Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
Rindu


__ADS_3

"sayang kita tidak usah pulang sekarang ya,,aku takut bunda melihat mu dengan mata sembab seperti ini malah jadi salah sangka"ungkap Arkan yang benar-benar sangat Khawatir


" tidak masalah yank,bunda orangnya pengertian,nanti juga aku akan ceritakan pada nya,karena antara kau dan dia tidak ada yang ditutup-tutupi" jelas Naura


"haa.....jangan bilang masalah malam pertama pun kamu jelaskan pada Bunda" tebak Arkan


" kalau untuk yang itu ada privasi nya,bunda juga tak akan mau menanyakan, pikiran kamu saja yang kejauhan,,,aku lelah by,cepat kan mobilnya" pinta Naura


" tidak bisa yank,jalanan ramai,tidak lucu kan kita pengantin baru berakhir di rumah sakit"


" amit-amit...jangan sampai,,kalau begitu sedang saja,aku ingin tidur dulu By kalau sudah sampai bangun kan aku" perintah Naura


" baik tuan putri,,silahkan tidur" ujar Arkan tersenyum melihat istrinya yang sudah mulai tenang


***


" kenapa Kak ra,kok mata nya sembab gitu?" tanya Arini saat melihat Naura pulang


" by kamu masuk saja duluan,aku mau cerita sebentar sama bunda" ucap Naura menatap Arkan


Arkan melangkahkan kakinya kelantai Atas,sedangkan Arini menitipkan Daffa pada Oma


" di taman belakang aja ra" ajak Arini menarik tangan Naura


" ada apa?" tanya Arini saat mereka sudah duduk di taman belakang..


"tadi aku sudah bertemu dengan mami,dia menginginkannya uang dari kami,sudah ku duga kalau mami hanya mau uang ku bun"


" lalu kamu berikan?" potong Naura


" Arkan yang memberikan nya 30 juta,awalnya dia meminjam tetapi Arkan ikhlas memberikannya,lalu dengan tidak tau malu nya dia bilang jumlah 30 juta itu sedikit,bahkan dia sampai menghina Arkan bun"jelas Naura menetes kan Air matanya


" lalu kamu diam saja?" tanya Arini


.


" aku mungkin sudah jadi anak durhaka bun dengan melawan nya,tetapi dia terlalu menginjak harga di suamiku,dan selalu mengungkit kalau dia yang sudah melahirkan ku" terang Naura lagi


" sudah lah ra,jangan di pikirkan lagi,kamu baru menjalani rumah tangga bersama Arkan jangan sampai stress tidak baik untuk mu,bukan kah kalian berencana mempunyai anak secepatnya,jadi jangan jadi kan ini beban,tidak usah di temui lagi jika akhirnya hanya pertengkaran yang terjadi" nasehat Arini

__ADS_1


" iya bun,,,tapi tolong jangan cerita dengan papi,pasti dia akan marah besar bun,apalagi Oma..." pinta Naura


" baik lah, Sekarang bersih-bersih,temani suami mu dia atas"


" iya bun,,terima kasih,kamu selalu ada di sampingku,dan selalu menjadi pendengar yang baik untuk ku" Naura memeluk Arini


***


malam ini sesuai dengan dugaan Arini dia tidak dapat tertidur pulas karena tidak ada tangan kekar tang memeluk nya,,kali ini Arini tidur memeluk Daffa,dia sengaja tidak meletakkan Daffa pada box nya karena Arini sendiri susah untu tidur...


" duh...kenapa aku gelisah sekali ya,,apa papi sudah tidur" gumam Arini


" kenapa dia tidak menghubungi ku malam ini,,enak sekali aki-aki itu tidur nyenyak sedangkan aku tak bisa tidur" kesal Arini membolak-balikan badan nya


Bagas di sebrang sana juga tidak bisa tidur karena selama ini sudah terbiasa memeluk Arini,tetapi dia tidak ingin menghubungi istrinya takut mengganggu Arini dan takut kalau bertambah rindu mendengar suara istri nya itu...


" yank...aku tidak bisa tidur,besok akan segera aku selesaikan semua urusannya,,aku tidak ingin lagi ke Jakarta sendiri..." gumam Bagas yang malam ini memutuskan untuk begadang menyelesaikan mengecek laporan nya...


" memang benar kata Dilan rindu itu berat..huf..." Bagas menghela nafas berat..


waktu sudah menunjukan pukul 1,Arini sempat terlelap sebentar lalu bangun kembali,dia benar-benar tak menikmati waktu istirahat nya malam ini,Arini lebih memilih mengambil Wudhu dan melakukan sholat tahajud...


sedangkan Bagas baru selesai berkutat dengan laptop nya pukul 2 lewat,mata nya baru mulai mengantuk....


pagi ini Arini bagun karena tangisan Daffa,seusai Sholat subuh Arini memejamkan mata nya kembali...


" cup...cup...cup...sayang bunda,mau mimik" ujar nya memberikan Asi pada Daffa


Arini meraih ponselnya dengan satu tangan


" astaga...sudah jam 9 saja,,,pantas Daffa lapar" ujar Arini


setelah Menyusui Daffa mereka mandi dan turun kebawah


" kenapa kaya' zombie tu mata bun" ledek Naura


" nggak bisa tidur rin? Daffa rewel?" tanya Oma


" nggak ma?" jawab Arini

__ADS_1


" terus?"


" ya kangen papi nya lah ma, orang nggak pernah di tinggal" celetuk Naura


" hus.... jangan bicara sembarangan sama orang tua" tegur Oma


" hehehe..maaf bun,,by mau sarapan apa?" tanya Naura pada Suaminya


" nasi goreng aja yank" jawab Arkan


" mau kemana kan udah rapi?" tanya Arini


" mau ke kantor bun,sudah lama cuti,jadi hari ini harus masuk kantor, pekerjaan sudah menumpuk" jelas Arkan


" tapi kalian masih nginap di sini kan?"


" iya bun,sampai papi pulang kami di sini, kasihan juga Naura kalau sendirian di apartemen"


" bagus lah...jadi aku tidak kesepian,,nanti kita ngemall aja kak ra,bosen di rumah terus" ajak Arini


" ok...tapi Daffa gimana bun?"tanya Naura


" Daffa sama oma saja,kalian pergi saja berdua,hari ini oma kasih waktu buat senang-senang,,tapi jangan lupa bawakan Oma tas keluaran terbaru" perempuan yang sudah lebih setengah abad ini memang pengoleksi tas branded karena dia masih rutin mengikuti acara pengajian dan Arisan dengan berganti-ganti model tas...


Naura mengantarkan suaminya ke depan pintu


" by,,nanti kamu pulang jam berapa?" tanya Naura saat menyalami Arkan


" belum tau yank,soalnya pekerjaan pasti menumpuk,kalau kamu mau jalan-jalan silahkan tetapi sore sudah pulang ya,aku takut kamu lelah"


"iya by,palingan pas Ashar sudah di rumah,nggak mungkin juga Bunda mau ninggalin Daffa lama-lama"


" iya... hati-hati di jalan ya,, jangan lupa kartu yang aku kasih kemarin di pakai,jangan pakai kartu papi" ingat Arkan mencium kening Naura singkat


Naura melambaikan tangan nya melihat kepergian Arkan


" bun,aku siap-siap dulu ya" ujar Naura naik kelantai atas kamar nya


Arini bersiap memompa Asi nya untuk stock saat Daffa di tinggal lalu masuk kedalam kamar untuk bersiap

__ADS_1


__ADS_2