
semua sudah pulang,,oma dan Naura pun juga pulang,nanti malam mereka datang lagi,saat ini Oma dan Naura ingin istirahat dulu karena semalam kurang tidur..
Arini sedang membujuk bayi besar nya ini karena ucapan Intan tadi
" pih,,sini deh sayang aku jelasin..!!" pinta Arini karena duduk mereka sekarang berjauhan bagas di sofa dan Arini di ranjang
Bagas diam saja tidak bergeming
" papi sayang,,,aku nggak bisa kesitu,nanti infus nya berdarah lagi" ucap Arini manja
" huf..... gara-gara Intan nih nggak bisa jaga tu mulut,ngambek nya lama ini mah,kalau lagi sehat enak tinggal main di atas,ini lagi sakit" batin Arini
" sayang....aku nggak ada apa-apa sama dia"ujar Arini lagi
"nggak usah kuliah lagi deh,dirumah aja,biar nggak ada yang lirak-lirik,kan udah sering aku ingetin jangan tebar pesona,masih juga,baru kuliah satu bulan udah kaya' gini apa lagi 4 tahun bisa mati aku nahan cemburu" oceh Bagas
" dikasih cadar aja pih aku nya sekalian biar cuma bisa lihat mata aku aja" rajuk Arini
__ADS_1
" ide bagus...kalau keluar rumah biar nggak ada yang lihat,,,mau kemana-mana aku yang antar,kalau nggak ada keperluan nggak usah keluar" ucap Bagas ikut setuju usul Arini
" di penjara aja pih,biar kamu puas,,nggak usah keluar lagi aku" Arini memanyunkan bibirnya
Bagas mendekati Arini
cup
kecupan singkat di layangkan nya di pipi Arini
" habis nya kamu nyebelin,orang bukan aku yang suka juga,kalau orang yang melirik aku,mana bisa aku larang pih"
" itu yang aku takut,aku percaya pada mu tetapi tidak pada lelaki di luar sana,sekarang satu Arkan yang membuatku cemburu bagaimana jika ada Arkan-Arkan yang lain bisa mati jantungan suami mu ini" Bagas menarik tangan Arini yang tidak di infus dan menciumnya
" aku tidak bisa melarang orang untuk menyukai ku,tetapi yakin lah pada ku pih tidak akan ada yang bisa menggeser posisi mu di dunia ku,,,hati ku sudah tertambat satu lelaki yang tak kan bisa di ganti sayang" ucap Arini pelan lalu menarik kepala Bagas mendekat padanya,di lumatnya bibir suaminya ini,cukup lama merek saling bertukar slavina membuat Arini kesusahan untuk bernafas...
" sayang...ada yang bangun...!!!" bisik Bagas setelah melepaskan tautan mereka
__ADS_1
" hahaha....maaf sayang,selesaikan sendiri ya" ucap Arini
" ya.....kamu nggak tanggung jawab nih" ucap Bagas lemah lalu segera berlari ke kamar mandi
***
malam ini Arini tidur hanya di temani Bagas karena oma dan Naura dilarang Bagas datang kerumah sakit,Bagas merasa kasian melihat mereka tidur di Sofa,,besok siang Arini juga sudah di izinkan pulang kondisi nya sudah membaik dan kandungan nya juga sudah kuat..
" kenapa di larang Naura kemari sayang" ucap Arini
" kasian mereka tidur di sofa,tulang oma tidak muda lagi sayang, nanti kau keluar dari rumah sakit malah oma yang sakit,lagi pula malam ini aku ingin tidur memeluk mu,tidak enak kalau mereka melihat"oceh Bagas
" huf...pantas saja.. rupanya sudah ada udang di balik batu" kesal Arini
" heheheh.....aku sudah rindu memelukmu sayang" Bagas menggeser tubuh Arini dan naik keatas Ranjang
" ayo tidur sayang,biar aku gosok" ucap Bagas lembut
__ADS_1