
tak berselang lama Arini pulang,Bagas pun sampai di rumah...
" tumben pulang cepat gas?" tanya Oma yang sedang bermain bersama Daffa
" Arini mana ma?" tanya Bagas
" lain yang di tanya,lain yang di jawab,,ada di kamar,palingan Sholat Ashar" jawab Oma kesal
" sayang...papi bersih-bersih dulu" Bagas mencium Daffa yang sedang menggigit mainan nya
***
" Kok pulang cepat pih,nggak jadi Meeting" ujar Arini sambil melipat mukena nya
" sudah..." Jawab Bagas singkat,langsung mendekat pada Arini dan memeluk nya
Bagas mencium tengkuk Arini"sayang...wangi kamu enak" bisik Bagas
"memang nya masakan enak...!!" cebik Arini
" hehehe....." Bagas terkekeh sambil menciumi seluruh wajah Arini
__ADS_1
" Pih,,mandi sana,sholat dulu" ujar Arini mencium gelagat Aneh Bagas
" nanti juga berkeringat mandi lagi, tuntaskan dulu,baru mandi" ucap Bagas sambil ******* bibir Arini
" mmmpp..." Arini ingin protes tetapi mulutnya sudah di bungkam Bagas Duluan
Bagas mengangkat Arini ke atas Ranjang mereka dan melucuti semua pakaian Arini dan dirinya
" pih..." lenguhan panjang keluar dari bibir Arini saat Bagas dengan lihai nya bermain di puncak gunung yang menjadi favorit nya
Bagas membuat tanda kepemilikan nya di tubuh Arini..
" sayang,,aku masuk ya" izin Bagas yang memang sudah tidak kuat lagi menahan hasratnya
dengan senyum mengembang Arini Melayani suaminya yang dari tadi sibuk memompa disesuatu di bawah sana
" pih...lebih cepat" pinta Arini yang sudah ikut bernafsu dengan permainan Bagas
bagas memompa kuat,dan erangan panjang di keluarkan nya tanda dia sudah mencapai puncak
" terima kasih sayang" Bagas mencium singkat kening Arini dan di balas senyuman oleh perempuan cantik itu
__ADS_1
"sayang,,kenapa tubuh mu semakin hari semakin membuat ku candu,bahkan aku tidak akan kuat kalau tidak menjamah mu sehari saja" ungkap Bagas memeluk Arini
" bagus lah pih,jadi kamu tidak jelalatan dengan perempuan seksi di luaran sana" jawab Arini sedikit menyindir
" melihat perempuan seksi di luar sana aku langsung teringat dengan mu sayang,makanya aku langsung pulang" jawab Bagas jujur
" jadi kamu sempat melihatnya?" tanya Arini cemburu
" aku tidak munafik sayang,aku punya mata untuk melihat, tidak mungkin aku katakan kalau aku menutup mata ku, bagaimana aku bisa berjalan? tetapi aku menutup hati ku untuk semua Wanita di luaran sana,karena sudah ada istri dan anak ku yang menunggu di rumah,apa lagi istri ku cantik begini jadi tidak akan mungkin aku tergoda,karena semua yang aku butuh kan sudah ada padamu" jawab Bagas mengeratkan pelukannya
" terimakasih sayang kamu selalu bisa memuaskan ku dalam segi apapun,aku jadi takut kamu yang berpaling,apa lagi kamu semakin matang dengan usiamu sekarang..
sedangkan aku semakin tua" ungkap Bagas lagi
" jangan takut aku lihat kamu semakin tua semakin tampan pih, membuat ku tidak ingin menjauh dari mu" gombal Arini
" hahaha... istri ku sudah pintar menggombal,tetapi sejak aku bertemu dengan mu aku menolak untuk tua,makanya sebisa mungkin semua nya aku jaga,apa lagi kamu selalu memberikan ku nutrisi cukup sehingga aku semakin muda" Bagas menaikan alisnya menggoda Arini
" sudah-sudah,,kalau sudah begitu pasti ada maunya,mandi pih,sholat dulu...kita lanjut kan malam"
" tidak bisa kah satu ronde lagi sayang" Bagas mencoba bernegosiasi
__ADS_1
" no...no....keburu magrib nanti,aku belum memandikan Daffa" Arini bangkit dari ranjang menuju kamar mandi
mau tak mau Bagas pun bangkit dan mengikuti Arini ke kamar mandi..