
memang sengaja saya masukin banyak Karakter ya,soalnya biar semua ada pasangan nya,,ini beberapa episode lagi akan tamat dan berganti di cerita Anak-anak mereka tetapi masih melibatkan mereka semua,hanya saja jarang muncul.....
masih ada Satu lagi karakter wanita yang datang,,,yang pastinya kalian sudah kenal....!!!
yang bisa tebak silahkan....!!!!
yang dukung Tami sama Rangga boleh kasih komentar nya,,dan yang dukung Tami sama Vino boleh juga kasih komentar,,
siapa Adinda sebenarnya nanti kita kupas lebih dalam ya....kasih part senang dulu...🙏🙏🙏
****
Tami melirik ke arah Rangga,tidak biasanya Rangga lebih banyak diam setelah pulang dari rumah Arini...
" say...kamu kenapa?" tanya Tami
" nggak.....memang nya kenapa?" tanya Rangga balik bertanya
" aku perhatikan Adinda memperhatikan mu Say, sebelum nya kamu saling kenal?" tanya Tami
Rangga menggelengkan kepala cepat dia takut kalau Tami salah paham
" aku pulang dulu ya,salam untuk mama mu" ujar Rangga saat Tami turun dari mobil nya
Tami melihat mobil Rangga menjauh dari halaman rumah nya
" sebelum bersama ku, Rangga mencintai Naura, tetapi tatapan nya seperti mengenal Dinda" batin Tami...
*****
tak terasa waktu berjalan cepat hari ini Bram mengajak Intan untuk memeriksa kan kondisi nya..
__ADS_1
" mas...apa tidak apa-apa?" tanya Intan takut
" tidak apa-apa sayang kamu percaya dengan mas ya, semuanya baik-baik saja" ucap Bram menyakin kan Intan
sepasang pengantin baru ini masuk kedalam ruangan dokter Kandungan, Bram sengaja mencari dokter Perempuan untuk memeriksa istrinya...
" silahkan duduk" ucap dokter tersebut
Bram menceritakan maksud kedatangan mereka...
" silahkan berbaring dulu buk" ujar sang Dokter
Intan berbaring di ranjang pasien dengan perasaan gugup
" tenang ya bu, rileks....." instruksi sang Dokter yang sedang mengolesi gel pada ujung alat transduser dan memasukan pelan ke **** * Intan..
Intan mencengkram kuat tangan Bram yang ada di samping nya
" iya sayang..... tahan sebentar ya" bisik Bram memberikan kekuatan
setelah selesai dokter tersebut merapikan kembali alat USG nya dan meminta Intan serta Bram duduk kembali
" bagaimana Dok?" tanya Bram tidak sabar
"apa anda sudah mempunyai anak?"
" belum...kami baru saja menikah" ungkap Bram
" ibu mempunyai miom di luar permukaan rahim sering di sebut miom subserosa,
" sejenis apa dok?" tanya Bram
__ADS_1
" daging tumbuh tetapi bukan tumor atau pun kanker,dia tumbuh di dinding luar rahim" jelas sang dokter
" tetapi kenapa sangat sakit saat haid? bahkan sampai demam dok?" tanya Intan serius
"bisa jadi memang di sebab kan miom tersebut anda bisa mengkonsumsi paracetamol sebagai obat penghilang nyeri dan pereda demam sesuai dengan putunjuk pakai nya,Konsumsi air putih dalam jumlah yang cukup serta istirahatkan tubuh anda dari aktifitas yang berat..
anda bisa mencoba beberapa cara untuk mengurangi nyeri saat anda haid
mandi dengan air hangat
melakukan teknik relaksasi
olah raga ringan seperti jogging atau jalan santai
menghindari rokok dan minuman beralkohol yang sudah pasti tidak baik untuk tubuh perbanyak makan makanan bergizi ya bu..." pesan Dokter bernama Deasy tersebut
" lalu kami harus bagaimana dok?" tanya Intan
"Anda tidak perlu terlalu khawatir, miom jenis tersebut tidak memengaruhi tingkat kesuburan dan tidak menyebabkan perubahan pada rongga rahim,hanya saja harus segera di terapi agar tidak makin membesar" terang Sang Dokter lagi
" di mana kami bisa terapi? dan kapan bisa nya dok?" tanya Bram antusias
" di sini juga bisa,lebih cepat lebih baik bukan kah kah kalian ingin cepat memiliki anak"
" iya..apakah penyakit ini bisa sembuh dok?"tanya Intan lagi
" miom dengan ukuran kecil bisa hilang dengan sendirinya buk apa lagi di lakukan terapi rutin,jadi jangan takut...harus semangat untuk sembuh" ucap Sang dokter tersenyum
" Alhamdulillah...semoga cepat sembuh ya yank,mulai besok saya mau istri saya menjalani terapi nya dok" ujar Bram semangat
" baiklah persiapan kan diri anda,besok datang lagi kemari" ujar Dokter cantik tersebut
__ADS_1
" kalau begitu terimakasih,kami permisi dulu,dan besok datang kembali" pamit Bram dan Intan meninggalkan ruangan sang Dokter kandungan