Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
Nasehat Arini


__ADS_3

Naura menghabiskan separuh bubur buatan Arini..


" wah....sudah mulai makan makan ya ra,,ini susu dan obat nya" ucap Arini memberikan segelas susu dan obat


" sudah bun" ucap Naura memberikan gelas kosong nya


Arini duduk di sebelah Naura


" bagaimana rasa nya sekarang?" tanya Arini


" sudah lebih membaik bun,,"


" kamu harus lebih memikirkan anak mu,dalam rumah tangga kita harus lebih mengesampingkan ego kita ra, tidak ada salah nya mendengarkan dulu penjelasan Arkan" ucap Arini


" tapi setiap melihat wajah nya aku selalu teringat pengkhianatan nya bun"

__ADS_1


" dia belum tentu berkhianat,mungkin dia punya alasan atas apa yang di lakukan nya,ra kamu istri sah nya,ada calon anak dia yang kamu kandung jadi kamu lebih berhak atas semua yang ada pada Arkan kalau kamu mengalah pelakor di luar sana akan dengan senang hati menampung suamimu"jelas Arini


" jadi aku harus bagaimana bun??"tanya Naura


" lawan ra,bukan malah mengalah...kamu tidak merebut milik orang lain jadi kamu harus mempertahankan milik mu, kasihan jika anak kalian lahir tanpa Keluarga lengkap..papi dan aku memang sudah pasti akan menyayangi nya tetapi dia lebih butuh kasih sayang ayahnya,jadi mengalah lah sedikit untuk mendengar penjelasan Arkan" nasehat Arini


" saat ini kamu belum merasakan nya,ikatan batin antara ayah dan anak juga kuat lo ra,apalagi saat di dalam kandungan,saat dia merindukan ayah nya akan lebih menyiksamu,dulu sewaktu aku hamil Daffa malah tidak mau jauh-jauh dari papi,tidur saja harus di bawah ketiak papi mu" ungkap Arini sambil terkekeh


" tapi aku tidak merasakan apapun bun"


" saat ini belum,nanti pasti akan ada,ntah itu ingin selalu bersama suami,atau ingin selalu manja dengan suami,atau pun selalu ingin mencium bau suami,pasti ada rasa ikatan yang terasa"jelas Arini lagi


" rebut kembali dia,tidak akan menurunkan harga diri mu merebut suami sendiri demi anak kalian"


" kalau begitu,aku keluar dulu..papi mau pergi bekerja,mandi lah sebentar lagi Arkan akan datang ke atas, sekarang dia sedang sarapan" Arini segera membawa piring kotor dan keluar dari kamar Naura

__ADS_1


" sudah Sarapan Naura bun?" tanya Bagas saat berjalan ke arah luar


" sudah,,papi sudah mau berangkat?" tanya Arini


" iya,,jagoan kita belum bangun?"


" belum...biarkan saja,semalam dia sedikit rewel,,ayo aku antar ke depan " ajak Arini


" oh..ya,,bersihkan diri mu kan,lalu temui Naura di atas, tidak mungkin menemui istrimu dalam keadaan seperti Zombie begitu" sindir Arini lalu berjalan beriringan dengan Suaminya


"bagaimana keadaan Naura bun?" tanya Bagas saat mereka sudah di teras


" sudah lebih baik pih,semoga mereka bisa menyelesaikan masalahnya hari ini,,karena aku tau hamil itu susah pih,apa lagi suami tidak ada di samping kita, walaupun kita menyayangi Naura pasti dia merindukan kasih sayang suami nya"


" kamu memang istri dan ibu yang baik,aku memang tidak salah memilih dan mencintai mu yank,sampai saat ini rasa cintaku selalu bertambah tiap hari nya untuk mu,kamu selalu bisa menjadi penenang di rumah ini..." Bagas mencium kening Arini sejenak

__ADS_1


" pagi-pagi sudah menggombal,sudah sana berangkat ke kantor" ujar Arini menarik tangan Bagas untuk di salami


" iya bun,,nanti sore sepulang kantor kita kerumah Rindu untuk menjenguk Syifa" ucap Bagas dan di balas Anggukan oleh Arini


__ADS_2