
Bram membawa Intan masuk kedalam hotel dengan perasaan tak karuan,dia takut nyonya nya ini salah paham...
Intan masih menampakkan tampang biasa saja,tapi jauh di lubuk hati nya saat ini ingin sekali mencakar muka mantan istri suaminya itu,tetapi Intan masih berpikir waras tak ingin membuat malu dirinya dan Suaminya...
" yank..ganti pakaian mu,mas bersihkan lukanya ya" ucap Bram lembut
Intan menuruti semua perintah suaminya tanpa membantah sedikit pun, seusai berganti pakaian Intan duduk dan menjulurkan kakinya..
Bram membasuh dengan cairan desinfektan yang sudah dibawa nya,, Keluarga mereka selalu membawa kotak obat saat berpergian kemanapun karena mereka tidak tau bahaya apa yang terjadi dan penyakit apa yang di dapat saat jalan-jalan,bisa saja pertukaran suhu dan udara membuat rentan terkena pilek atau demam biasa,, jadi mereka sedia payung sebelum hujan...
Bram sedikit menekan kaki Intan yang terkena batu karang tadi untuk mengeluarkan darah nya,,,lalu membasuh kembali dengan air dan memberikan obat pada kaki istrinya ini..
Intan menahan sekuat tenaga rasa perih,dia tak ingin terlihat lemah di mata suaminya
" kalau tak tahan menangis saja yank,jangan sok kuat,mas tau kamu....jangan membiarkan dada mu sesak karena menahan tangisan" ucap Bram yang melihat mata Intan sudah berkaca-kaca
Intan segera menarik Bram dan bersandar di bahu Suaminya itu untuk menangis
"sudah..tak perlu memikirkan apapun,,mas akan selalu setia bersama mu,kau jauh segalanya dari dia.." ucap Bram menghapus air mata Intan dengan tangan nya
__ADS_1
" aku takut mas,,takut....jika dia menjebak mu" ucap Intan pelan
" kebanyakan nonton drakor..."Bram menyentil kening Intan
" aww.....sakit mas" Ringis Intan menggosok pelan keningnya
" pikiran mu terlalu jauh,,kau kira kita sedang di film yang di jebak dengan obat perangsang lalu perempuan nya hamil,lalu aku harus bertanggung jawab....!!!" seru Bram
" bisa jadi saja begitu..masa lalu mu terlalu banyak mas, membuat ku harus extra bersabar menghempaskan pelakor satu persatu di luar sana"
" cinta kita kuat yank,dan ada kembar D di tengah-tengah kita,jadi aku tak punya alasan untuk berselingkuh bahkan meninggalkan mu,kau terlalu sempurna untuk ku,anggap saja kau sedang bermain game yang sedang mengalah kan musuh" ucap Bram mencium pipi Intan
" meskipun kau kalah bertaruh kau akan tetap jadi pemenang di hatiku"
wajah Intan merona seketika, meskipun mereka sudah lama menikah tetapi keromantisan Bram tak berkurang...dia tetap mengutamakan Intan...
***
" Intan mana?" tanya Arini yang tak melihat Intan di sekitar mereka
__ADS_1
" sudah naik kehotel duluan bun" sahut Kirana
" kok bisa???" pekik Naura
" tadi tante Intan sedikit bersitegang dengan seorang wanita" ucap Rangga
" apa mungkin Mantan istri om Bram by?" tanya Naura pada Arkan
" Monica ada di sini?" tanya Bagas
" iya pih,tadi pagi aku sempat bertemu nya" lanjut Arkan
" jadi sekarang Intan di mana?" tanya Vino khawatir dengan adik nya itu,Vino tau Intan tak pernah melewati hari dengan berat apalagi masalah rumah tangga yang di masuki orang ketiga
" tenang saja Kak,Intan pasti bisa melewati nya,,dia sudah di bekali ilmu oleh Bunda Arini,yakin saja pada Intan,hal semacam itu sudah sering di temui nya" ucap Tami memberi pengertian pada Suaminya,Tami tau saat ini Vino sedang mencemaskan keadaan Intan..
" semoga saja Yank,ayo cepat naik..aku ingin memastikan keadaan nya" ajak Vino menggenggam tangan Tami
" Kau belum tau saja kekuatan adik mu saat ini Vin,,dia sudah banyak berguru dari istriku,tak akan mungkin kalah oleh perempuan di luar sama"Ujar Bagas menepuk pundak Vino
__ADS_1
Mereka semua naik keatas untuk memastikan keadaan Intan...