
pagi ini Bram dan Intan sudah membereskan pakaian yang akan di bawanya....
"sayang bawa yang paling kamu suka saya" ujar Bram
"hmmm" sahut Intan masih merapikan pakaian nya
setelah selesai mereka segera keluar
" ma...Intan pergi dulu ya" pamit nya
" sayang... jangan terlalu capek di sana dan jangan lupa periksa kan kesehatan mu" ingat Mama Intan
" kalau kalian pergi berbulan madu jangan lupa kabari mama" lanjut nya
" kenapa??mama mau ikut?" tanya Intan
" tidak..mau oleh-oleh nya saja" ucap Mama Intan terkekeh
" oke mam"
" pa,,kami pulang dulu ya" ujar Intan mendekat pada papa nya dan memeluk lelaki tua itu
setelah berpamitan Intan dan Bram segera berangkat kerumah mereka
" mas...hari ini kita menjenguk Naura?" tanya Intan
" besok saja ya yank,kamu pasti masih lelah,lagi pula besok Naura sudah bisa pulang kita menyambut nya di rumah saja" jawab Bram
" baiklah" ujar Intan singkat
****
__ADS_1
" bun....kenapa wajah Raka semua mirip Arkan,tidak ada mirip sedikit pun dengan opa nya" protes Bagas saat Arini menggendong Raka
" Arkan kan papa nya ya jelas mirip Arkan lah,kalau mirip tetangga pasti Arkan akan mengamuk" jawab Arini asal
" tapi sedikit tidak adil bun,aku yang mengandung,aku yang mengidam ,aku yang melahirkan pas keluar nya mirip Arkan semua" cebik Naura
" papi dan anak sama aneh nya" gumam Arini menggeleng
tok...
tok...
terdengar pintu ruangan inap Naura di ketuk
"pih tolong buka" ucap Arini
saat ini yang ada di ruangan hanya Arini,Bagas dan Naura,Oma sudah pulang di antar oleh Arkan mereka mau bersih-bersih dari kemarin Arkan belum sempat mandi karena Naura tidak ingin di tinggal...
Bagas berjalan membuka pintu ruangan
" kenapa kemari?" tanya nya
" maaf om,apa aku boleh mengunjungi Naura untuk meminta maaf" ujar Arya menunduk
" pih...siapa?" pekik Arini karena tidak melihat siapa yang datang Bagas hanya membuka separuh pintu nya
" Arini meletakkan Raka dalam box bayi dan mendekat pada Bagas
" Arya..." ucap Arini kaget
" Rin...maaf mengganggu" ujar Arya
__ADS_1
" masuk" ajak Arini
" bun...kenapa di izin kan masuk?" tanya Bagas heran melihat istri nya memperbolehkan musuh Naura untuk masuk
" sudah lah pih,,suruh saja masuk...kita tanya apa mau nya" ucap Arini
Bagas mempersilahkan Arya untuk masuk
" kenapa dia ada di sini bun?" tanya Naura kesal
" apa maksud mu masih mendatangi Naura?" tanya Arini duduk berhadapan dengan Arya
" maaf kan aku sudah mengganggu keluarga kalian,tapi aku betul-betul minta maaf tulus,mungkin kalian tidak akan bisa memaafkan ku tetapi aku sudah sangat menyesali perbuatan ku" mohon Arya menunduk
" kami tidak bisa menghakimi mu,kalau kau benar-benar sudah berubah kami memaafkan mu,tapi jika sekali lagi kau mengganggu Keluarga kami jangan harap kau bisa bernafas enak...aku bukan orang yang kejam Arya tetapi bila milik dan keluarga ku di ganggu aku bisa berubah menjadi pembunuh" tekan Bagas
Arini sedikit bergedik ngeri mendengar ucapan suaminya ini,karena selama bersama Bagas dia tidak pernah di perlakukan buruk..
" bagaimana ra,apa kamu memaafkan nya?" tanya Bagas pada Naura
" iya pih,,sudah lah..aku juga tidak apa-apa dan sekarang aku ingin kita semua berdamai dengan masa lalu agar bisa hidup tenang kedepannya" jawab Naura
" ya...semoga masa lalu menjadi pembelajaran untuk kita agar lebih baik lagi" sahut Arini
" ya sudah..semoga kamu bisa berubah dan hidup dengan baik" pesan Arya
" terimakasih om,Rin dan kamu Naura,semoga kita bisa berteman baik ya ra" ucap Arya
" ya...boleh saja tetapi tetap harus ada batasan nya karena Naura sudah bersuami dan mempunyai anak" ingat Arini
" iya Rin... sekali lagi terimakasih" ujar Arya berdiri dan hendak keluar dari ruangan Naura
__ADS_1
" jika kamu berkenan kerja lah di kantor ku,agar kamu tidak menjadi pengangguran" ucap Bagas
Arya menoleh pada Bagas " terimakasih om,aku pasti akan datang" jawab Arya tersenyum dan keluar '