Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
Acara


__ADS_3

Hari yang di nanti pun tiba,hari ini om Bram menikah dengan Intan,, hanya di hadiri oleh keluarga dan sahabat saja..


" yank,,kamu di rumah saja ya..aku takut kamu melahirkan di sana" ujar Arkan pada Naura yang ikut bersiap hendak pergi


" masa' aku nggak boleh ikut by,aku juga ingin melihat Intan menikah" protes Naura


" tapi aku takut kamu melahirkan di sana,di rumah saja dengan oma ya" bujuk Arkan


Naura tidak menjawab ucapan Arkan hanya air mata nya yang keluar


" hufs.... lagi-lagi jurus pamungkas nya keluar"keluh Arkan


" ayo.. jangan terlalu lama berdandan..dan ingat di sana duduk diam saja jangan heboh kesana-kemari, kalau melahirkan di sana kan nggak lucu nikah Om Bram jadi di tunda gara-gara kamu" ucap Arkan lalu keluar kamar


Naura segera menghapus air mata nya dan sedikit berdandan...


berbeda dengan pasangan fenomenal ini


" bun....baju nya mana?" pekik Bagas yang baru keluar dari kamar mandi


" pake batik ini pih,senanda dengan rok yang aku pake" ucap Arini memberikan batik khas Solo untuk Bagas


" kamu pake Kebaya ini bun,kapan kamu beli?" tanya Bagas melotot melihat belahan dada Arini sedikit tampak karena ukuran payudara nya semakin membesar


" sudah lama,tapi tidak di pake' pih karena belum ada acara" jawab Arini santai


" ganti bun,lihat tuh punya ku mau keluar,ke enakan orang melihat pemandangan gratis" kesal Bagas

__ADS_1


" nggak ada yang aneh pih,ini kebaya keluaran terbaru" protes Arini


" kebaya nya memang nggak aneh,tapi yang ngelihat nya aneh,air liur nya netes....ganti...ganti...." perintah Bagas


" masa' harus buka lagi pih,,kan buang-buang waktu"Arini mencoba bernegosiasi


" mau aku yang buka atau kamu yang buka,kalau aku yang buka kamu tau sendiri kan akibatnya,acara sudah selesai baru kita datang" ancam Bagas


" hufs.....iya..iya...aku ganti pake mukena aja sekalian pih" kesal Arini


" kalau kamu nggak malu itu lebih baik" jawab Bagas santai


" laki nggak ada peka-peka nya bini marah...!!!" keluh Arini sambil membuka kebaya keluaran terbaru yang dia beli


Arini mengganti dengan kebaya yang sedikit tertutup tapi tetap modis


"kan pake itu bagus" puji Bagas


" sudah...nanti bisa beli lagi, kebaya tadi sumbangin saja sama orang,kasih Tami atau Naura, jangan coba-coba di pake lagi bun,,aku nggak suka" ancam Bagas lagi


" sekarang sudah punya hobi baru ya pih,ngancem aku mulu"


" hahahaha...bukan mengancam sayang,kamu semakin cantik dan seksi sedangkan aku semakin tua,kalau kamu memakai baju sedikit terbuka ya sudah pasti semua melihat,aku nggak suka punya aku di tatap minat sama orang lain...kamu juga nggak mau kan aku di tatap sama perempuan lain,jadi harus bisa menjaga" ujar Bagas mencium kening Arini


" ayo berangkat keburu siang,satu mobil saja dengan Arkan" ucap Bagas menarik istrinya ini keluar


****

__ADS_1


" kok mendadak gini sih beb acara nya?" tanya Rangga yang menjemput Tami di rumah nya


" nggak tau juga say,kemarin bunda ngabarin Intan masuk rumah sakit,belum sempat jenguk sudah ngabarin mau nikahan aja tu anak" oceh Tami di dalam mobil Rangga


" aku aja nggak sempat beli baju, orang di kabarin nya mendadak,mau ke mall kemarin kuliah sampai sore" lanjut Tami


" gitu aja sudah cantik kok, nggak perlu dandan lagi..." ucap Rangga


" sejak kapan kamu bisa ngegombal say?" tanya Tami malu


" sejak dekat sama kamu" jawab Rangga santai mata nya masih fokus pada jalan raya yang sedikit padat


" jadi kamu mau nya kapan kita tunangan?" tanya Rangga tiba-tiba


" katanya nunggu kamu koas dulu..!!"


" gimana kalau tunangan nya di percepat pas aku Koas kita udah nikah.."usul Rangga


" kalau nggak usah pake' tunangan gimana say, langsung nikah aja..aku takut kalau kelamaan tunangan kita bisa khilaf" ujar Tami


" memang nya kalau sekarang nggak bisa khilaf, hahaha....bisa aja kali beb,itu semua tergantung pada diri kita,tapi inssallah aku masih bisa jaga cara pacaran kita" jelas Rangga


" gimana? aku cuma mau jelas status ini,nggak di tikung orang lagi" ucap Rangga pelan


"memang nya kamu sudah yakin sama aku?" tanya Tami memastikan ucapan Rangga tadi


" inssallah yakin....." jawab Rangga cepat

__ADS_1


" ya sudah,, nanti aku bicara sama mama ya"


tak terasa mereka sudah sampai di kediaman rumah Intan yang sudah ramai....


__ADS_2