Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
Kejutan untuk Intan


__ADS_3

Rencana lamaran Vino pada Tami minggu di laksanakan minggu depan,, weekend ini Bram akan mengadakan acara syukuran untuk kehamilan Intan dan bertepatan pada ulang tahun Intan yang ke 21..


" acara apa?" tanya Arini saat Bram main kerumahnya tanpa Intan


" nyonya ulang tahun dan acara syukuran kehamilan" sahut Bram


" si nyonya sekarang jarang keluar om,kenapa?"tanya Naura yang ikut juga berkumpul dalam rangka memberikan kejutan untuk Intan


" memang om yang melarang nya,takut kandungan nya kenapa-kenapa soalnya ada dua nyawa sekaligus yang dia bawa..." jelas Bram


" jadi acara nya di mana?" tanya Arkan


" di hotel yang baru kita bangun kan, sekalian peresmian dan ulang tahun tante mu"


" wah...hotel nya sudah jadi kan,,boleh donk launching nya nginap di sana....kasih fasilitas gratis" ucap Arini


" nyonya bos suka yang gratisan sekarang" sindir Arkan


" ingat aku mertua mu" canda Arini membuat Arkan terdiam


" saat pernikahan Vino dan Tami kita semua menginap di sana Rin,,hotel itu sengaja aku bangun untuk usaha keluarga kita, investasi suami mu juga ada di sana,bahkan Kak Vino pun juga ikut menanam saham" jelas Bram

__ADS_1


" nanti setelah kan Vino dan Tami menikah setiap weekend kita akan Liburan keluarga di sana,semua anggota keluarga harus ikut termasuk oma-oma nya,untuk mempererat tali persaudaraan kita,jangan sampai terputus hingga kakek-nenek..." lanjut Bram


" kok kamu nggak bilang sih piih?" tanya Arini


" untuk Daffa bun,kalau untuk Naura sudah ada Arkan,Bram juga untuk Anak nya" jelas Bagas


" tapi kenapa tidak diskusi dulu"


" kalau diskusi sama nyonya susah,,,bawel...tinggal enak nya saja deh dapat transferan tiap bulan" bela Bram


" bukan begitu om,aku harus tau apa saja yang menjadi aset nya saat sudah menikah dengan ku,takut nya nanti kecolongan pelakor,kan nggak lucu aku istri sah nya nggak tau"


" mana ada pelakor yang mau sama ku bun,uang nya di kamu semua,,mengharapkan tubuh ku yang sudah tua ini tidak akan ada yang mau" ujar Bagas terkekeh


" itu karena mereka heran Ayah jalan sama anak terlalu mesra" ejek Bram


" om suka nggak sadar diri" cebik Arini kesal pada Bram


" sudah....kalau Arkan yang di perebutkan bisa jadi,kalau aku dan Bram sudah tua" ucap Bagas


" jangan pih,, aku nggak rela" potong Naura cepat

__ADS_1


" sudah..kembali ke topik awal,nanti malah aku yang kena" ujar Arkan cepat mengalihkan pembicaraan


" jadi konsepnya gimana?" tanya Arini


" Konsepnya kaya' peresmian biasa saja,tapi Intan nggak boleh tau ya,jangan ada yang ember....biarkan nyonya itu penasaran pada pesta nya,,nggak usah pake dress code,,bebas saja,tapi undangan terbatas takut nya sesak,buat nyonya nggak nyaman..." jelas Bram


" dekorasi sudah ada om?" tanya Naura


" sudah di urus sama kak Vino dan Tami,,minggu depan nya di lanjutkan dengan Pertunangan mereka di sana juga...." jawab Bram


" wah...bakal banyak acara nih kita...!!" seru Naura


" iya...makanya aku nggak boleh Intan keluar takut terlalu lelah,,, untung sekarang mual-mualnya sudah sedikit berkurang,tetapi ngidam nya itu Lo yang nggak bisa di tolerir,selalu minta makan jam 2 malam,mana jam rawan banget buat aku...." ucap Bram mengingat tingkah Intan yang selalu manja dan tidak mau berjauhan dengan nya saat ini saja dia pergi saat intan sudah terlelap tidur


" itu cobaan Bram,lagian jangan bikin nya saja yang mau,giliran ngidam nya ngeluh" ucap Bagas


" iya....tapi aku salut sama Intan,nggak pernah ngeluh,padahal awal kehamilan muntah nya parah banget" cerita Bram


" dia sudah lama menginginkan anak itu om,,jadi memang sekuat tenaga dia perjuangan,tinggal om yang harus mendukung nya dan harus selalu sabar menghadapi bumil, karena mood orang hamil berubah-ubah" jelas Arini


" iya Rin,,do'a kan yang terbaik untuk Intan dan anak-anak ku ya"

__ADS_1


" amiiinnnn" ucap mereka semua...


__ADS_2