Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
meradang


__ADS_3

Mereka mengajak anak nya bermain di pinggir pantai kecuali Vita dan Aira mereka masih kecil yang saat ini di temani pengasuh mereka..


Daffa membuat rumah dari pasir,di bantu oleh Raka dan Kembar D,Arini dan Intan serta Naura,Irena menemani anak mereka bermain...


Tami dan Vino sedang menikmati waktu berdua mereka berkeliling pantai,,Rangga dan Kirana hanya memperhatikan dari kejauhan...


Rangga saat ini extra hati-hati menjaga Kirana karena hamil muda..


" kamu tau saat liburan ke Bali dulu kami juga berpasangan saat itu aku dan Tami,tapi ternyata dia bukan jodoh ku,,aku sempat berpikir tak ingin lagi berpacaran karena hanya akan ada kata terluka dan melukai,,tapi Tuhan berkata lain aku di temukan dengan perempuan lembut seperti mu" ucap Rangga mengelus perut Kirana pelan


" aku sempat mendengar kisah kalian tapi aku tak pernah tau secara detail,bukan nya aku meragukan mu,tapi aku hanya ingin mendengar dari bibir mu apa kau sudah sepenuhnya mengikhlas Kak Tami untuk kak Vino?" tanya Kirana


" hmmm.....awalnya memang belum,tapi sejak bertemu dengan mu aku mengerti kalau jodoh itu tak bisa di paksakan,,aku mengerti arti mencintai seseorang,, seperti aku mencintaimu tak sekali pun aku ingin melihat kau terluka apa lagi menangis" jawab Rangga menatap Kirana penuh cinta


" terimakasih beb,kau membuat hidupku berwarna,aku pikir dengan kematian papi membuat hidupku berantakan dan tak tau arah,tapi dengan kematian papi membuat semua terbuka,aku di ambil oleh papi Bagas dan bisa bertemu dengan mu,, masuk di tengah-tengah keluarga ini....aku sangat bersyukur..tak ada lagi anugrah yang lebih besar dari pada ini" ungkap Kirana menangis


Rangga langsung menghapus air mata Kirana


" kau apa kan anak ku?" ucap Bagas mendekat pada mereka

__ADS_1


" Kau membuat papi salah sangka sayang" gumam Rangga


" tidak pi,aku hanya sedang bersyukur bisa bergabung bersama kalian" ungkap Kirana membela suaminya


" kau adik Naura satu ibu,jadi memang seharusnya masuk di keluarga kami" sahut Arkan yang ikut bergabung sedangkan Aska malah memilih bergabung dengan Para Wanita...


" ya... bergabung di keluarga kalian seakan tak memiliki beban hidup,selalu saja ramai dan membuat damai" ujar Rangga


" tapi satu hal,kau harus bisa belajar menjadi bucin, karena kami para lelaki yang memuja istri dan menghormati nya" lanjut Arkan tertawa


" mana om Bram?" tanya Rangga


sedangkan Om Bram saat ini sedang menuju Toilet dia merasa perutnya tidak enak sesudah sarapan tadi..


keluar dari toilet Bram sudah di tunggu oleh Monica, Monica yang melihat Bram berjalan sendiri merasa ini kesempatan bagus untuk berbicara berdua...


Bram berusaha menghindar dari Monica


" Bram..." ucap Monica bergetar

__ADS_1


" maaf aku ingin menemui istriku segera" jawab Bram hendak pergi tapi di hadang Monica


" beri aku kesempatan untuk meminta maaf atas perceraian kita di masa lalu"


" tak ada yang perlu di maafkan,aku sudah menghapus mu dari daftar riwayat hidup ku" ucap Bram sinis


" kau terlalu kejam Bram,saat itu aku hanya masih mementingkan ego ku,dan saat ini aku menyesal...mohon Bram,beri aku kesempatan untuk memperbaiki nya" ucap Monica mengiba


" maksudmu??"


" aku tak ingin kembali aku tau posisi ku sudah di gantikan bahkan mungkin tak kan bisa menggeser posisi istri mu saat ini tapi aku hanya ingin kita berdamai dengan masa lalu" bujuk Monica


" bagus jika kau sadar diri" ketus Bram


" aku hanya minta menjadi adik mu saja tidka lebih karena aku tak mempunyai siapapun saat ini Bram, bahkan aku sudah di vonis mempunyai penyakit,,jadi aku tak kan hidup lebih lama" Mohon Monica memeluk tubuh Bram


Bram ingin menolak tetapi rasa iba nya saat ini lebih dominan membuat nya tak tega menolak Monica tapi tiba-tiba Intan datang dan menarik Monica,hati intan sudah meradang melihat pemandangan yang paling tak ingin di lihatnya..


" Plak..." tamparan keras di layangkan Intan di pipi Monica, baru kali ini Intan berbuat kasar karena dia merasa Monica sudah kelewat mengganggu miliknya...

__ADS_1


" yank...." pekik Bram menarik Intan kepelukan nya....


__ADS_2