
tak terasa hari berganti hari,hari ini adalah hari di mana pernikahan Aska dan Irene akan berlangsung,lokasi nya di hotel keluarga mereka....
" wah....om ganteng....!!" seru Naura yang melihat Aska sudah tampil dengan balutan jas pengantin nya
" ini opa muda nya Raka" ucap Arkan sambil menggendong Raka
"kau terlihat seperti orang bodoh jika sedang gugup" goda Bram
" seperti kamu tidak gugup saja saat menikahi Intan" cebik Vino mengingat kalau Bram juga gugup saat itu
" jangan mengejek ku" ucap Aska menepuk lengan Bram
acara ijab qobul pun akan berlangsung...
Arini,Tami,Intan dan Naura duduk di kursi keluarga sedangkan para suami mereka menjadi saksi untuk pernikahan Aska dan Irene..
setelah kata SAH menggema di aula bude Sumi menitikkan air mata nya,,,Irene anak semata wayangnya ,rasanya tidak rela melepas Irene menikah...
Irene menangis sesenggukan di depan ibunya saat sungkeman berlangsung
__ADS_1
" kamu berhak bahagia nak" ucap Bude Sumi
Irene sebenarnya bukan anak Bude Sumi tetapi anak dari istri kedua ayah nya yang sudah meninggal saat melahirkan Irene,hanya Keluarga saja yang mengetahui kisah Irene bahkan Arini pun tidak tau karena dia masih kecil saat itu...
dulu ayah Irene bekerja di pabrik sawit dan menikah lagi, sedangkan bude Sumi di kampung dia tak mengetahui pernikahan suaminya saat itu,Bude Sumi tak bisa memiliki anak karena penyakit yang dia derita mengharuskan bude Sumi mengangkat rahim nya saat itu..dia menerima Irene saat suaminya membawa pulang bayi merah tersebut dan di perlakukan seperti anak kandung sendiri,bukan dia menginginkan harta tetapi dia menginginkan kehidupan yang layak untuk Irene... walaupun dia tak melahirkan Irene tapi rasa sayang nya seperti ibu kandung sendiri,itu lah hal yang membuat Irene tak mau membantah pada ibunya karena pengorbanan bude Sumi selama ini pada nya membuat Irene merasa harus berbakti kepada orang tua sambung nya tersebut...
"sudah jangan menangis nanti riasannya luntur" ucap Bude Sumi menghapus air mata putrinya itu...
" maaf kan Irene jika selama ini sering menyakiti hati ibu" isak Irene
" tidak nduk....kamu anak ku yang paling terbaik" bisik Bude Sumi menitikkan air mata
setelah acara sungkeman berlangsung mereka semua menikmati acara resepsi,,para keluarga dan kolega berdatangan....
" kita periksa dulu yank,habis itu baru pulang " ajak Bram
karena hari sudah sore mereka semua berpamitan satu persatu....
****
__ADS_1
" brug"
lagi-lagi Rangga menabrakan perempuan yang tengah berlari tergesa-gesa,Rangga saat itu sedang praktek di rumah sakit.
" aww...." Ringis perempuan cantik tersebut
" maaf....aku buru-buru" ucap nya
" tidak masalah,dulu aku yang menabrak mu, Sekarang kau yang menabrak ku,kenalkan nama ku Rangga" ucap Rangga menyodorkan tangan nya
" Kirana....maaf aku sedang buru-buru" ucap Kirana berlari kearah kamar jenazah
Rangga yang merasa heran mengikuti Kirana
terlihat Kirana menangisi jenazah seorang laki-laki,,membuat Rangga merasa iba,tetapi aneh ny tidak ada satu pun Keluarga yang datang,hanya perempuan cantik tersebut menangis seorang diri...
Bagas yang mendapat kan kabar kalau ayah Kirana meninggal segera berangkat kerumah sakit...
" bun,,kamu tidak usah ikut....di rumah saja ya" ucap Bagas
__ADS_1
" pih,bawa Kirana kesini dulu, kasihan dia sendirian di sana" ucap Arini
" iya... setelah di makam kan aku akan membawa nya kemari" jawab Bagas mencium kening Arini sekilas lalu pergi