
pagi ini Naura terbangun melihat Arkan sudah bersiap ke kantor...
" yank,,aku berangkat ke kantor dulu ya..kamu kaya' nya capek banget nggak tega aku buat bangunin kamu tadi" ucap Arkan mencium kening Naura
" ck...kamu memang lelaki brengsek, bisa-bisa nya setenang ini sudah meninggalkan istrimu malam-malam" batin Naura
Arkan berangkat kekantor tanpa sarapan pagi ini, sedangkan Naura memilih untuk pergi kerumah Papi nya
****
" ma,,bunda mana?" tanya Naura melihat Oma sedang bermain bersama Daffa
" ada di belakang,tumben pagi-pagi kesini,nggak kuliah?" tanya Oma
" nggak ma,lagi nggak ada dosen" jawab Naura padahal hari ini dia membolos karena kepikiran Arkan,percuma juga kuliah karena hari ini pikiran nya tidak akan fokus
Naura berjalan ke belakang
" bun,sedang apa?" tanya Naura
__ADS_1
" he,,kamu kak ra,kapan datang nya?" tanya Balik Arini
" baru saja,aku lagi bete bun di rumah sendirinya,rasanya pening nginap di sini" ucap Naura
" Arkan kemana?"
" lembur terus bun, sudah lebih dari 2 minggu ini" terang Naura sambil mengambil satu buah pir di meja makan dan memohon nya
" nggak sarapan,itu ada bubur ayam" ucap Arini
" lagi nggak selera makan aku bun.." jawab Naura
" nggak lah bun,masa' cepet banget...ini cuma karena banyak pikiran saja,tugas kuliah menumpuk,jadi sering telat makan bun"
" mana tau aja udah jadi,kan udah satu bulan lebih kamu menikah..jangan suka begitu kak,nanti malah jadi sakit,makan itu di utama kan" jelas Arini
" kamu saja waktu menikah dengan papi,lumayan lama ya dapat Daffa nya bun"
" setiap orang kan beda-beda,ada yang baru nikah satu minggu tapi udah hamil satu bulan,kadang banyak mak-mak kompleks yang nyinyir bilang hamil duluan padahal nggak,perhitungan dari masa subur nya,mana tau kamu saat menikah sedang masa subur jadi saat ini sudah ngisi" terang Arini
__ADS_1
" aku nggak mau terlalu berharap bun,untuk saat ini biarlah mengalir sebagaimana mestinya,di kasih cepat Alhamdulillah,kalau belum juga berusaha" ungkap Naura
" bun,,selama menikah dengan papi kalian pernah bertengkar nggak? papi pernah berhubungan dengan Wanita lain nggak?" tanya Naura
" hmmm kalau bertengkar pasti ada,nama nya juga suami-istri, menyatukan dua pemikiran orang itu tidak mudah ra,apa lagi aku masih remaja papi sudah berumur,terkadang papi suka cemburu nggak jelas,cuma aku menyikapinya dengan positif aja,mungkin dia terlalu sayang dan cinta sama aku,kalau untuk berhubungan dengan wanita lain nggak ada,tapi kalau wanita lain menggoda nya banyak,salah satu nya mami kamu...dia terkadang datang untuk menghancurkan rumah tangga kami" cerita Arini
" terus gimana kamu menyikapi nya bun?" potong Naura penasaran
" aku tidak langsung percaya dengan apa yang aku lihat tanpa melihat bukti langsung,malahan mami kamu sering bilang kalau dia terus berhubungan dengan papi,tapi aku nggak langsung percaya,aku datangi kantor dan saat itu ada mami kamu sedang di maki oleh papi,terus aku balikin lagi kata-kata nya,tapi Alhamdulillah sampai saat ini dia tidak datang lagi mengganggu,mungkin sudah malu"
" kalau papi memang tipe lelaki setia bun,dulu saja sebelum kalian menikah papi bisa menjaga dirinya padahal bisa saja dia bermain wanita di luar sana,tetapi dia tetap menunggu izin ku,apa lagi sekarang yang di dapat kan wanita seperti mu,mana berani papi berpaling"
" memang nya kenapa,kamu ada masalah dengan Arkan?" tanya Arini
" nggak bun....nggak ada,,cuma lagi bosan saja di rumah" elak Naura dia ingin mencari tau dulu apa yang terjadi,takut nya langsung main tuduh malah membuat keadaan semakin kacau
tapi dia ingin memberi kan pelajaran pada Arkan karena sudah berani meninggalkan nya malam-malam sendirian di apartemen
" malam ini aku nginep disini bun" ucap Naura langsung naik keatas
__ADS_1