
pagi ini matahari sudah menyapa sang surya...
udara pagi yang segar, membawa dampak Positif untuk pengantin baru ini...
" ini untuk mu my wife" ucap bram memberikan satu rangkai bunga...
" hmmm... terimakasih" ujar Intan tersenyum
" mas....aku sangat beruntung menikah dengan lelaki dewasa seperti mu"
" aku yang justru beruntung bisa menikahi wanita muda dan cantik seperti mu" puji Bram
" tapi kalau boleh aku jujur aku takut mas..!!" seru Intan
" kenapa?"
__ADS_1
" aku takut tak bisa memberikan mu keturunan" ungkap Intan jujur
" yank....aku menikahi mu tak menuntut anak,kau menemaniku sampai akhir hayat saja sudah membuat ku bahagia,jadi jangan takut....aku tak kan pernah lari dari mu,karena tujuan hidupku hanya kamu" ucap Bram menarik Intan kepelukan nya...
" tapi bagaimana dengan keluarga mu mas?"
" sudah ada Arkan yang menjadi anak dan cucu mereka jika kita belum di berikan kepercayaan berdo'a saja yank,yang paling penting terus berusaha,makanya kalau aku ajak harus mau..." ucap Bram tersenyum
" mulai.....lagi moment romantis malah di kacau dengan pikiran mesum mu" cebik Intan kesal
" kamu lihat nggak yank burung merpati di sana?" tunjuk Bram pada burung yang berterbangan
"kamu tau burung itu sering terbang bebas,tetapi selalu pulang kesangkar nya,begitu juga aku,,sejauh apa pun aku pergi pasti akan pulang pada mu" ucap Bram
" tapi aku tak ingin kau punya tempat singgah mas" ujar Intan jujur takut suami nya berpaling
__ADS_1
" kalau menikahi mu hanya akan menyakiti mu tak akan aku lakukan,,kau bisa menghitung bintang di langit?" tanya Bram dan di gelengi oleh Intan
" banyak kan,, sebanyak itu rasa cinta ku,tidka bisa di hitung,ada atau pun tanpa anak kita akan selama nya bersama" ucap Bram mengecup kening Intan
****
disisi lain Tami berdiri memandangi air laut dari balkon Villa...
" aku harus mampu dan harus bisa melepaskan mu" batin nya
"tam.....maafkan aku yang sudah melukai hati mu,tapi jujur aku sudah mulai nyaman bersama mu walupun dinda masih ada di hatiku...bantu aku Tam,bantu aku untuk lepas dari semua ini,dan di mana akhirnya cuma ada kau dan aku"mohon Rangga pada Tami
Tami tak menjawab sepatah kata pun,saat ini dia berusaha kuat menahan permohonan Rangga,dia takut jika egois mencoba masuk dalam kehidupan Rangga membuat nya tak mampu,tak mampu menahan luka yamg sudah menunggunya di depan sana
Vino yang akan memanggil Tami melihat Rangga berlutut memohon,jantung Vino berdegub kencang takut Tami akan luluh kembali pada Rangga,takut akan perjuangan nya beberapa hari ini sia-sia
" aku yakin,jika Tami jodoh mu tak akan lari kemana,, perjuangkan" bisik Intan yang berada tepat di belakang kakak nya,tadi nya Intan juga akan menghibur Tami tetapi melihat Rangga yang datang Intan menghentikan langkahnya
__ADS_1
" terimakasih dukungan mu dek,tapi kakak takut Tami tak bisa hidup dengan ku,karena kita bukan orang kaya" aku Vino yang hanya seorang pegawai sedangkan Rangga calon dokter dan sudah pasti orang tua nya kaya
" Tami bukan wanita matre,dan lagi kau lelaki tampan dan mapan,,, memang nya hanya CEO yang kaya, pegawai juga banyak yang kaya.. definisi kaya bukan hanya uang kak,tapi Hati juga bisa di kata kan kaya,kau lelaki baik, pekerjaan keras,dan setia,,pasti Tami menyukai mu,hanya saat ini dia belum menyadari nya,, sepulang dari sini pepet terus,jangan biarkan dia kembali pada Rangga,aku mendukung mu" ucap Intan semangat menepuk pundak kakak nya ini...