Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
curhatan Naura


__ADS_3

setelah dokter memeriksa Arini dan memberikan resep obat yang harus di minum di rumah mereka di izinkan untuk pulang tetapi Arini belum bisa beraktifitas seperti biasanya karena masih harus beristirahat dulu...


Naura dan oma datang menjemput mereka,Bu Surti dan Pak Bastian juga turut hadir menjemput Arini


mereka pulang bersama kerumah


" jangan bandel nduk,ikuti apa kata suami mu" berbagai nasehat di ucapkan bu Surti saat mereka sudah di rumah


" iya bu,,," ucap Arini patuh


" oma maaf kalau Arini merepotkan kalian ya,maklum lah Arini masih remaja jadi harus di beritahu dulu,tetapi Arini anak nya patuh kok nggak neko-neko" ucap Bu Surti pada oma


" kamu sangat beruntung Arini bisa masuk pada keluarga kami bu Surti Arini bisa membawa diri,dan yang terpenting Naura menyukainya,jarang ada remaja seperti Arini yang bisa berbaur dengan Anak sambungnya,tapi Arini bisa,saya pun sebagai mertua merasa sangat bahagia dengan perlakuan Arini" jelas Oma panjang lebar


" terimakasih bu,sudah menerima Arini, syukur kah kalau Arini bisa menempatkan diri ya sebagai istri dan menantu yang baik" ujar Bu Surti


" oma minggu depan kami akan kesana.." ucap Naura pada Bu Surti


" oh ya,,,boleh...boleh ...kita masak bersama ya,oma tunggu "


" ya,Tami dan Intan juga akan kesana,kalau Papi mengizinkan Arkan juga mau ikut" jelas Naura yang mendapat lirikan oleh Bagas


hari semakin sore Bu Surti dan Pak Bastian pamit untuk pulang


" nggak nginep di sini saja Bu?" tawar Bagas


" lain kali saja nak,Radit tidak ada yang jaga ini saja di titip main sama tetangga sebelah" jelas Bu Surti

__ADS_1


" iya...lain kali kami kesini lagi,kalau nggak kalian yang nginap di rumah" usul Pak Bastian


" susah yah,mas Bagas kerjaan nya numpuk,ini saja sudah tiga hari nggak masuk kantor karena menunggu Arini di rumah sakit" jawab Arini


" tapi minggu ini saya usahakan main kesana yah" jawab Bagas cepat tidak ingin di katakan menantu durhaka sudah mengambil anak nya malah melupakan orang tuanya


" hehehe...santai saja gas,kalau memang belum bisa tidak usah di paksa,ayah ngerti kok kesibukan mu,ayah titip Arini ya, hati-hati dengan ibu hamil soalnya sering marah-marah"ucap pak Bastian sedikit berbisik


" hahaha...ayah bisa saja,do'a kan saja ibu hamil yang ini tidak" ucap Bagas menyalami mertuanya


mereka mengantarkan Bu Surti dan pak Bastian sampai kedepan pintu rumah


" sayang,,ayo minum susu nya" ucap Bagas mengajak Arini ke dapur


Bagas membuat kan Arini susu hamil rasa coklat,kemaren Bagas minta Oma membelikan berbagai macam varian rasa susu hamil agar Arini tidak merasa bosan dengan satu rasa..


" ayo kita kekamar istirahat dulu" kali ini Bagas menuntun Arini ke arah kamar mereka


tok..


tok...


"masuk..." jawab Bagas


Terlihat Naura membuka pintu kamar


" kenapa ra?" tanya Bagas

__ADS_1


" pih,Bunda mana?"


" ada di dalam kenapa?"


" ada yang mau di tanya,urusan perempuan" ucap Naura berjalan ke arah ranjang Arini


Naura membisikan sesuatu pada Arini membuat Arini menyuruh Bagas keluar


" pih,,keluar dulu gih,aku lagi mau cerita sama Naura" ucap Arini


" apa salahnya aku dengar,cerita saja" ujar Bagas cuek malah memilih membaringkan tubuh nya di ranjang


" pih....pinjam dulu bundanya" pekik Naura kesal


" pih...ngalah sebentar kenapa sih??" ucap Arini mulai kesal


" hmmm,,,, cerita aja,,papi nggak dengar" Bagas pura-pura menutup mata


Arini kesal lalu berbisik pada Bagas


" pih,,,nanti malam aku di atas,sekarang keluar dulu" bisik Arini


mata Bagas membuka sempurna dengan senyum sumringah Bagas bangkit


" janji ya yank" ucap Bagas memberi jari kelingking nya


" janji" jawab Arini lantang

__ADS_1


Bagas segera keluar menuju kamar tamu,dia memilih beristirahat di sana...


Arini menggelengkan kepala melihat tingkah suaminya ini,bujukan Bagas tidak jauh-jauh dari itu.....


__ADS_2