Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
keluar


__ADS_3

seminggu berlalu...Bram sudah pindah di sebelah rumah Arini...


" pih,,,di sebelah rumah paman Bram ya?" tanya Naura


" iya...kemarin dia pindah,kamu belum bertemu dengan nya?" tanya Bagas


" sudah,,,saat jalan pagi aku melihat dia duduk di luar kami mampir,Arkan mengenal kan ku pada nya" jawab Naura


" makanya sesekali main kerumah mertua mu,dan kenalan pada semua anggota keluarga nya"


" sudah pih,tapi saat itu paman Bram tidak ada dia kan tinggal di Jakarta,istrinya mana pih?" tanya Naura penasaran


" dia duda ra,,baru sudah bercerai,Arkan tidak cerita??"


" Arkan juga tidak tau pih,kata Arkan Paman Bram orang nya sedikit tertutup,tidak mau menceritakan masalah pribadinya" jelas Naura


" iya...oma Arkan menjodohkan mereka,baru satu bulan ini dia resmi menduda"


" kenapa papi tau?"


" dia adik kelas papi saat kuliah, sekaligus rekan kerja papi" jawab Bagas


" pih.....papi..." panggil Arini

__ADS_1


" ya..bun" sahut Bagas dari luar,saat ini dia diluar menemani Naura berjemur dengan Daffa sedangkan Arkan sudah berangkat ke kantor


" kenapa Bun?" tanya Bagas menghampiri Arini


" kamu jadi mengantar kan aku kerumah ibu?" tanya Arini yang sudah siap dengan Stelan dress nya


" iya...aku ganti baju dulu yank,pegang Daffa sebentar" Bagas memberikan Daffa pada Arini


" bajunya sudah aku letakkan di atas ranjang pih" ucap Arini saat Bagas berjalan ke Arah kamar


" mau kemana bun?" tanya Naura saat Arini keluar


" mau kerumah oma Surti,,mau kasih tau kalau Lusa acara kehamilan mu,kalau lewat telepon tidak sopan, sekalian mau belanja keperluan dapur" jawab Arini


" kasihan oma mengasuh terus,sesekali dia santai mengurusi bunga-bunga nya di taman"


" bun,aku pesan somay ya pas pulang nya" pinta Naura


" oke... nanti di belikan,kami berangkat dulu ya, hati-hati di rumah.. jangan naik turun tangga, berbaring saja di depan TV kalau lelah,minta Bik Sumi membuatkan susu mu ra" ingat Arini


"iya bun,,jangan lama-lama,aku bosan tidak mempunyai teman di rumah" ucap Naura


" iya,,palingan 2 atau 3 jam saja,iya kan pih?" ucap Arini pada Bagas yang baru keluar

__ADS_1


" iya...papi siang nanti harus kekantor" sahut Bagas


***


setelah dari rumah Bu Surti mereka segera ke supermarket untuk belanja kebutuhan dapur...


" bun,sini Daffa nya" ucap Bagas mengambil Daffa dari gendongan Arini


Arini sedang memilih sayuran dan daging


" ternyata dunia ini sempit sekali,tidak ada supermarket lain apa,aku harus bertemu dengan mu lagi" ketus Karin


Arini memilih lari dia tidak menanggapi Karin


" hey... jangan kau kira suami mu itu setia padamu,suatu saat dia akan bosan dan mencari daun muda yang lain" pekik Karin


Arini hanya mengusap dada nya menahan emosi


" kenapa bun?" tanya Bagas melihat wajah Arini memerah menahan emosi


" kepala ku bisa-bisa pecah pih kalau bertemu wanita itu terus,aku tidak merebut mu dari nya tapi dia terus-menerus mengajak ku berperang, lama-lama kesabaran ku habis juga pih....aku tidak melawan nya bukan berarti takut tetapi hanya malu untuk bertengkar di depan umum,tetapi dia wanita yang tidak memiliki sopan santun,percuma saja pendidikan nya lebih tinggi dari ku tetapi cara bicara nya sama seperti orang yang tidak pernah sekolah" oceh Arini marah


" sudah bun,,ada Daffa tidak bagus untuk pendengaran nya,ayo cari supermarket lain saja" ajak Bagas menarik Arini dengan satu tangan

__ADS_1


" kenapa dia tidak pernah melawan ocehan ku" geram Karin Melihat Bagas dan Arini pergi keluar supermarket....


__ADS_2