
" aku sedikit geram lo bun tadi sama bude mu" ujar Bagas saat mereka sudah di kamar
" sudah lah pi,kamu tau sendiri kan bagaimana sifat bude Sumi,kamu saja yang kaya masih banyak kurang nya bagi dia apalagi Aska yang belum dia ketahui siapa" jelas Arini
" untung saja dia bude mu,kalau bukan...aku yang duluan tidak mengizinkan hubungan Aska ini,karena keluarga mu saja" cebik Bagas
" jangan suka marah-marah pih,,ingat umur"
" bukan begitu bun, keluarga mu saja tidak matre kenapa bude mu begitu?" tanya Bagas
" yang jadi adik ibu ku ayah Irene pih bukan bude Sumi,dia tidak satu pabrik dengan ibuku"ketus Arini
" mungkin keluarga nya Bude Sumi begitu semua ya bun"
" hus....nggak boleh ngomongin orang pih,yang penting keluarga kita tidak begitu"
" kalau sifat mu begitu aku yang marah" ucap Bagas mencium bibir Arini lembut
" memang nya kamu bisa marah pada ku?" goda Arini
" bisa,,kamu tidak percaya" Bagas menarik Arini Kepelukan nya dan mencium seluruh wajah Arini
" pih....." desah Arini geli
Bagas melucuti seluruh pakaian nya dan Arini dan bermain di titik sensitif milik istrinya
__ADS_1
"pih...." desah Arini tak kuat menahan nikmat
Bagas terus mengisap puncak gunung kembar mili Arini yang sangat padat menatang
" aku masuk sekarang yank" izin Bagas karena merasa milik istrinya sudah basah
" hmmmm" jawab Arini singkat karena sudah melayang dengan permainan suaminya
Bagas memasukan pelan si boy nya dan menekan dalam sambil memompa pelan
" ahhhh...." lenguhan kenikmatan keluar dari bibir Arini membuat Bagas semakin bersemangat
pasangan ini memang saling melengkapi seperti yang di katakan Arini bila dia sedang malas bergerak maka Bagas lah yang aktif menjamah tubuh nya, begitu juga sebaliknya, Bagas sangat memuja tubuh istrinya ini karena Arini bisa memuaskan dirinya...
" huf......" terdengar suara ngos-ngosan Bagas karena permainan mereka sudah selesai
" bun.....mandi sekarang?" tanya Bagas
" subuh saja pih,aku mengantuk" ucap Arini memejamkan matanya...
****
selesai subuh Arini melanjutkan tidur nya
" kenapa bun?" tanya Bagas yang melihat Arini meringkuk di kasur berbalut selimut tebal
__ADS_1
" mungkin karena mandi terlalu subuh pih, jadi pilek, nggak enak badan.dan sedikit pusing" sahut Arini
" kedokter saja bun" ajak Bagas
" nggak pih,,cuma demam biasa nanti juga sembuh" tolak Arini
" minggu ini lamaran Tami dan Vino lo bun, nanti kamu sakit malah nggak bisa hadir,kan nggak enak sama mereka" ucap Bagas membujuk istrinya
" papi kekantor saja dulu pagi ini,makan siang saja temani aku ke rumah sakit kalau memang belum sembuh" ujar Arini
" minum dulu Vitamin dan obat nya" ucap Bagas
" iya,,,papi mulai bawel sekarang" cebik Arini
" bukan bawel sayang tapi ini tanda aku cinta sama kamu,nggak kuat kalau lihat kamu sakit"
" nanti aku minum,sudah sana kerja"
" kalau ada apa-apa cepat hubungin aku bun" ucap Bagas mencium pipi Arini lalu pergi bekerja
" ma,titip Arini ya,dia lagi nggak enak badan di kamar,aku ke kantor sebentar" pamit Bagas pada ibunya
"Daffa,,papi pergi dulu,sini salim"panggil Bagas pada Daffa yang sedang bermain dengan bik Sumi
bocah itu segera berlari menghampiri papi nya... Bagas sedikit khawatir dengan kondisi Arini,tapi karena ada meeting penting yang harus di hadiri nya terpaksa dia datang ke kantor...
__ADS_1