Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
pingsan


__ADS_3

di kantor polisi Sinta tidak dapat berkelit lagi karena dua orang suruhan nya ternyata sudah mendekam duluan...


tidak butuh waktu lama Sinta akhirnya mengaku dan membawa Arya turut serta karena bagaimanapun juga ini adalah ide gila Arya,tetapi Arya yabg melihat Sinta di seret ke kantor polisi melakukan pergerakan cepat,dia segera lari karena takut di tangkap..


Akhirnya kasus Sinta selesai walaupun Arya saat ini masih buron...


Seminggu berlalu Arkan datang ke rumah untuk menjemput Naura..


" assalamu'alaikum,,pagi pak udin,Naura ada di dalam?" sapa Arkan sopan


" den Arkan,,ada den,,silahkan masuk" ucap pak Udin mempersilakan Arkan menunggu Naura di dalam..


Arini keluar dari dalam kamar dan melihat Ada tamu di luar dia segera menghampiri


" Eh,,Arkan masuk kan?" ajak Arini lalu mempersilakan untuk duduk


" iya bun" Arkan duduk di kursi tamu


" bentar ya" Arini segera masuk ke dalam


" siapa Yank??" tanya Bagas yang baru keluar


" Arkan...mau jemput Naura kali pih,aku panggil Naura dulu ya


" nggak usah kamu,capek bolak-balik ke atas,suruh bik Sumi saja" ucap Bagas berjalan keluar


" om" sapa Arkan sambil menyalami Bagas


" iya,,baru datang Kan" tanya Bagas basa-basi

__ADS_1


" iya om"


" Kan,,om minta maaf soal kemaren yang sempat meragu kan kamu..om merestui hubungan Kalian dan titip Naura ya,anak nya manja,jadi harus extra sabar menghadapi nya" ucap Bagas


" iya om,tenang saja, inssallah saya bisa mengatasi nya om"


"om percaya dengan kamu,om tinggal dulu ya,mau ke kantor" Bagas menepuk pundak Arkan lembut


Naura keluar melihat papi nya dan Arkan sangat Akrab dia menjadi sedikit curiga


" cie...yang udah akrab Aja..." goda Naura


" bicara apa sama papi yank?" tanya Naura menatap Arkan


" nggak ada,,masalah laki-laki,ayo kampus..!!" jawab Arkan membuat Naura mencebik kesal


****


pagi ini Oma sedang duduk menikmati pemandangan bunga nya di taman belakang dan Bagas sedang di ruang kerja,sejak Arini sering mengeluh pinggang nya sakit Bagas tidak lagi ke kantor semua di kerjakan nya dari rumah dia ingin menjadi suami siaga,,,


" bun,,aku berangkat ke kampus dulu" pekik Naura dari pintu kamar Arini tetapi tidak ada Jawaban


" bun...." pekik Naura lagi


merasa tidak mendapat jawaban Naura mengetuk pintu kamar Arini sedikit kuat


" bun.." pekik nya


" kenapa Ra,,pagi-pagi udah berisik" tanya Bagas yang baru keluar dari ruang kerja nya

__ADS_1


" ini pih,bunda di panggil nggak jawab-jawab" adu Naura


Bagas berlari segera membuka pintu,di cari nya Arini sekeliling kamar


" yank...yank..." pekik nya


tetapi tidak ada juga jawaban,di buka nya pintu kamar mandi terlihat lah Arini tergeletak di sana dengan darah mengalir di pangkal pahanya...


" yank....Arini" pekik Bagas menepuk pipi Arini yang sedang tak sadarkan diri


" pih...ayo bawa bunda ke rumah sakit" ucap Naura Khawatir


" iya,,,bawa tas yang ada di sudut kamar ra,,papi turun duluan" jawab Bagas tak kalah cemasnya


"ma....ma...." pekik Bagas sambil menggendong Arini


" kenapa pagi-pagi sudah berisik gas" tanya Oma menghampiri Bagas


"Arini pingsan ,aku mau kerumah sakit,oma ikut??" tanya Bagas


" apa?? Arini pingsan..iya oma ikut"


Naura keluar dari kamar Bagas,saat mereka hendak keluar kebetulan mobil Arkan masuk akan menjemput Naura ke kampus


" putar Kan,tolong antar om ke rumah sakit" ucap Bagas cepat


Arkan segera memutar mobilnya,mereka semua masuk kedalam mobil Arkan


" sayang...bangun,jangan buat aku cemas begini yank,,ayo buka mata mu" pinta Bagas cemas

__ADS_1


"ya Allah selamatkan bunda,aku nggak mau lihat papi sedih" batin Naura


" yank....sabar ya sebentar lagi kita sampai,Kan tolong lebih cepat" Bagas tak henti-hentinya meracau di dalam mobil rasa khawatirnya teramat dalam melihat sang istri menutup mata dengan tubuh terkulai lemas..


__ADS_2