Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
selamatan


__ADS_3

"kenapa menyembunyikan nya dari ku?"tanya Naura


Tami menarik tangan Naura agar menjauh


" aku takut kau mempunyai rasa pada nya jadi nya aku tidak memberi tau pada mu Ra,maafkan aku" ujar Tami penuh sesal


" tidak Tam,dari aku memilih Arkan untuk menjadi suami ku mulai saat itu aku tidak mempunyai rasa pada lelaki mana pun" tegas Naura


" tapi aku tau dia memiliki rasa dengan mu,itu sebabnya membuat ku ragu untuk menerima perjodohan kami"


" tenang saja Tam,lama kelamaan pasti dia mencintai mu,aku yakin kau perempuan baik,pintar dan cantik tidak akan ada yang menolak mu..." ucap Naura memberikan semangat pada sahabat nya ini


" bagaimana keadaan kandungan mu?" tanya Tami mengalihkan pembicaraan


" Alhamdulillah baik,,sudah mau masuk delapan bulan,dia sangat aktif..." ucap Naura


" aku ingin membuat selamatan,kalian semua harus datang ya,ajak Intan..aku ingin kita semua berkumpul pasti bunda juga senang" lanjut Naura


" baiklah akan aku usahakan"


" ajak dia biar kalian bisa menyusul kami lebih cepat,kan seru kalau anak kita seumuran" tunjuk Naura pada calon tunangan Tami


" kamu kan tau sendiri dia susah di ajak,apa lagi kalau bertemu dengan mu"

__ADS_1


" jangan cemburu pada ku Tam,aku sudah memiliki suami dan sebentar lagi akan mempunyai anak"


" hahahaha..aku tidak seperti itu ra...jangan lupa memberi kabar pada ku saat selamat nanti,pasti aku akan datang,aku pergi dulu ra,dia sudah kelihatan bosan menunggu" ujar Tami pamit


"yank...dia berpacaran dengan tami?" tanya Arkan pada Naura


" mereka di jodohkan by" jawab Naura


" cocok,,yang satu pendiam yang satu lagi bawel,,,jadi rumah mereka tidak sepi seperti kuburan" ucap Arkan terkekeh


" jangan begitu...aku juga bawel by..." ketus Naura


" tapi aku suka yank,karena ke bawelan itu aku mencinta mu"


" jangan mengingat itu,aku hanya kagum bukan cinta,kalau cinta ku hanya untuk mu,jadi jangan mengungkit masa lalu" tegas Arkan


" ayo belanja lagi nanti mood ku bisa berubah" tarik Naura


****


" pih....sudah sore,ayo pulang..kasihan Daffa di tinggal terlalu lama" Ucap Arini membangunkan suaminya


" mama kan ada bun,lagi pula sekali-sekali menyenangkan suami apa salah nya bun,di rumah susah bisa begini,selalu di ganggu oleh bocil itu" ucap Bagas yang masih bergayut manja di dada Arini

__ADS_1


" tapi ini sudah sore, besok-besok aku tidak mau kesini lagi, menganggu mu bekerja,kalau aku datang kamu hanya mengurung ku di kamar" kesal Arini


" kalau di rumah aku tidak bisa lagi mengurung mu,bagaimana kalau kita honeymoon bun,untuk membuat adik Daffa...kita kan belum pernah honeymoon,dulu kamu sibuk kuliah... bagaimana kalau kita liburan ke bali,2 atau 3 hari,Daffa di tinggal dengan oma saja" usul Bagas


" dirumah juga bisa membuat adik Daffa tidak harus honeymoon kan..!!" seru Arini


" di rumah saja aku sudah kewalahan,apa lagi di hotel bisa-bisa tidak bisa berjalan aku pih, jangan yang aneh-aneh.... kasihan Daffa ditinggal" lanjut Arini


" aku kalau di dekat mu tidak bisa menahan nya bun, selalu saja menginginkan mu...tapi ini yang membuat rumah tangga kita harmonis sayang.."


" tapi tidak tiap juga pih"


" mana ada....!!! sejak Daffa lahir aku sudah sering berpuasa,dan banyak mengalah padanya"


" satu Daffa saja sudah membuat mu melupakan ku,apa lagi dua,bisa- bisa aku puasa Sunnah terus...." cebik Bagas


" sudah..jangan cemberut terus, kerutan mu makin terlihat" goda Arini


" aku selalu perawatan bun,agar bisa mengimbangi mu"


" dimana kamu perawatan pih?" selidik Arini


" tenang saja,yang melakukan tritmen nya laki-laki,,bukan wanita,sudah ku bilang aku mati rasa pada wanita lain...ayo pulang" Bagas menarik tangan Arini keluar....

__ADS_1


__ADS_2