Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
menjodohkan


__ADS_3

" kak...aku masuk dulu sudah malam"pamit Tami dan di angguki oleh Vino karena memang sudah pukul 11 malam


Tami masuk kedalam kamar diliriknya ranjang belum ada Dinda di sana


" huf.... mereka masih bersama jam segini" gumam Tami merebahkan tubuhnya


tak terasa air mata nya menetes,Tami hanya bisa menangis dalam diam,ingin berteriak,ingin marah tapi tidak tau pada siapa...


" mungkin memang harus di akhiri" batin nya dan berusaha memejamkan mata


***


" bun....memang nya ada apa?" tanya Bagas


" masalah Tami dan Rangga pih, hubungan mereka di ambang kehancuran"jawab Arini


" kok bisa bun?"


Arini menceritakan kejadian nya...


" menurut papi jika Rangga tidak kunjung menjelaskan Tami saja yang meminta penjelasan,dari pada menahan hati yang kunjung tersakiti" ucap Bagas

__ADS_1


" sulit pih,Rangga itu orang nya tidak banyak bicara,papi tau sendiri kan...!!" seru Arini


" iya sih,,malahan papi lebih cepat akrab k Vino dari pada Rangga,mungkin faktor usia juga menjadi salah satu nya,Vino lebih tua dari Arkan sedangkan Rangga sebaya dengan kalian,,jadi lebih susah nyambung nya kalau kumpul,apalagi dunia nya beda Rangga Dokter sedangkan kami dari kalangan pebisnis" ungkap Bagas


" jadi selama ini papi keberatan Rangga bergabung dengan kita?"tanya Arini


" tidak,,aku tidak pernah membedakan pergaulan,jika Rangga masih muda aku harus lebih menjaga wibawa ku bun,masih terkikis jarak untuk saling terbuka berbeda dengan mengobrol bersama Bram dan Arkan apalagi mereka mengerti bisnis,nah dengan Rangga dia tak mengerti dunia ku begitu juga sebaliknya jadi dia lebih banyak mendengar ocehan kami para lelaki tua ini...."jawab Bagas terkekeh


" kalau di comblang kan dengan Vino saja bagaimana bun, seperti nya lebih cocok,dan Vino jelas terjamin kehidupan Tami,dia pekerjaan keras.... Semarang-Solo saja bisa dia lewati, apalagi kalau sudah menetap di perusahaan kita,pasti lebih maju lagi,,,aku yakin Vino anak yang baik" jelas Bagas


" ntah lah pih,,aku tidak begitu mengenal kak Vino,jujur aku jadi takut menjodohkan Tami,takut dia belum bisa move on dari Rangga lagi pula patah hati pacar pertama itu lama sembuh nya pih"


" seperti kamu tau saja bun, pacaran saja tidka pernah" cebik Bagas


"dulu Tami memang pernah menyukai kak Vino tapi hanya sebatas fans gitu pih,saat itu kami masih kelas satu SMA belum tau dengan lelaki,hanya sekedar fans biasa,ntah lah kalau sekarang,aku juga tidak tau kehidupan kak Vino di Semarang,ntah dia sudah punya kekasih yang membuat nya betah tinggal disana...tetapi besok akan aku tanya kan pada Intan"


" ya...di coba saja dulu bun,mana tau bisa seperti Bram dan Intan, berarti kamu berhasil lagi...." puji Bagas


" wah...bisa buka biro jodoh aku pih" ucap Arini terkekeh


" hahaha.....aku masih mampu memberikan mu uang nyonya... jangan mencari seseran..." ucap Bagas menggigit gemas bibir Arini

__ADS_1


" pih....sakit" rengek Arini manja


" mana sini aku obati" Bagas mendekat dan mencium dalam bibir istrinya ini...


Arini mendorong tubuh Bagas karena merasa kekurangan oksigen


" kebiasaan dari dulu main sosor" kesal Arini


" hehehe.....maaf sayang" cengir Bagas meremas payud*r* Arini dengan sebelah tangan nya


" mulai....tambah di bilangin tambah jadi kamu pih...."


" yank......." rengek Bagas seperti bayi mendusel kepala nya di dada Arini


" sudah jam 11 lewat ayo tidur pih besok aku mau belanja di pasar sini,,,masa sudah jauh-jauh kesini tidak belanja"


" sudah ku duga,,pasti kamu tidak akan bisa melewati yang nama nya shopping,boleh saja bahkan besok akan aku temani tetapi kamu harus memimpin malam ini bun"


" bisa lelah aku pih" protes Arini


" mau atau tidak? pasti belanjaan mu banyak dan tidak akan sanggup kalau bawa sendiri bun" tawar Bagas

__ADS_1


mau tak mau Arini menuruti kemauan suami nya ini...


__ADS_2