Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
di antar pulang


__ADS_3

di dalam mobil Intan hanya diam saja,tanpa berani melihat kearah Om bram,dia malah mengalihkan pandangan nya ke kaca mobil...


" dimana rumah mu?" tanya Om Bram memecahkan keheningan


" hmm...jalan xx Om" jawab Intan gugup


" sudah lama kenal Naura?" tanya Om bram lagi


" sudah....kami bersahabat dari duduk di bangku SMP sampai sekarang" jawab Intan


" wah ..sudah lama ya,,kalian satu kampus?" tanya Om Bram lagi


" iya...tapi beda jurusan Om.."


Om Bram dia sejenak berpikir ingin menanyakan apa lagi,dia juga baru kali ini jalan dengan anak Abege...


" tidak ada pertanyaan untuk ku?" ucap Om Bram membuat Intan menatap nya tak percaya lelaki di usia matang ini meminta Intan bertanya


" hmm....apa ya..aku juga tidak tau mau bertanya apa om" ujar Intan gugup


" kamu bisa menanyakan apa pun, pekerjaan ku,rumah ku,bahkan status ku,asal jangan bertanya usia saja,aku sedikit minder berdekatan dengan mu kalau di bahas soal usia" ucap om Bram terkekeh


Intan tersenyum kecil mendengar ucapan om Bram tetapi senyuman itu sangat manis bagi Om Bram


" kenapa begitu manis,baru kali ini berdekatan dengan remaja membuat jantungku berdegup kencang,, seperti cinta pandangan pertama" batin Om Bram

__ADS_1


" sudah lama tinggal di sebelah rumah Naura Om?" tanya Intan yang mulai berani buka suara


" belum lama, baru seminggu ini, berarti kamu sudah lama tidak main kesana ya,jadi tidak melihat tetangga sebelah Naura"


" iya om sudah lama,tetapi walaupun main kesana aku tidak pernah memperhatikan tetangga kiri kanan Naura,karena Fokus pada Rumah bunda Arini" jelas Intan


" mulai sekarang kamu harus lebih memperhatikan lagi" goda om Bram


" maksud nya?" tanya Intan tidak mengerti


" nanti juga akan tau sendiri,dari tadi kita berceloteh tetapi aku belum mengenal mu nama mu"


" bukan nya om sudah tau,dan mendengar sahabat ku memanggil nama ku tadi"


" nama ku Intan Nugraha om,,"


" nama yang bagus,nama ku Bramantyo Mahendra,aku rekan bisnis Suami Arini dan sekaligus paman nya Arkan,yang paling penting status ku saat ini Duda..." jelas Om Bram


" kenapa dia menjelaskan status nya" batin Intan


" apa kamu keberatan di antar oleh seorang Duda?" tanya Om Bram melihat Intan hanya diam


" tan... Intan.." panggil Om Bram


" he..iya..om,,,apa?" tanya Intan yang tidak Fokus

__ADS_1


" kamu keberatan saya antar pulang?" ulang Om Bram


" tidak...tidak sama sekali..malahan saya bersyukur Om Mau mengantar kan saya pulang kalau tidak saya harus mencari taksi"


" syukurlah....kalau kamu tidak keberatan kapan-kapan akan saya antar lagi" ucap om Bram


" tidak perlu Om,nanti merepotkan om...di simpang sana belok kiri ya om,rumah no tiga rumah saya" ucap Intan memberi petunjuk


tak lama kemudian Sampai di depan Rumah Intan


" kenapa sepi tan?" tanya Om Bram


" mungkin mama belum pulang om,dari rumah adik nya, kalau papa masih di luar kota" jelas Intan


" terimakasih Om sudah mengantar saya" lanjut Intan


Om Bram ingin keluar membuka kan pintu tapi di larang oleh Intan


" saya bisa sendiri om,tidak usah keluar" ucap Intan takut kalau Om Bram meminta mampir kerumah nya,bisa gawat kalau pembantu nya mengadukan pada sang mama...


" baiklah saya pulang dulu" pamit Om Bram setelah Intan keluar dari mobi


" huf..." Intan menghela nafas panjang melihat kepergian mobil Om Bram


tangan nya sudah dingin di dalam mobil Om Bram bukan karena AC tetapi karena posisi mereka di dalam mobil berdua membuat Intan grogi....

__ADS_1


__ADS_2