
satu jam berlalu Intan tak kunjung keluar dari kamar mandi...Bram terlihat panik di luar sana,dia merasa sangat bersalah pada istrinya itu...
" yank....sayang...mas masuk ya" ucap Bram dari luar mengetuk beberapa kali pintunya tetapi tak ada jawaban..
" yank...sayang...." panggil Bram lagi
karena tak kunjung ada jawaban Bram membuka pintu kamar mandi tersebut dan masuk kedalam nya, terlihat Intan yang sedang tidur nyenyak sambil berendam di bathtub...
Bram mengangkat tubuh Intan dan dibaringkan nya di atas ranjang lalu di keringkan nya dengan handuk...
Bram mengambil minyak angin di balurkan nya tubuh Intan dengan minyak angin karena Intan berendam cukup lama takutnya terkena Flu,.
di pasangkan nya gaun tidur,Intan benar-benar tertidur lelap tak sedikit pun dia bergeming, setelah semua selesai Bram ikut berbaring di sebelah Intan dan memeluk istrinya itu untuk ikut tertidur...
sementara itu rombongan Bagas sedang menikmati suasana pinggiran pantai..
"gagal rencana mau keliling kota Lombok" cebik Naura
" kalau jalan nggak ada si nyonya nggak seru,,dia yang paling banyak ngeborong...meskipun si nyonya banyak uang tapi sifat tawar-menawar nya masih kental" kekeh Arini
" iya bun,,,kalau di mall bisa di tawar tu nyonya pasti nawar" potong Tami terkekeh
***
__ADS_1
Intan terbangun dia dan melihat sekeliling nya dan merasa heran,tadinya dia tertidur di kamar mandi tetapi sekarang sudah berada di atas ranjang empuk dan dengan pakaian lengkap...
Intan bangkit dan segera berjalan ke arah lemari dia ingin berganti baju dan melihat si kembar di kamar sebelah..
" cup..." satu kecupan mendarat di pipi Intan Bram memeluk istrinya ini dari belakang, membungkuk dan menjatuhkan dagunya di pundak Intan..
" maaf kan aku yank" ucap Bram serak,dia tau suasana hati istrinya ini sedang tidak baik
" sudah jangan membahas nya lagi" sahut Intan pelan
"tapi aku benar-benar merasa bersalah..."lanjut Bram
" aku sudah melupakan nya" ketus Intan
" aku tau kamu yank,lebih suka memendam sendiri dari pada melepaskan nya,,aku tak kan mengulangi nya lagi,," bisik Bram lembut
" tolong jangan abaikan aku yank,cukup perhatian mu tersita karena kehadiran si kembar, jangan mendiami ku begini,aku tak kuat...aku lebih senang kau meluapkan emosimu dengan mengoceh dari pada diam..." ungkap Bram takut membalikan tubuh Intan menghadap nya
" aku hanya ingin merubah sedikit sifat ku"
" tidak..aku suka kamu yang manja,aku suka kamu yang polos dan jika tak menyukai sesuatu katakan jangan di pendam..jangan ada yang berubah..."
" sejauh ini aku merasa bahagia,tapi jika terus saja masalalu mu datang lama-lama aku juga tak kuat mas" jelas Intan dengan nada meninggi
__ADS_1
" aku tak pernah mengundang masa lalu ku datang,aku juga tak tau mengapa ini bisa terjadi tetapi kau juga harus yakin pada ku tak kan ada yang bisa menggantikan posisi mu yank" Bram mengusap pipi Intan lembut
" aku mencintai mu..." ujar Bram
" jangan di bahas lagi mas,aku tak ingin berdebat" elak Intan
" jawab aku???"
" apa???" pekik Intan
" aku mencintai mu...!!" seru Bram lagi
" hmmm" Intan hanya berdehem
" jawab Yank.." rengek Bram membuat Intan menahan senyum nya
" aku mencintai mu....puas..." ucap Intan sedikit kesal tetapi masih menyembunyikan kegelian nya melihat sikap manja Bram yang melebihi manja nya kembar D...
Bram terkadang memperlihatkan sisi manja nya pada Intan,,ini yang membuat Intan gemas terhadap suaminya dan tak bisa marah berlama-lama...
" Cup...cup...cup..." Bram mencium wajah Intan bertubi-tubi
" sudah mas,aku mau lihat anak-anak dulu" ucap Intan
__ADS_1
" baiklah saat ini aku lepaskan kamu yank,tapi malam nanti aku ingin kau yang pegang kendali" ucap Bram menaikkan Alisnya menggoda Intan
" lihat saja nanti, semoga mood ku bagus" Intan segera mengganti pakaian nya dan keluar dari kamar,dia merasa sudah terlalu lama meninggalkan si kembar..