Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
Kematian karin


__ADS_3

semua sudah bersiap hari ini untuk pulang,, barang-barang mereka sudah di keluarkan dari kamar masing-masing...


semua nya berdiri di luar Villa menunggu jemputan...


" semoga pulang dari sini Intan cepat hamil, walaupun aku tak ingin dia terbebani tetapi aku tetap berdo'a pada mu tuhan" batin Bram melihat kearah Villa


" Liburan singkat sangat bermakna,,semoga tahun depan bisa kesini lagi untuk honeymoon kedua" batin Arkan


" Semoga kamu cepat tumbuh di rahim bunda dan bisa menemani kakak Daffa" Batin Bagas menoleh pada perut Arini


" aku tak pernah menyesali Liburan ini,di sini aku tau rasanya patah hati.... mencintai tak harus memiliki...semoga pulang dari sini aku bisa segera move on" Batin Tami


" kalau memang kau bukan jodoh ku,,akan aku lepaskan.....tapi aku ingin kau sendiri yang memilih" batin Adinda


" Liburan berkesan,,semoga setelah ini tak ada lagi air mata.... tempat ini membuat mu menangis dan tempat ini membuat mu tertawa...aku janji akan membawa mu kesini lagi dengan status yang berbeda" ucap Vino pada dirinya.....


mereka semua masuk kedalam mobil dan meninggalkan Bali dengan penuh sejuta Cerita...


****


Sampai di bandara mereka pulang kerumah masing-masing,Naura dan Arkan pun langsung pulang ke rumah nya...


" pih,,dari tadi ponselnya bunyi terus" ucap Arini pada Bagas saat mereka bangun dari tidur siang nya


Bagas menarik ponselnya dan melihat panggilan dari kantor polisi dan Bagas menghubungi kembali...


" kenapa pih?" tanya Arini saat Bagas sudah menutup ponselnya

__ADS_1


" pembunuh Karin sudah tertangkap bun,,,"


" siapa pih?" tanya Arini penasaran


" pak Roby orang yang kita lihat tempo hari bersama nya saat di mall tapi polisi belum menjelaskan motif nya" jelas Bagas


" boleh aku ke kantor polisi bun? tidak lama"


" ya,,,tapi magrib sudah di rumah ya pi" ujar Arini dan di angguki Bagas


Bagas segera berdiri dan masuk kekamar mandi,Arini menyiapkan pakaian ganti Bagas


setelah mengantar suaminya sampai teras rumah Arini masuk kembali...


****


" aku tunggu Naura dan Bunda Arini kuliah saja mas sepi juga kalau mereka nggak ada" sahut Intan


" jadi mau cuti?"


" ya...nggak papa kan mas?" tanya Intan


" mas terserah kamu sayang,aku takut kamu bosan di rumah,kalau kamu tidak keberatan menunggu ku di rumah,aku malah suka,,pulang kerumah istri sudah wangi,,enak untuk di cium dan peluk-peluk" ucap Bram Menaikan satu alis mata nya


" tapi aku boleh kan main kerumah Bunda atau Naura?"


" ya boleh lah,apapun yang buat kamu senang pasti aku perbolehkan,asal jangan niat cari pengganti aku saja"

__ADS_1


" hahahaha....mana mungkin mas,susah mencari lelaki seperti mu,jangan takut...aku sudah cinta mati padamu jadi sebisa mungkin akan aku jaga" ujar Intan memeluk suaminya ini,saat ini mereka sedang di kamar kelelahan dengan pertempuran singkat nya....


****


" gimana pih cerita nya?" tanya Arini saat mereka sudah makan malam


" iya bun,pak Roby yang kita lihat tempo hari,,Karin hamil anak nya dan meminta pertanggung jawaban tetapi pak Roby tidak mau bertanggung jawab karena dia sudah mempunyai istri dan anak,,kamu tau bun yang membuat aku terkejut ternyata Suami Karin lah dalang semua itu,Karin di jual oleh Suaminya sendiri...."cerita Bagas


" ngeri ya Pih..." ucap Arini mengangkat bahunya


" jadi saat ini di mana suami mbak Karin itu pih?"


" sudah di aman kan oleh polisi,yang aku kasihan pada Kirana,sudah di tinggalkan ibu sekarang malah ayah mendekap di penjara" jelas Bagas


" jangan coba-coba membawa nya kesini Gas,mama tidak mau dia menjadi duri dalam rumah tangga mu,cukup ibunya dulu yang menghancurkan mu" potong Oma cepat


" Karina anak yang baik ma,sejauh ini sikap dan cara kerjanya cukup baik di perusahaan,aku ada niat menjodohkan nya untuk Aska kalau Bude Sumi belum juga menerima nya,,,"


" jangan pih, kasihan Iren dia sudah cinta mati pada Aska,,nanti dia bisa bunuh diri tau Aska kamu jodohkan pada perempuan lain" sanggah Arini


" ya kasihan juga sama Aska bun yang sampai saat ini masih di tolak juga, usia nya sudah matang untuk menikah"


" kenapa harus buru-buru pih,kan masih ada waktu,,sabar saja dulu...."


" syarat dari papa nya harus menikah dulu,baru bisa jadi CEO di Perusahaan papa nya,tapi aku juga tidak mau Aska salah memilih, aku percaya pada Iren,tapi tidak pada ibunya" ungkap Bagas jujur yang takut kalau Aska tidak bisa mengimbangi bude Sumi nanti nya,apa lagi kalau bude Sumi tau Aska orang kaya sudah pasti banyak permintaan nya pada Aska.....


" nanti aku coba tanya kan pada Iren pih bagaimana perkembangan ibu nya,,jangan dulu menjodohkan nya pada Karina..."ucap Arini berjalan ke arah ruang TV untuk mengambil Daffa yang sedang bermain di sana bersama bik Sumi...

__ADS_1


__ADS_2