Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
hari terakhir


__ADS_3

"bun...hari ini terakhir kita di sini....apa selama di sini kamu cukup puas?" tanya Bagas pada Arini



" puas...cukup puas..kamu tau sepulang dari sini aku mempunyai satu harapan"ucap Arini


" apa?"


" harapan segera mendapatkan garis dua"


" maksud mu?"


" hamil lagi pih,aku ingin Daffa segera punya adik,agar aku tak kesepian di rumah karena kepergian Naura" Arini memegang tangan Bagas


" kan Naura tidak pindah jauh Bun,hanya sebelah rumah,kamu masih bisa bertemu setiap hari bahkan bisa ngerumpi bersama intan" ujar Bagas


" pih....aku merasa tuhan itu sangat sayang pada ku,di berikan keluarga sempurna,kamu tau dulu sewaktu aku kecil pernah berkhayal jadi orang kaya,dulu setiap pulang sekolah jalan kaki sering lihat nenek tua mengemis di pertigaan jalan rumah ku,aku sering berkata sendiri jika aku berhasil akan ku berikan nenek itu uang banyak"cerita Arini


" jadi kenapa tidak kamu berikan sekarang bun?" tanya Bagas heran


" nenek itu sudah tiada,aku sempat bertanya tetapi tak ada yang mengenalnya,,"


" kamu sedekah kan saja bun,tapi niat kan untuk nenek tua itu" saran Bagas


" sudah pih...bahkan sampai ke panti asuhan pun aku sudah sedekah kan uang mu"

__ADS_1


" uang kita,,aku bekerja siang malam untuk mu bun,untuk membahagiakan mu" ucap Bagas mencium kening Arini singkat


****


" yank.....sudah di siapkan semua barang nya, nanti ada yang ketinggalan lagi" ujar Arkan pada Naura


" seperti nya sudah by,tapi tolong kamu cek lagi lemari nya,takut nya aku lupa" sahut Naura


" yank....aku lupa menanyakan mu,kamu sebelum kesini sudah ber KB,atau memang sengaja mau isi lagi?"


" enak saja,,,ya sudah ber KB lah,di temani bunda,kasihan Raka masih kecil lagi pula kamu pikir hamil dan Lahiran itu gampang apa" kesal Naura


" mana tau kamu mau cepat memberikan Raka Adik,misi Papi dan Om Bram membuat anak di sini masa kita nggak"


" jadi kapan kita program anak ke dua?"


" buat saja dulu,,jangan di pikir jadi nya" jawab Naura asal


***


hari ini mereka semua sibuk membereskan pakaian masing-masing dan oleh-oleh yang akan do bawa....


" astaga... aku sampai lupa membeli kan pesanan mama" ucap Tami bangkit dari. duduk nya dan keluar kamar


" tam..mau kemana?" tanya Rangga

__ADS_1


" keluar sebentar ada yang ingin aku beli" ucap Tami lalu hendak pergi


" mau aku temani?" tawar Rangga


" Tami sudah janjian pergi bersama ku" potong Vino yang juga hendak pergi dan kebetulan melihat Tami dan Rangga


" hmmm...iya,,ayo kak" ajak Tami menarik tangan Vino


Rangga sedikit emosi Tami menolak nya tapi dia tak bisa berbuat apa-apa Tami sudah memutuskan dirinya


" mau kemana?" tanya Vino


" membeli kan pesanan mama, kemarin aku lupa" jawab Tami


" kakak memangnya mau kemana?"


" sengaja ingin menemani mu" jawab Vino singkat


" tidak mungkin kebetulan,apa kakak cenayang yang bisa membaca pikiran ku" ucap tami tertawa


" bisa jadi begitu,karena aku ingin selalu kau butuhkan" bisik Vino membuat Tami menyudahi tawa nya


" kau benar-benar cantik,kenapa tidak dari dulu kusadari" batin Vino


" andai saja aku bisa sadar lebih awal pasti kau tak akan mengalami patah hati dan cinta yang begitu rumit,tapi kali ini aku janji akan menjaga mu dari siapa pun... walaupun seribu Rangga yang datang aku akan tetap berjuang kecuali kau yang meminta ku pergi....." ucap Vino pada diri nya...

__ADS_1


__ADS_2