Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
rencana karin


__ADS_3

pukul tiga lewat Arkan dan Naura terbangun,dan bersiap untuk di hias,tetapi terlebih dahulu kedua pengantin ini sholat Ashar...


" sudah siap mbak?" tanya sang perias


" sudah..." jawab Naura duduk di depan meja hias


" ra...."panggil Karin saat Naura sedang di hias


" mami...."pekik Naura " aku kira mami tidak mau datang,hubby kenal kan ini mami ku" ujar Naura pada Arkan yang saat ini sudah berganti pakaian dan duduk di ranjang


" Karin...mami Naura" ucap Karin memperkenalkan diri


" Arkan ...suami Naura mi" jawab Arkan


" apa kegiatan mu saat ini Kan?" tanya Karin langsung


" saya baru selesai kuliah Mi,dan saat ini sedang belajar mengurus bisnis keluarga,karena saya anak tunggal" jelas Arkan


" di bidang apa?" tanya Karin lagi


" kosmetik dan obat-obatan" jawab Arkan singkat

__ADS_1


" waw...cukup baik,anak muda seusai mu sudah mulai berbisnis" puji Karin


" terimakasih mi,ini semua untuk Naura,agar dia hidup tidak kesusahan bersama saya, walaupun papi nya kaya raya saya ingin Naura hanya menerima Nafkah dari saya" terang Arkan


" seperti nya suami Naura anak orang kaya,tidak dapat dari Bagas, seperti nya aku bisa memanfaatkan Arkan untuk menghidupi ku saat ini" batin Karin


" sudah selesai mbak?" tanya Arkan pada perias


" sebentar lagi mas,lagi memakaikan sanggul nya" jawab Sang perias


tak berselang lama Naura sudah selesai di hias,Arkan dan Naura keluar dari kamar dan disambut oleh seluruh tamu yang sudah menunggu mereka...


"Karin duduk di kursi depan bersama suami dan anak dari suami kedua nya,sedangkan Bagas dan Arini duduk di kursi keluarga...


" pih, seperti nya tatapan mbak Karin tidak bersahabat" bisik Arini pada Bagas


" jangan di lihat sayang,dia hanya iri padamu,karena kamu lebih segalanya dari dia" jawab Bagas yang melihat juga pada Karin


tamu undangan semakin banyak berdatangan menyalami Naura dan Arkan,terlihat Kaki Naura sedikit pegal karena memakai high heels yang cukup menyiksa.


" lepaskan saja jika terasa tidak nyaman yank" ujar Arkan

__ADS_1


" biarlah by, sebentar lagi Acara nya juga selesai" ucap Naura dengan menahan sakit nya


" ra...mami pamit dulu,maaf tidak bisa sampai selesai,adik mu harus sekolah besok,jadi mami pulang dulu ya,sekali lagi selamat sayang atas pernikahan mu,mami harap setelah kalian berbulan madu temui mami,karena mami ingin lebih dekat pada menantu mami"ujar Karin tersenyum manis pada Naura dan Arkan


" iya mi, inssallah kami akan datang ke rumah mami" jawab Arkan sedang kan Naura hanya membalas dengan senyuman


Karin memeluk Naura lalu pergi meninggalkan pesta nya...


" pih,,itu suami mbak karin" Arini sedikit melirik pada lelaki yang ada di sebelah Karin


" iya..." jawab Bagas malas


" tidak terlalu tampan,tetapi kenapa dia tega meninggalkan mu demi lelaki itu?" tanya Arini lagi


" ntah lah,katanya lelaki itu cinta pertama nya,tetapi saat mereka menikah ternyata cinta tidak menjamin semua kebahagiaan,materi lah kunci utama kebahagian" jelas Bagas tersenyum kecut


" tidak semua harus materi pih,,yang jelas semua di dunia ini harus imbang,sama seperti nya hal materi dan Cinta,jika makan cinta saja memang tidak cukup karena kita butuh makan nasi dan keperluan lainnya,begitu juga dengan materi berlimpah,jika tidak ada Cinta maka rasanya juga akan hambar,allah itu tidak menyukai orang yang berlebihan pih,jadi buat lah semua nya imbang....agar tak ada yang berlebih...hihihi" kekeh Arini


" teori dari mana itu yank,yang jelas kalau kita hidup tanpa harta tidak akan ada harga nya yank,sejak Karin meninggalkan ku, motivasi ku saat itu harus bekerja mengumpulkan uang yang banyak,tetapi tuhan tau dengan kebutuhan ku,di hadiahi nya perempuan cantik berhati lembut untuk ku" Bagas menatap Arini dalam


" yang jelas kita harus bersyukur karena susah di berikan cinta dan harta yang seimbang,kini hanya tinggal menjaga rumah tangga kita supaya utuh tanpa gangguan" jelas Arini

__ADS_1


"pasti....sekuat tenaga kalian akan aku jaga" Bagas memeluk erat Arini dan Daffa


saat ini Bagas sudah merasa kan tanggung jawab nya berkurang dengan menikahkan putri sematawayangnya itu...


__ADS_2