jauh dari rumah nya,pikirku kalau memang cocok akan aku ambil,biar Naura juga tidak terlalu kesepian pih jadi aku pikir berdekatan dengan rumah papi tidak masalah" jelas Arkan


" papa dan mama tidak keberatan kan?" tanya Arkan


" hahaha...tentu tidak nak,kami mendukung semua keputusan mu,toh kamu yang menjalani rumah tangga kalian,kami hanya orang tua,ingin yang terbaik untuk anak nya, hanya saja sesekali menginap lah di tempat kami" ujar Pak Surya


" iya pih,pasti....aku hanya saja takut mama merasa tidak adil karena aku saat ini tinggal di rumah papi Naura"


" rasa sedih di tinggal anak nya pasti ada,tetapi mama mu juga mengerti kalau anak lelaki besar tanggungjawab nya,dan Anak perempuan biarpun sudah menikah tetapi masih tetap menjadi milik keluarga nya,dia tidak akan bisa terlepas dari bayangan keluarga nya,itu lumrah...dulu mama mu juga begitu bahkan kamu dulu nya hanya mau pada oma sebelah mama mu, sedang kan pada nenek bagian papa hanya mau bermain disaat ada mama dan papa untuk di tinggal kamu tidak akan mau" ingat pak Surya pada mendiang orang tua nya


" syukurlah kalau papa dan mama mengerti aku hanya tidak ingin Naura merasa tertekan menikah dengan ku,aku ingin sebisa mungkin membuat nya bahagia karena aku memang mencintai nya pa" aku Arkan


" papa bangga pada mu kan,saat ini kamu jauh lebih dewasa,ini juga resiko karena hanya memiliki satu Anak,,dan pelajaran untuk mu,kalau bisa beri kami cucu banyak agar tak menjadi rebutan" ucap Pak Surya terkekeh


" do'a kan saja pa semua nya lancar" selesai dengan obrolan antara ayah dan Anak ini mereka melanjutkan pekerjaannya masing-masing....

__ADS_1


__ADS_2