Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
berangkat


__ADS_3

akhirnya hari yang di tunggu-tunggu pun tiba,,mereka berkumpul di rumah Bagas,


" kenapa Kirana belum datang?" tanya Arini melihat jam di pergelangan tangan nya


" semalam sudah aku hubungi bun,katanya pagi-pagi akan kemari,,ini sudah satu jam belum juga datang" oceh Naura


"sudah tunggu saja,mungkin terjebak macet" sahut Om Bram yang sedang menggendong Daniel sedangkan Danis di gendong mama Intan


para papa muda ini,, satu-satunya mendapat jatah mengasuh anak mereka pagi ini..


" itu mobilnya" sahut Intan yang melihat mobil masuk di pekarangan rumah


" kenapa lama?" tanya Arini memeluk dan cepika-cepiki pada Kirana yang keluar duluan dari dalam mobil


" macet bun,ada perbaikan jalan" sahut Rangga ikut keluar


" kami kira kalian tak jadi ikut....!!!" seru Arkan

__ADS_1


" hmmm....mana mungkin kami mau tinggal,ini kan sama saja dengan honeymoon kami yang sempat tertunda" jawab Rangga tersenyum


" ingat Kirana sedang hamil muda,jangan terlalu Agresif" ucap Naura menatap Rangga


" dia dokter,,jadi lebih tau mana yang terbaik untuk anak dan istrinya ra,tenang saja..." ucap Arini


" ayo... segera bersiap, nanti malah ketinggian pesawat" Bagas memperingati mereka yang sedang asik mengobrol


" jangan sampai ada barang yang tertinggal,kalau para pembaca yang ingin ikut sekalian di ajak,soalnya sudah banyak yang nggak sabar mendengar cerita Liburan kita...!??" ucap om Bram


" komplek kita masih ada yang kosong kok om,bisa diajak sekalian tinggal di sini...!!" sahut Arkan


"Yank,pegang Vita,aku mau naikin barang-barang dulu" Vino memberikan Vita pada Tami


pengasuh mereka masing-masing ikut,tetapi saat ini nyonya Sultan memang memberikan satu-satu anak pada suami-suami mereka,agar tau rasa nya mengasuh anak..


" oma kita berangkat dulu ya" pamit Naura mencium pipi oma nya

__ADS_1


" hati-hati di jalan, kalau lelah istirahat, Jangan terlalu di paksakan kasihan cucu-cucu ku,," ingat Oma


" iya....oma juga hati-hati di rumah,,kami hanya pergi beberapa hari,bik ingat kan oma untuk mengkonsumsi Vitamin nya, makanan oma juga di perhatikan Bik,jangan berikan makanan manis...satu lagi,,jangan beli cemilan di luar,semua cemilan sudah aku siapkan di lemari dapur..." ingat Arini pada bik Sumi dan oma


" iya...iya...bawel..tenang saja semua peraturan nyonya akan di laksanakan,oma juga mau hidup panjang menemani cucu ku sampai menikah" ucap Oma mencium pipi kiri kanan Arini


satu persatu merek mengalami oma untuk pamit...


" jangan lupa di borong belanjaan nya di sana ya nyonya-nyonya,,oma menunggu oleh-oleh nya" ucap oma terkekeh


oma melambaikan tangan melihat satu persatu mobil meninggalkan pekarangan rumah nya


oma masuk kedalam rumah menghempaskan tubuhnya di sofa,,baru saja di tinggal beberapa detik rasa sepi menghampiri oma


" kalau saya hidup sendirian mungkin tak kan sanggup ya sum,hanya karena anak dan cucu saya bisa bertahan"curhat oma pada bik Sumi


" iya nya,, melihat tawa cucu saja sudah menjadi pelepas penat...nyonya beruntung di kelilingi oleh orang yang menyayangi nyonya,, mempunyai anak dan menantu yang baik-baik,buk Rindu juga tak kalah baik nya" ucap Bik Sumi

__ADS_1


" iya,,hari ini seperti nya aku kerumah Rindu saja, berdiam diri di rumah membuat ku merindukan Daffa dan Bianca" Oma segera berdiri ingin bersiap kerumah Rindu


__ADS_2