
siang ini Naura datang ke kantor Arkan,tampilan Rania yang menenteng tas mahal dan jam keluaran terbaru nya menunjukkan kalau dia istri dari anak pemilik perusahaan...
Naura berjalan anggun memasuki lift,,dan langsung menuju ruangan suaminya...
" assalamualaikum...." ucap Naura membuka ruangan Arkan
" waalaikumsalam....sayang,kenapa tak memberitahu kalau datang" ucap Arkan mendekat pada Naura dan memeluk nya
" tapi kemarin kamu minta nya aku lebih sering main ke kantor" cebik Naura
" Raka kamu titip di mana?"
" sama bunda Arini dan oma,, Pengasuh nya juga di rumah Bunda" jawab Naura
" aku ingin kita makan siang di luar by,,sejak melahirkan Raka kita tak pernah makan berdua" ucap Naura
" sebentar lagi jam makan siang,aku selesaikan dulu pekerjaan ku,kamu tunggu di kursi ya" ujar Arkan menuntun Naura ke sofa yang ada di ruangan nya
tak butuh waktu lama Arkan menyelesaikan pekerjaan nya lalu mengajak Naura untuk makan di salah satu restoran yang dekat dengan kantornya,karena sesudah makan siang,dia akan ada meeting penting
" kamu mau pesan apa yank?" tanya Arkan saat mereka sudah sampai di restoran
" samakan saja by,,aku tak pernah ke sini,jadi belum tau apa makanan yang enak"
__ADS_1
Arkan menulis beberapa memo pesanannya dan memberikan nya pada pelayan restoran
saat sedang makan Arkan di sapa oleh wanita cantik yang akan menjadi rekan bisnis nya nanti,dan siang ini mereka akan Meeting bersama
" pak Arkan..." sapa perempuan tersebut
" ibu Mira..." ucap Arkan menjawab sapaan nya
" jangan panggil saya ibu, kelihatan tua sekali" ucap Perempuan tersebut
Arkan dan Naura masih sibuk dengan acara makan nya tanpa menghiraukan Mira
" hmmm.....boleh saya bergabung" ucap Mira tanpa malu,dia pikir Naura hanya lah sekretaris Arkan karena dia belum mendengar berita pernikahan Arkan,dia baru bergabung di perusahaan ayah nya satu tahun belakangan ini
Mira memesan beberapa pesanan nya...
setelah menyelesaikan acara makan nya, Arkan pamit ke kamar kecil
" ternyata selera pak Arkan cukup tinggi memilih sekretaris" sindir Mira
Naura masih menetralkan detak jantung nya,menahan emosi
" berapa gaji mu di perusahaan Arkan,,aku akan menggajimu dua kali lipat, keluar dari perusahaan Arkan..." ucap Mira
__ADS_1
" kenapa??apa kau suka pada Arkan?" tanya Naura masih dengan nada pelan
" ya,,aku berniat mendekati nya,jadi tinggalkan dia,aku melihat kau cukup dekat dengan nya,aku takut kau bunuh diri saat Arkan menolak mu" ucap Mira tersenyum sinis
" hahaha..... sebelum berperang kau sudah mengaku kalah,,jika ingin bersaing secara sehat nona,,aku justru mengkhawatirkan dirimu jika tau aku siapa"
" kau tidak selevel dengan ku untuk bersaing" sindir Mira
" lantas kenapa kau takut" ucap Naura mengangkat tas mahal nya ke atas meja,tas ini di beli oleh Oma nya sebagai hadiah ulang tahun Naura tahun lalu,harga satu tas ini cukup fantastis dan Mira tau itu karena dia juga pencinta barang branded..
Mira menatap tajam Naura
" aku justru yang tak tertarik bersaing dengan wanita seperti mu" ketus Naura melipat kedua tangan nya memamerkan jam mahalnya..
" kau pikir aku takut hanya karena kau memakai barang mahal pemberian Arkan,kau hanya wanita simpanan pemuas nafsunya saja,aku yakin jika Arkan sudah bosan kau akan di campakkan" ejek Mira
" kita lihat saja nanti,aku heran pada wanita sekarang lebih tertarik pada milik orang lain dari pada lelaki lajang di luar sana,atau karena ingin hidup secara instan....aku beritahu satu hal, mendapatkan secara instan tak kan bertahan lama" tekan Naura menatap tajam Mira
Arkan mendekat pada Naura dan menarik pinggang istrinya ini..
" maaf kami duluan buk Mira,,istri saya harus segera pulang" ucap Arkan yang mulai menyadari keadaan memanas
Naura mengangkat tas mahal nya lalu berbicara pada Mira " tidak perlu membayar pesanan mu,sudah di selesaikan oleh suamiku,oh ya perkenalkan saya Naura Admadja anak dari pemilik perusahan properti terbesar di kota ini,dan menantu dari perusahan AM group" ucap Naura sombong dan sedikit menghentakkan kaki nya...
__ADS_1
tidak sia-sia Naura mendengar kan nasehat Arini untuk menghadapi pelakor di luar sana,para mama muda itu tak ingin memakai cara kekerasan untuk menghadapi seorang pelakor,,dia hanya ingin menunjukkan siapa dirinya agar pelakor berpikir keras untuk bersaing dengan nya...