Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
cerita


__ADS_3

Tami lari masuk kedalam kamar nya kembali,dia membaringkan tubuhnya, pura-pura tidur agar oma tak curiga,tetapi air mata nya terus mengalir....


Din....maafkan aku dan mama...... hubungan ini tidak bisa kita lanjutkan kembali,,aku mencintaimu,,sampai saat ini masih mencintai mu tetapi aku tidak bisa menyakiti hati Tami,,tolong Din jangan katakan apa pun pada Tami aku tidak ingin melukai nya,Tami gadis yang baik kau pun juga,gadis yang baik akan dapat jodoh yang baik pula,maaf kan aku untuk semua ini Din" ujar Rangga lalu pergi meninggalkan Dinda


" ngga....Rangga...aku masih sangat mencintai mu" pekik Dinda dan dapat di dengar oleh Vino sekilas karena dia juga berada di tempat yang sama hanya saja tidaka melihat kejadian antara Rangga dan Dinda..


" Dinda mencintai Rangga" gumam Vino lirih menatap pada Dinda yang menangis sendiri di atas pasir...


awalnya Vino ingin menghampiri Dinda tetapi dia takut kalau mengganggu Adinda Vino lebih memilih memperhatikan Adinda dari kejauhan agar tidak terjadi apa-apa...


***


pagi ini sepasang pengantin baru ini masih meringkuk didalam selimut setelah sholat subuh Bram dan Intan melanjutkan acara tidur nya karena semalam sudah berperang sampai larut malam...


Intan mengerjapkan mata nya karena merasakan lapar yang menyerang


" Mas...lapar" rengek Intan manja


" ayo mandi kita keluar cari makan" ajak Bram mencium pipi Intan gemas


setelah mandi mereka segera keluar kamar...


kali ini mereka tidak makan di restoran luar tetapi Arini yang memasak kali ini,tadi Arini meminta du belikan bahan masakan pada penjaga Villa


" wah....makan besar" ucap Bram berjalan kearah dapur di mana semua sudah berkumpul


" mentang-mentang Pengantin baru tidak tau jam lagi" goda Naura


" tadi sesudah subuh mau bangun tapi cuaca nya mendukung untuk tidur kembali" ujar Intan terkekeh


" hmmmm....harum nya bun masakan mu" puji Intan


" besok-besok belajar pada Bunda tante,biar jago masaknya,dulu aku juga tidak tau masak tapi setiap hari belajar jadi bisa" sahut Naura


" ayo di makan" ajak Arini

__ADS_1


Semua menikmati makanan nya kecuali Tami yang dari tadi hanya mengaduk-aduk makanan nya,Arini memperhatikan Tami yang sedikit berbeda,mata nya juga kelihatan sembab...


" beb...mau itu" tunjuk Rangga pada Ayam goreng yang ada di sebelah Tami tetapi Tami diam saja


" beb...." panggil Rangga lirih


" he..iya..kenapa say" jawab Tami sedikit terkejut karena panggilan Rangga


" kamu kenapa? sakit?" tanya Rangga yang melihat Tami murung


" nggak....kamu mau apa tadi?" tanya Tami berusaha menghilangkan kegelisahan hati nya


" mau ayam itu" ujar Rangga


Tami mengambil piring ayam dan memberikan pada Rangga, tidak biasanya begitu,biasanya Tami mengambil langsung ayam nya dan meletakan di piring Rangga.


Arini yakin sudah terjadi sesuatu pada sahabat nya ini tetapi saat ini belum waktu yang tepat untuk menanyakan nya...


selesai Sarapan Arini menarik Tami yang dari tadi hanya diam membisu,Arini mengajak Tami masuk kedalam kamar nya dan di ikuti oleh Naura yang ikut menarik Intan juga karena merasakan ada yang tidak beres...



" tidak ada apa-apa bun" jawab Tami lesu



" ini bukan kamu Tam,ayo bicara?" desak Arini


Intan dan Naura masuk


" kenapa Bun? seperti nya ada yang tidak beres?" tanya Naura menatap Tami



" iya....aku melihat sudah terjadi sesuatu,kau tidak pandai berbohong Tam?" sela Intan

__ADS_1



" ini tidak seperti yang kalian bayangkan aku baik-baik saja" elak Tami


" tam....kau tidak menganggap kami lagi?" tanya Arini


" bun....aku....aku.....tidak sanggup untuk bercerita" ujar Tami terbata


" kenapa Tam? ayo cerita?" desak Naura


akhirnya Tami bercerita apa yang di lihat dan di dengar nya semalam



Tami menatap kosong pandangan nya,dia tidak tau harus apa saat ini,jujur hati nya sangat mencintai Rangga tetapi dia juga tidak boleh Egois menjadi orang ketiga demi cinta nya,dia sudah menyakiti hati perempuan lain...


" ini bukan sepenuh nya salah mu Tam,kamu hadir di saat dinda sudah pergi" ucap intan mengusap lengan sahabatnya ini


" iya,kau kan tidak tau apa-apa,hanya di jodohkan" sahut Naura


" tapi aku merasa cinta Rangga belum sepenuhnya untuk ku,dia belum bisa melupakan Dinda apa lagi aku hanya pilihan orang tua nya bukan hati nya" tekan Tami


" jadi kau mau bagaimana?" tanya Arini


" ntah lah bun,aku belum memikirkan apa pun,saat ini aku tidak ingin merusak momen bahagia kalian, jangan jadi kan aku alasan untuk kalian ikut bersedih" ucap Tami


" kita sahabat bahkan sudah jadi Keluarga,kami tidak akan mungkin bisa bahagia kalau kau bersedih,bagaimana kalau saat ini kau lupa kan sejenak,kita habis kan liburan ini dengan bahagia,,hilangkan beban pikiran mu,kami akan selalu ada untuk mu" peluk Arini,Naura dan Intan pada Tami


" ayo...kita main ke pantai bersenang-senang mana tau kamu kepincut bule tajir" canda Intan


" hahaha...kalau bertemu langsung ku ajak menikah tan,capek begini mulu" sahut Tami melepaskan semua masalah nya sejenak


" let's go girl......" pekik Naura


mereka keluar dari kamar dengan menyungging kan senyum manisnya...

__ADS_1


__ADS_2