
" hmmmm....lelah ya kak" ucap Tami yang hari ini sangat bahagia bisa melepaskan beban nya sesaat...
" ya...mandi gih,,nanti kakak buat kan kamu coklat hangat" ujar Vino
" kok kakak yang buat, seharusnya aku,kan aku perempuan,jadi harus tau urusan dapur"
" kali ini kakak saja kalau sudah bersama baru kamu" goda Vino mencubit gemas hidung Tami dan masuk kedalam kamar
"Beb....." panggil Rangga lirih yang dari tadi memang mencari Tami tetapi tidak menemukan nya
" ponsel kamu kenapa mati?" tanya Rangga
" sengaja,,hari ini aku ingin jalan-jalan dengan bebas ngga" sahut Tami
" kenapa panggilan mu berubah Tam?" tanya Rangga heran
" hanya mulai membiasakan kan diri saja agar tak berharap pada yang tidak pasti" jawab Tami
" Tam...kamu kenapa?"
" kenapa kamu tanya, seharusnya nya pertanyaan itu untuk mu ngga,kalau kamu sudah mulai bosan pada ku lepaskan,aku bukan barang yang bisa kamu gantung sesuka hati dan kamu pakai saat kamu butuh...aku punya perasaan ngga,,aku manusia bukan Robot" pekik Tami emosi
" Tam...kita bisa bicarakan ini baik-baik,ingat Tam sebentar lagi kita akan Tunangan" ucap Rangga memegang tangan Tami
Vino yang hendak masuk kedalam kamar mengurungkan niatnya karena mendengar pekikan Tami,untung saja Oma dan para pengasuh sedang bermain di belakang Villa sehingga tak mendengarkan perdebatan mereka,Rombongan Arini belum pulang
" tunangan????begini cara calon Tunangan memperlakukan pasangan nya" ucap Tami menepis tangan Rangga
__ADS_1
" Tam ..aku mau kamu bicara di mana letak salah ku,agar aku tau?"
" kamu amnesia atau memang sedang berakting Ngga,,aku memang wanita lemah yang bisa menyelesaikan masalah dengan tangisan,tapi kamu bukan wanita bodoh yang tak mengerti apa-apa,aku masih bisa melihat dan masih bisa mendengar,satu lagi masih bisa merasakan tulus dan tak tulus nya orang mencintai ku" tekan Tami lalu masuk kedalam kamar
" Tam....aku mau jelaskan semua nya" pekik Rangga tapi tak di hiraukan oleh Tami
sesudah mengantar kan Dinda belanja Rangga mencari Tami,ada rasa bersalah di diri nya dan merindukan ocehan ceria Tami yang sudah beberapa hari ini tak di dengarnya...
" aargggg.......apa Tami tau hubungan ku dan Dinda" batin Rangga
Vino yang sudah melihat Tami masuk kedalam kamar segera bangkit dan masuk kedalam kamarnya...
Tami melihat Dinda duduk di sudut Ranjang,sudah dapat di pastikan oleh Tami kalau Dinda mendengar pertengkaran mereka
Tami segera mandi dan berganti pakaian,dia keluar dari kamar itu karena terlalu malas melihat wajah Dinda....
tidak di pungkiri oleh Tami kalau dia orang ketiga yang hadir di tengah-tengah hubungan Rangga dan Dinda tapi dia merasa Rangga terlalu pengecut untuk menentukan hati nya...
"kakak sedang apa?" tanya Tami
" membuatkan mu coklat hangat, marah-marah telah menguras energi mu"
" kakak mendengar nya?" tanya Tami
" tak sengaja,suara mu terlalu keras,untung oma sedang tak ada,,," ucap Vino
__ADS_1
" sudah aku katakan hari ini lepas kan semua nya,kenapa masih emosi?" tanya Vino
" dia yang memulai,aku tak ingin membahas nya,hari ini aku ingin melepaskan semua status ku,tapi tiba-tiba dia datang mencari ku"
" benarkah,bila ada lelaki yang mendekati mu berarti bukan masalah,karena tak di miliki siapa pun?"
" tergantung.....bila membuat ku nyaman apa salah nya" jawab Tami singkat
" apa kurang nyaman dengan ku" tanya Vino mendekat kan wajah nya pada Tami membuat Tami refleks memejamkan matanya
" hmmmm" deheman keras dari Intan yang tak sengaja masuk kedapur karena ingin menaruh belanjaan nya
" sudah pulang ntan?" tanya Tami gugup dan salah tingkah
begitu juga dengan Vino yang seperti orang tertangkap basah,pasalnya dulu intan pernah memperingati nya jangan mendekati Tami karena takut mengganggu hubungan Tami dan Rangga, tapi kali ini situsnya berbeda Rangga yang mengkhianati Tami,hanya saja Vino belum tau kalau Tami sudah bercerita pada Intan....
" maaf mengganggu kalian" goda Intan
" tidak masalah...hanya sedang membahas masalah biasa saja" sanggah Tami cepat agar Intan jangan salah paham karena dia belum bercerita kalau beberapa hari ini sudah bersahabat dengan Vino
" lanjutkan...aku mau mandi dulu..gerah.....oh ya,satu pesan ku, selesai kan dulu masalah yang ada,baru go publik" sindir Intan yang tak di mengerti oleh Tami
Bram juga ikut berjalan kearah Dapur membawa beberapa belanjaan yang di borong Intan tadi
__ADS_1
" kak,,apa maksud Intan?" tanya Tami
" ntah aku juga tak mengerti,tanya kan langsung saja pada nyonya itu" ucap Vino tersenyum