Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
mama Rangga


__ADS_3

" yank...mampir dulu ke kantor ya,ada berkas yang kelupaan di bawa" ucap Vino saat sudah menjemput Tami do rumah Arini


" kok bisa kak?"


" nama nya juga lupa yank,kalau inget pasti aku bawa" sahut Vino


sesampainya di kantor Vino mengajak Tami naik keruangan nya...


"tunggu sebentar aku cari"ucap Vino


tiba-tiba ponsel Tami berbunyi..


" mama Rangga" gumam Tami pelan tapi masih terdengar oleh Vino yang sedang mencari berkas nya,Vino langsung mendekat kan diri nya pada Tami



" assalamualaikum tan?" sahut Tami mengangkat ponselnya


" Alhamdulillah baik tan,tante sendiri gimana udah sembuh?" tanya Tami basa-basi


Vino ikut menempelkan kan kepalanya di ponsel Tami,dia ingin tau apa yang sedang di bicarakan mama Rangga pada calon istrinya itu


" nanti aku kabarin tante ya, sekarang aku sedang sibuk mempersiapkan acara lamaran weekend ini tan,,kalau tante ada waktu datang ya" ucap Tami tersenyum,dia sengaja menekan kan kata lamaran agar Vino tak marah padanya..



" baiklah Assalamualaikum tan" ucap Tami menutup ponselnya


" kenapa nempel gitu kak" ucap Tami


" kenapa mama Rangga hubungi kamu yank?"tanya Vino balik


" dia mau ketemu"


" buat apa?"


" mana aku tau,katanya ada yang mau di omongin"


" masalah Rangga?" tebak Vino


" nggak tau" tekan Tami

__ADS_1


" terus kenapa dia ngajak ketemu kalau bukan masalah Rangga"


" ya nggak tau sayang" kesal Tami


" aku nggak suka ya yank kamu masih berhubungan sama Rangga"


" ya ampun kak,,yang nelpon mama nya bukan Rangga,jangan mulai deh...."


" sama saja kan,nanti mama nya ngebujuk kamu buat balik lagi ke Rangga"


" aku nggak sebodoh itu kak, mencampakkan seorang pangeran demi pengemis seperti Rangga"


" kok pengemis?" tanya Vino


" ya..sampai sekarang kan dia masih ngemis cinta aku..!!!" seru Tami


" berarti dia masih sering temuin kamu yank"?


" nggak...hanya beberapa kali saja,itu pun secara kebetulan,kamu jangan takut aku tak kan berpaling" ucap Tami menatap Vino


" kita mau menikah lo yank,jangan sampai kamu tergoda" ingat Vino


" yang ada kamu tu yang tergoda,,kata Intan mantan kamu banyak" ungkit Tami


" kenapa sebentar?"


" nggak cocok" jawab Vino cepat


" satu lagi kenapa dia ninggalin kamu?"


"ya nggak tau,,nggak pernah nanya"


" kalau dia balik lagi kamu mau nggak kembali sama dia?" pancing Tami


" nggak"


" kenapa?"


" karena sudah ada kamu"


" kalau nggak ada aku?"

__ADS_1


" yank.. pertanyaan nya ngejebak"keluh Vino


" siapa yang ngejebak...jawab aja" bentak Tami


tiba-tiba otak Vino bleng,,bingung mau jawab apa,,,


" kenapa perempuan suka sekali ngungkit masa lalu,nanti salah jawab bisa runyam" batin Vino


" kamu tanya apa tadi?" tanya Vino


" fokus donk kak"


" iya....kamu tanya apa?"


" kalau nggak ada aku kamu mau balikan sama mantan kamu?" tekan Tami


" nggak,,ada nggak ada kamu aku nggak akan balik sama dia, apalagi sekarang sudah ada kamu,aku sudah cinta mati yank sama kamu,jadi jangan ungkit masa lalu lagi ya" ucap Vino lembut


" hmmm.....itu jawaban yang aku mau,ayo pulang" ajak Tami tersenyum


" hufss.....untung nggak salah jawab,kenapa tiba-tiba bleng gini" batin Vino mengusap dada nya...


***


setelah selesai membahas masalah lamaran mereka Vino pulang..


" yank jangan tidur terlalu malam ya" ingat Vino mencium kening Tami sekilas lalu pulang


***


" jangan barengan ya acara lamaran nya,bingung bagi waktu mana Arini lagi hamil" ucap Bagas pada Vino dan Aska


" iya mas tenang saja,gampang di atur yang jelas amplop nya harus gede ya" canda Aska


" giliran amplop aja minta yang gede,giliran kerja ada mau yang paling kecil" cebik Bagas


"waktu cuti di mulai H-2 ya,di beri waktu seminggu, setelah itu selesai kan pekerjaan kalian secepatnya baru bisa bulan madu" jelas Bagas lagi


" ya ..... sebentar amat mas" protes Aska


" kamu harus selesai kan dulu ka pekerjaan mu,soalnya setelah menikah Irene nggak kerja lagi,kamu juga...nggak mungkin kan setelah menikah Vino semua yang mengerjakan nya,dia mau bulan madu juga,jadi kalian atur waktu lah" jelas Bagas

__ADS_1


"sebenarnya aku lebih senang kerja di sini mas dari pada memimpin perusahaan belum sanggup" ungkap Aska


" nggak bisa begitu ka,papa mu sudah tua,hanya kamu satu-satunya anak yang mereka punya,kamu juga sudah berkeluarga jadi tanggung jawab mu akan semakin besar nggak bisa manja-manjaan lagi" nasehat Bagas


__ADS_2