
Arini meletakkan Daffa di box bayi nya, setelah itu Arini segera masuk kekamar mandi
" yank,,tadi Bude Sumi bilang jangan lupa,jangan lupa apa yank?" tanya Bagas yang sedang berbaring di ranjang sambil mengecek ponselnya
" itu,,tadi dia nanya kerjaan buat Iren pih,tahun ini kan anak nya tamat sekolah,cuma nggak mau jadi OB" ucap Arini jujur sambil mengoleskan crem malam nya
" o...." jawab Bagas
" kok jawaban nya gitu yank" tanya Arini heran mendekat ke ranjang
" terus mau nya gimana istri ku tercinta" Bagas menangkup kan dua tangan nya pada wajah Arini
" ya,,bude Sumi nanya ada kerjaan atau nggak buat Iren,aku bilang nanya dulu ke kamu,malah jawaban nya O" ucap Arini kesal
" aku bingung mau jawab nya yank"
" kenapa musti bingung pih"
" kan nyonya nya kamu,setiap apapun yang aku lakukan harus seizin kamu,jadi kalau mau ngasih kerjaan sama Iren juga harus sepengetahuan kamu,aku tidak bisa memutuskan nya sendiri yank,takut kualat" ungkap Bagas terkekeh mengingat keputusan nya tempo hari membawa Mayang tanpa izin Arini
__ADS_1
" hahahha....rupanya suami ku ini sudah belajar dari pengalaman ya" olok Arini
" kalau memang kamu mau nya Iren bekerja di perusahaan kita bisa saja aku letakkan dia jadi asisten pribadi Aska"
" Asal jangan jadi asisten mu saja,cukup mbak Anita dan Aska saja,aku cukup mengenal Anita dia bukan tipe pelakor" potong Arini cepat
" memangnya Iren tipe pelakor?" tanya Bagas
" aku tidak begitu dekat dengan nya,aku bisa saja percaya pada Iren tapi tidak pada bude Sumi,jadi jangan coba-coba ada yang menganggu milik ku" ancam Arini
" kenapa harus percaya pada orang sayang,percaya saja pada suami mu ini,aku tidak akan mungkin mendua,kalau dirimu sudah sempurna..."
"semua lelaki akan berkata seperti itu saat bersama pasangan nya,tetapi bila sudah bosan ada saja salahnya" cebik Arini
" kalau kamu berani macam-macam aku tidak akan pergi dari mu,tetapi akan membalas mu dengan cara selingkuh" ancam Arini dengan menunjukan jari nya di hidung Bagas
Bagas menggeleng cepat" jangan sayang,aku janji akan setia,jangan pernah berniat selingkuh dari ku,kalau kamu tidak ingin aku membunuh orang" ucap Bagas memeluk Arini yang di peluk hanya tertawa karena berhasil membuat lelaki bucin ini ketakutan
" ayo segera tidur,besok kami harus berangkat kekantor" ucap Arini
__ADS_1
" jadi bagaimana keputusan mu sayang? apakah nyonya Atmadja ini mau menambah karyawan di kantor?" tanya Bagas saat mereka sudah berbaring di ranjang
" kalau untuk Aska tidak masalah,asal jangan untuk mu" ucap Arini tegas
" hahaha.... ternyata kau sangat mencintai ku sayang" peluk Bagas erat pada tubuh Arini dan mereka berdua memejamkan mata karena hari ini Arini merasa sangat lelah...
****
pagi hari ini semua anggota keluarga sudah di sibukkan dengan kegiatan masing-masing,,
Arini sudah selesai membuat kan sarapan untuk Suaminya sedangkan Bagas sedang bermain bersama Daffa di kamar,Naura sibuk dengan dandanan nya karena akan pergi ke kampus sedangkan oma pagi ini sedang yoga di taman belakang semua anggota keluarga ini sudah ada jadwal masing-masing....
" sayang...ayo bersiap,Daffa nya sama aku dulu" Arini memanggil Bagas di kamar
" Sama bunda lagi ya sayang papi,papi mau mandi dulu" Bagas memberikan Daffa pada Arini karena dia akan bersiap ke kantor
setelah sarapan Arini mengantar kan suaminya sampai ke teras depan
" papi pergi dulu ya sayang, baik-baik dirumah,jangan buat bunda lelah" pesan Bagas sambil mencium pipi Daffa dan kening Arini
__ADS_1
" iya papi....cari uang yang banyak untuk kami" ucap Arini menirukan suara Anak kecil dan mencium pipi suaminya ini
Bagas segera meninggalkan pekarangan rumah mereka,dan Arini segera masuk kedalam