
Naura menarik tangan nya dari Karin dan meletakan di bawah meja,,Arkan segera menggenggam satu tangan Naura di bawah sana, memberikan kekuatan pada istri nya ini untuk menjawab tetapi Naura hanya menjawab nya dengan gelengan sambil menatap Arkan...
" huf" Arkan menghela Nafas kasar
" mami,,,aku minta maaf sebelumnya karena aku belum terlalu mengenal mami,dan tidak mengetahui seluk beluk kehidupan mami" ujar Arkan
" kalau untuk menerima anak mami bekerja di perusahaan keluarga ku itu semua ada prosedur nya,apa lagi hanya sebatas tamatan SMA, lowongan di kantor ku juga sudah penuh semua.tapi kalau untuk meminjamkan mami uang bisa aku usaha kan,mami catat no rekening nya akan aku tranfer segera" ujar Arkan
" tidak bisa kah kamu pertimbangan kan lagi Arkan" ucap Karin memelas
" maaf mi,aku tidak bisa menjanjikan apapun karena bukan aku bos nya"
" tapi kamu pewaris tunggal di keluarga mu" tekan Karin
" papa ku masih hidup mi,masih dia yang memegang penuh kendali perusahaan,aku hanya bekerja dengan nya,tapi kalau untuk permintaan mami yang kedua aku hanya bisa membantu sedikit,itu pun memakai uang pribadi ku" jelas Arkan memberikan satu lembar kertas dan pena untuk Karin
Karin segera mencatat nomer rekening nya dan memberikan pada Arkan,Naura hanya memperhatikan suaminya ini,ada rasa ingin melarang nya tetapi Naura juga masih punya sisi kasihan pada ibu yang melahirkan nya ini
__ADS_1
Arkan mentransfer uang senilai 30 juta pada Karin...
" kenapa sedikit sekali" bentak Karin
" kalian jangan pelit begini pada orang tua,kamu Arkan bila tidak ada saya kamu tidak akan bisa menikah dengan Naura,saya maminya yang sudah berjuang melahirkan nya" pekik Karin
" ternyata memang benar yang di ucapkan papi kalau maminya Naura orang yang ambisius" batin Arkan
" sekali lagi saya minta maaf hanya itu yang bisa saya berikan pada mami,mami tidak perlu menggantinya" ucap Arkan masih dengan nada Sopan
" baru awal saja kamu sudah pelit begini,ternyata pilihan mu salah ra" ejek Karin
" kamu sudah bisa membentak mami karena lelaki ini ra,lelaki kere ini,tidak ingat kamu siapa yang melahirkan mu" tunjuk Karin pada Arkan
" saya memberikan anda uang karena saya menghargai anda sebagai mami Naura,apa anda mau dicap sebagai ibu yang sudah menjual anak nya sendiri" tekan Arkan
" jangan pernah mengungkit-ungkit karena mami sudah melahirkan ku,tidak pernah ada kebaikan yang mami berikan pada ku dan papi ,hanya luka yang mami tinggalkan dan sampai saat ini masih membekas di hatiku" ucap Naura sambil menahan tangisnya
__ADS_1
" aku tidak pernah minta mami melahirkan ku ke dunia ini,kalau bisa memilih aku lebih ingin di lahir kan oleh rahim ibu sambung ku,dari pada mami ibu kandung ku sendiri,yang sudah dengan kejam nya menelantarkan ku,di mana mami saat aku sakit,dimana mami saat aku di bully teman sekolah ku karena tidak punya ibu,dimana mami saat aku butuh dekapan mu,di mana???" bentak Naura "dan saat ini dengan gampangnya mami kembali di saat mami sudah terpuruk,aku tidak sebodoh itu mi,kau sudah salah menilai ku,aku di besarkan oleh lelaki pintar,aku di ajarkan oleh Oma yang berjiwa besar dan di bimbing oleh ibu tiri yang sabar......jangan salahkan aku kalau aku bertindak kasar,ini semua karena mu yang sudah memancingku" Naura mengeluarkan semua uneg-uneg nya
" yank...." Arkan mencoba menenangkan Naura
" ayo by tinggal kan wanita yang tidak tau terimakasih ini,jangan pernah temui kami lagi,uang yang di berikan suami ku tidak perlu dikembalikan anggap saja itu sedekah dari kami untuk mu" Naura menarik tangan Arkan yang terpaku melihat kemarahan Naura
Di dalam mobil Naura menangis sejadi-jadinya,Arkan menarik Naura kedalam pelukannya
" by.....apa dia pantas di sebut seorang ibu?" isak Naura
" sudah sayang,,jangan dipikirkan...masih banyak orang yang sayang padamu" Arkan mengecup pucuk kepala Naura
" aku malu by,malu mempunyai ibu seperti nya yang hanya memikirkan nafsu dunia,aku malu mengakui nya sebagai ibu" tangis Naura
" tidak boleh begitu, bagaimana pun juga dia ibumu,tidak baik membalas kejahatan dengan kejahatan,do'a kan saja dia segera sadar dan kembali pada jalan Tuhan" ucap Arkan
"terimakasih kamu sudah menerima kekurangan keluarga ku,,aku sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari hidupmu by" Naura mempererat pelukan nya
__ADS_1
" sudah bisa pergi dari sini?" tanya Arkan
" hmmmm" Naura berdehem tanpa melepaskan pelukannya