Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
obrolan para lelaki mapan


__ADS_3

Saat ini para lelaki itu sedang duduk di taman belakang rumah Aska...


" ternyata di Jakarta masih ada juga tempat yang sejuk ya om" ucap Arkan


" masih lah,, mentang-mentang kota besar kau pikir hanya penuh polusi" sahut Aska ketus


" seperti nya kita juga harus berinvestasi di sini Bram" ucap Bagas mengeluarkan sifat sombong nya


" boleh juga gas,untuk Kembar D,mana tau mau kuliah di sini saat besar nanti"


" kan beli satu unit di sini untuk Raka" ujar Bagas menatap menantu nya


" siapa yang mengurus pi,Raka masih kecil dan juga masih lama untuk kuliah" jawab Arkan


" di kontrakan saja dulu, hitung-hitung tambah Investasi mu" otak Bisnis Bagas mulai keluar


" kita ambil satu-satu di sini,ajak Vino juga biar nanti anak-anak kita bisa satu komplek" sahut Aska


" bisa di pikirkan" jawab Bram singkat

__ADS_1


" bagaimana di sini,betah? atau merindukan kantor ku?" ucap Bagas tersenyum pada Aska


" aku cukup nyaman di sini mas, seperti nya lebih baik begini,kalau berdekatan dengan mertua aku takut tak kuat mas,kalau sesekali dia kemari aku memaklumi nya, seperti kata pepatah jauh harum bunga dekat bau bangkai" jawab Aska terkekeh kecil


" kami tidak seperti itu, nyaman-nyaman saja om berdekatan dengan mertua" celetuk Arkan


" kau beda mertua mu tak pernah ikut campur dalam rumah tangga mu,sama seperti Oma sampai saat ini bunda Arini nyaman satu rumah dengan nya, walaupun perempuan tua itu sedikit bawel tapi untuk kebaikan berbeda dengan mertua ku" jelas Aska


" iya... saat ini mencari aman lebih baik, apalagi rumah tangga mu baru seumur jagung,masih banyak rintangan di depan sana tak selamanya rumah tangga itu mulus,nanti dengan masuknya mertua mu akan memperkeruh keadaan" Kali ini Bram yang angkat bicara


" aku saja tak ingin menyatukan Intan dan mama ku,karena beliau juga sedikit overprotektif,,nanti Intan malah terganggu kalian tau sendiri kan si nyonya itu tak bisa kerja apa-apa,hanya bermanja-manja pada ku saja yang pintar" lanjut Bram tersenyum


" ya,,aku termasuk lelaki yang beruntung bisa menyatukan mertua dan istri jadi tak perlu repot-repot untuk menjenguk karena satu rumah" ujar Bagas


" sama seperti ku Om,takut Naura tidak betah karena selama ini dia terbiasa di manja oleh papi dan Oma" ucap Arkan


" Naura selama ini tidak bisa menempatkan dirinya kan, dengan Arini bisa akur karena memang mereka bersahabat,kalau saja aku menikah dengan Bella mungkin sudah lama mereka bentrok,,makanya aku lama menikah karena harus mencari yang cocok di hati Naura" terang Bagas


" tapi berkat kesabaran mu mendapatkan kan istri seperti Arini gas,kalau bukan Arini belum tentu bisa mengimbangi sikap mu yang keras kepala dan merubah si Bagas yang gila kerja menjadi gila istri" ucap Bram terkekeh

__ADS_1


" tapi kau harus berterima kasih pada ku,kalau bukan aku yang menikahi Arini kau tak kan mendapatkan Intan" tunjuk Bagas


" hahaha....iya...iya...maafkan aku Suhu" ujar Bram menunduk pada Bagas


" kalian sudah tua tapi masih suka bercanda" geleng Aska


" ini salah satu cara mengobati stres kami Ka,, apalagi setelah mempunyai istri muda,,hufs...makin semangat kami di buatnya"jawab Bram


"apa.....kamu punya istri muda mas?" pekik Intan yang hanya mendengar ucapan belakang nya,Intan membawa beberapa kue buatan Arini


" bukan istri muda ma,,tapi istri yang muda,jangan mengada-ada,kau dan Kembar D saja sudah membuat tabungan ku terkuras apa lagi nambah istri"


" makanya jangan macam-macam kalau tak mau aku buat jadi miskin" ancam Intan


" mana berani aku" jawab Bram seperti kerbau di colok hidungnya


Bram,, Bagas,Arkan serta Vino sangat menyayangi istri mereka masing-masing, prinsip mereka lebih baik menghabiskan uang untuk mempercantik bidadari halal mereka dari pada perempuan penggoda di luar sana...


prinsip Bagas selalu mereka terapkan,,lebih nikmat yang Sah dari pada menikmati yang bukan milik kita....

__ADS_1


__ADS_2