
selesai dengan acara memasaknya Arini menyiapkan semua makan siang keluarga nya,dia bertekad bukan saja mengurusi bagas tetapi juga oma dan Naura..
selesai makan siang Arini menonton Televisi dengan Oma dan Naura
" minggu depan kalian sudah mulai kuliah?" tanya oma
" iya ma," jawab mereka serentak
" hati-hati berkendara,kuliah yang rajin agar cepat selesai" nasehat oma
tak terasa hari sudah masuk Ashar setelah sholat Arini membaringkan tubuh nya sejenak untuk tidur,,,
Azan magrib berkumandang,Arini segera bangkit
" Astagfirullah,,aku ketiduran sampai magrib" ucapnya
Arini segera mandi dan bersiap sholat lalu keluar untuk menyiapkan makan malam
" biar saya saja buk" ucap bi Sumi
" tidak masalah bik,saya tidak keberatan membantu" ujar Arini ramah
__ADS_1
" Ibu berbeda sekali dengan bu Karin" jelas Bi Sumi
" maksudnya gimana Bik?" Arini sedikit penasaran dengan cerita mantan istri suaminya ini bukan maksud mengungkit tetapi hanya sedikit ingin tau tentang mantan istri suaminya
"bu Karin kasar bu,tidak mau memasak untuk pak Bagas,orangnya cuek suka pergi dari rumah sesuka hati" jelas Bi Sumi
" bukan nya mereka di jodohkan bi?" tanya Arini lagi
" iya,,nyonya besar dulu sangat menyukai buk Karin,tetapi setelah menikah kelakuannya menjadi-jadi,akhirnya mereka bercerai saat Naura masih kecil"
" terkadang saya tidak habis pikir kenapa seorang ibu tega meninggalkan anak nya yang masih kecil,saya saja yang jelas-jelas mencari nafkah terkadang masih suka tidak tega meninggalkan anak saya meski pun hanya sebentar,nah ini malah tidak pulang-pulang dan memilih bercerai" ucap Bu Sumi mengingat mantan majikannya ini
" sudah buk,dari baru menikah dengan mang udin kami sudah bekerja di sini,dulu kami tidak tinggal di sini buk,hanya datang pagi dan pulang malam,tetapi setelah bapak dan bu Karin bercerai nyonya besar meminta saya tinggal di sini untuk mengurus non Naura,kebetulan anak saya sudah besar dan di bawa ke kampung dengan ibu saya...
" sekarang anak bi Sumi di mana?"
" sudah menikah bu,namanya di kampung juga banyak yang menikah muda,sekarang ikut suaminya" terang bik sumi sambil mengangkat piring untuk makan malam
" bukan hanya di kampung bi,di kota juga banyak menikah muda,contoh nya saya heheh" Arini terkekeh mengingat dirinya yang masih muda juga sudah menikah
" kan sudah taman SMU buk,kuliah juga,kalau dikampung mah tamat SMP juga banyak yang sudah nikah"
__ADS_1
"kalau sudah jodoh tidak dapat di tolak bik,asal jangan hamil duluan aja,amit-amit jabang bayi" Arini mengusap pelan perutnya
"mana nanggung dosa sama buat malu keluarga" lanjutnya
" iya bu..makanya bibi mengizinkan anak bibi menikah menghindari fitnah dan zina..." jawab Bi sumi
oma berjalan menuju dapur melihat Arini yang sedang menata meja makan membuat oma mengangkat sudut bibirnya...
" enak sekali ceritanya" sapa oma sambil mendudukkan bokongnya
" he nyonya besar...ini bu Arini ingin tau cerita anak saya di kampung" jawab Bi Sumi
" he iya,,sudah lama ya Sum tidak terdengar kabarnya Mirna sejak menikah" ucap Oma
Naura turut datang dan duduk di samping Oma
Arini menyendok an nasi untuk sang mertua sedangkan Naura sudah mengambil sendiri nasinya
" Alhamdulillah sejak menikah hidup mereka rukun dan damai jadi tidak ada yang harus saya pusingkan nya,bisa bekerja dengan tenang di sini dan mengirim uang untuk cucu" Bi Sumi menuangkan Air pada masing-masing gelas
" bi..tolong letakkan ini di kulkas,nanti mas bagas pulang biar saya panaskan" Arini memberikan dua piring lauk san sayur untuk di simpan agar Bagas pulang bisa memakan masakannya,Arini memang sengaja menyebut mas pada Bagas di depan keluarga Bagas kalau untuk bersama Bagas sendiri dia masih sedikit canggung dan malu...
__ADS_1