
Intan keluar dari kampus nya,,dia menuju gerbang kampus untuk mencari taksi tetapi mobil Bram sudah menunggu nya di depan
" om Bram" ucap Intan bingung melihat Bram ada di sana
" ayo naik princess" ucap Bram
Intan naik kedalam mobil om Bram dan om Bram menjalankan mobilnya meninggalkan pekarangan kampus
" kenapa bisa di depan kampus ku Om?" tanya Intan
" aku sengaja menunggu mu,dari malam tadi kamu tidak menjawab pesan ku"
" maaf...aku tidak melihat nya" alasan Intan
" tidak melihat tetapi sudah centang biru" ucap om Bram membuat Intan menunduk
" kamu kenapa princess??" tanya om Bram heran melihat Intan yang sedikit murung
" tidak...aku hanya kurang enak badan om" elak Intan
" semalam masih baik-baik saja,kenapa pagi ini tidak enak badan?" tanya om Bram menatap curiga
" ntah lah om,,aku juga tidak tau"
Om Bram menepikan mobilnya di pinggir taman
" ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari ku?" tanya Bram memegang tangan Intan
__ADS_1
" katanya ingin hubungan yang serius,kalau kamu ingin hubungan ini berjalan baik cobalah untuk jujur,sehingga aku bisa mencari solusi bila ada masalah" ucap Om Bram menatap Intan
" om...." panggil Intan lirih
om Bram menatap Intan tanpa berkedip
" Om...papa ku melarang ku untuk berpacaran" ungkap Intan jujur
" huf....." om Bram menghela nafas panjang
" om bisa cari wanita lain om...sebelum kita memulai semuanya,aku takut Om kecewa pada ku" ucap Intan pelan
Intan harus menahan rasa nya pada om Bram dia juga tidak ingin memberikan Om Bram harapan palsu...
" aku ingin bertanya pada mu,kamu menyukai ku?" tanya om Bram
Intan menganggukan kepala,jujur sejak om Bram mengantar kan nya pulang dia sudah terpesona dengan ketampanan Om Bram,apa lagi sikap dewasa Om Bram dalam memperlakukan nya malam tadi...
Intan mengangguk kembali
" lalu apa yang kamu takut kan akan membuat ku kecewa kalau hati dan cintamu akan kamu berikan pada ku?"
" aku takut papa dan mama tidak menyetujui hubungan kita,aku takut kalau selama aku berhubungan dengan om aku hanya menjadi penjaga jodoh orang" ungkap Intan jujur
" hahahaha....aku bukan anak Abege lagi Ntan,aku sudah dewasa,kalau kau benar-benar mau serius dengan ku,akan aku perjuangkan cinta ini....." tegas Om Bram
" biarkan aku menyakini orang tua mu kalau aku pantas untuk meminang mu" lanjut nya
__ADS_1
Intan menangis terisak melihat Om Bram yang mau berjuang untuk nya...
" baiklah om,aku juga ingin ikut berjuang bersama mu" isak Intan
Om Bram meraih tubuh Intan untuk di peluk nya..
" jangan menangis lagi,serasa aku sedang membujuk anak ku" goda Om Bram sambil menghapus Air mata Intan dengan tangan nya
" makanya jangan menyukai Abege seperti ku,karena aku masih suka menangis" kesal Intan
" mau di apakan lagi,hati ku yang memilih Abege ini,,,aku tidak bisa menolak nya" Ucap Om Bram terkekeh
Intan memukul pelan dada Om Bram karena kesal dengan godaan nya
" awww...sakit sayang" rengek Om Bram manja
" makanya jangan menggoda ku" cebik intan melepaskan pelukan Om Bram
"mau turun atau tidak?" tanya Om Bram
" tidak...aku lapar" ujar Intan malu
"air mata yang keluar tapi perut mu yang lapar" canda Om Bram lagi
" kalau tidak mau membelikanku makan antar saja aku pulang" kesal Intan
" cup...cup...cup..jangan marah sayang,jangan kan membelikan mu makanan, membelikan restoran nya saja aku mau,jangan meremehkan ku...."
__ADS_1
" gombal....ayo cepat...aku sudah lapar..!!!" ketus Intan
Om Bram segera menjalankan mobilnya mencari restoran terdekat...