
pagi ini semua sudah berkumpul di meja makan,,Arini menaruh Daffa dalam stroller nya
" mana mbak Mayang bun,kok Daffa malah di ajak kesini?" tanya Naura yang memang tidak mengetahui pemecatan Mayang
" sudah di pecat" jawab Oma
" di pecat....kenapa ma?" tanya Naura lagi
" oma dari awal juga tidak setuju pakai pengasuh segala,oma kan masih bisa mengasuh Daffa saat Arini tidak ada,tetapi papi mu tanpa diskusi dulu sudah main bawa saja kerumah" jawab Oma ketus
" ya...maaf ma,nggak usah di bahas lagi...aku hanya takut mama dan Arini kecapean makannya berinisiatif sendiri, tau-tau nya malah jadi berantakan" ujar Bagas penuh sesal
" ini pelajarannya juga untuk mu ra,besok kalau sudah menikah dengan Arkan jangan mencari pembantu yang muda,cari yang seusia bik Sumi saja karena kalau yang muda banyak tingkah nya" cerocos oma
__ADS_1
Naura hanya diam saja tidak ingin menanggapi ucapan oma nya karena dia tau kalau saat ini oma sedang kesal dan tidak akan main pecat orang sembarangan jika tidak ada salah..
setelah sarapan Naura pamit untuk ke kampus,dan Bagas pamit untuk berangkat ke kantor
" yank,,nanti siang kalau Daffa nggak rewel ke kantor ya,kita sekalian kerumah sakit" pinta Bagas sambil mencium kening Arini dan di balas Anggukan oleh Arini
setelah Bagas pergi ke kantor Arini masuk kembali kedalam untuk memandikan Daffa
"ma,,nanti siang aku izin ke kantor mas Bagas ya,bisa aku titip Daffa?" tanya Arini saat mengambil Daffa yang di tunggu oleh Oma saat Arini mengantar Bagas ke depan
Arini mendekati mertuanya ini dan duduk di samping nya sambil menggendong Daffa
" maaf kan mas Bagas ya ma,dia sangat menyayangi mama,takut mama kelelahan menjaga Daffa" ujar Arini mencium satu tangan mertuanya ini
__ADS_1
" iya mama maafkan anak nakal itu karena kamu yang memohon nya,Rin...mama boleh minta sesuatu padamu?" ucap Oma
" boleh ma,,apapun kalau aku mampu pasti akan aku berikan,karena aku sudah menganggap mama sama seperti ibu ku sendiri" jawab Arini lembut
" apa pun yang terjadi mama minta kamu jangan pernah meninggalkan Bagas,karena dia sudah pernah merasakannya kehilangan sekali,jadi jangan sampai kamu membuat kerapuhan pada dirinya untuk kedua kali nya,terus terang saat Bagas meminta untuk melamar mu mama sedikit keberatan karena melihat usia mu yang muda,sama dengan Naura masih labil-labilnya tetapi makin kesini makin mama melihat kamu berbeda dengan gadis seusia mu,kamu sangat dewasa menyikapi sifat Bagas,jadi mama minta jangan pernah jenuh untuk berada di samping Bagas" ungkap Oma mengeluarkan uneg-uneg nya...
" ma.....saat mas Bagas mengucapakan ijab qobul saat itu aku menyerahkan seluruh hidupku untuk mengabdi kepada nya,mama tidak usah takut, meskipun mas Bagas yang meminta ku pergi sekuat tenaga aku tetap di sampingnya sampai maut yang memisahkan kami,do'a kan selalu rumah tangga kami rukun dan damai ma,karena kami saling mencintai,jadi aku yakin semua rintangan bisa kami hadapi..." jelas Arini menenangkan mertua nya ini
" terimakasih rin,kalau suatu saat mama pergi,mama bisa dengan tenang meninggalkan Bagas dengan istri seperti mu,dan meninggalkan Cucu ku dengan ibu yang sangat penyayang..." tanpa disadari Oma menitikkan air matanya
" ma.. jangan bicara seperti itu, rezeki,maut dan jodoh semua sudah di atur oleh Allah kita manusia hanya menjalankan nya,tidak ada satu pun di dunia ini yang abadi,baik aku mau pun oma akan sama-sama menghadap sang pencipta,tapi untuk saat ini kita bisa berdo' a untuk kepanjangan umur kita,dan kita nikmati rezeki pemberian Tuhan ini dengan sebaik-baiknya" ucap Arini
" bagaimana kalau minggu ini kita adakan syukuran Daffa dengan memanggil anak panti ma,mungkin dengan di adakan Pengajian di rumah kita membuat mama lebih tenang" usul Arini
__ADS_1
" ide Bagus rin,nanti biar mama suruh Bik Sumi yang belanja semua nya,kamu ajak Bagas ke salah satu panti nanti sore,dan undang mereka"
" ok ma,aku masuk dulu untuk memandikan Daffa ya" pamit Arini masuk kedalam kamar nya....