
tak terasa weekend pun sudah datang,,sabtu ini Bagas dan Arini memboyong dua anak l dan pengasuh mereka ke Jakarta,,Begitu juga dengan Naura dan Arkan serta Raka mereka juga berangkat ikut mengunjungi Aska dan Irene
Intan baru datang kerumah Arini,semalam Arini menghubungi nya,,
" tidak bisa kah salah satu di antara kalian tinggal saja,aku juga butuh teman" cebik Tami yang tidak bisa ikut karena usia Vita masih dua minggu Vino tak mengizinkan nya ikut pergi.
" hanya satu hari" bujuk Naura
" iya....kami tak kan meninggalkan mu lama" sahut Arini
" tapi kompleks ini akan terasa sepi tanpa kalian" ujar Tami
" sudah lah yank,,tidak lama...nanti minta mama menginap di tempat kita" bujuk Vino " kalau tidak kita yang kesana..."serunya
" kita saja kak yang menginap di sana" Jawab Tami lemah
" kalau kalian kesana siapa yang jadi penunggu kompleks" canda Intan
" kau kira kami satpam" sahut Vino menatap Intan horor,dia sedang membujuk istrinya ini malah di kacau kan Intan
" abang Raka nggak kasihan ninggalin dedek Vita?" ucap Tami mencoba mempengaruhi Raka agar merengek tidak pergi
__ADS_1
Naura langsung membisikan sesuatu di telinga Raka " di sana ada dedek yang lebih cantik dari Vita"
Raka seolah menulikan telinganya dari ucapan Tami...
" hanya segitu rasa suka mu pada anak ku,awas saja kalau pulang,aku akan mengurung anak ku" cebik Tami kesal melihat sikap cuek Raka
" hahahaha......cucu ku masih kecil Tam,jangan di pengaruhi" sahut Arini
" sudah,,ayo berangkat...sudah siang" ucap Bram mengakhiri drama mereka pagi ini
Akhirnya dengan berat hati Tami melihat keberangkatan Keluarga nya ini...
" ayo pulang.....kita bersiap berangkat ke rumah mama" ajak Vino menarik Tami
" sebenarnya aku sedikit tidak tega mas melihat Tami bersedih,tapi aku juga ini jalan-jalan ke Jakarta,kamu tidak pernah mengajak kami keluar kota kecuali memang liburan Keluarga" ucap Intan pada Bram
" bukan nya kalau kita pergi memang selalu bersama keluarga besar,mana mau Cs mu di tinggalkan" sahut Bram mengingat kalau Sahabat istrinya ini tak kan mau di tinggal lagi pula setiap weekend mereka selalu ada acara keluarga
Intan hanya tersenyum mendengar ucapan Bram...
" yank kamu sudah melihat foto anak Aska?" tanya Arkan
__ADS_1
" sudah"
" kamu tidak tertarik??" ucap Arkan mencoba mempengaruhi Naura
" iya" jawab Naura singkat
" jadi kita bisa tambah lagi yank?"
" tambah apa??"ucap Naura pura-pura tidak mengerti dan sibuk dengan ponselnya
" anak lah,, memangnya apa lagi" kesal Arkan
" hmmmm...belum aku pikirkan by"
" pikir kan lah yank,mana tau kamu tertarik untuk menambah anak,biar rumah kita bertambah ramai yank" bujuk Arkan
" bukan aku tidak mau by,Raka masih kecil,,biarlah satu dulu"
" anak perempuan bisa di kasih gaun cantik lo yank" Arkan mencoba bernegosiasi
"belum lah by,aku masih menikmati mengasuh Raka sendiri"
__ADS_1
Arkan menggeleng kan kepalanya seperti nya Naura memang tak bisa di ajak kompromi soal menambah anak saat ini..
Naura bukan tidak mau menambah anak,dia ingin menikmati mengasuh Raka,dia takut Raka merasakan kekurangan kasih sayangnya jika hamil kembali,, berbeda dengan Arkan yang hanya anak Tunggal,papa dan mama nya juga menginginkan cucu yang banyak karena selama ini rumah sangat sepi...