Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
obrolan mama muda


__ADS_3

" enak ya Ren tinggal di sini?" tanya Arini


" iya bun,,biarpun perumahan elit tetapi tetangga nya tetap mau bersosialisasi" jelas Irene


" mertua mu ada datang kesini Ren?"tanya Intan


" ada kak,,,dia yang menemani ku melahirkan sebelum ibu datang,mungkin dia kelelahan ha tak kemari,aku juga tak memaksa nya.. karena sudah ada ibu yang menemani..bunda kan tau sendiri kalau mertua ku masih banyak pekerjaan nya,dia saat ini membuka butik baru" jelas Irene


" mertua mu ibu sosialita Ren?" lanjut Intan


" iya kak,,dia gemar Arisan dan belanja..tapi aku tak begitu dekat nya..karena dia terlalu sibuk dengan kegiatan nya" jawab irene


Arini melihat sekeliling isi rumah Irene cukup indah dan rapi


" kau yang menata rumah mu?" tanya Arini


" bukan....semua pilihan Aska,saat aku di bawa nya kemarin kondisi rumah ini sudah rapi seperti ini" jawab Irene


" selera keluarga Adtmaja memenang tinggi, hampir semua perabotan mu mirip dengan rumah kami,,papi juga yang menatanya dulu...aku salut dengan semua anggota keluarga Adtmaja,dari tante Rindu,Aska dan juga papi mereka terdidik rapi dan punya keinginan tinggi" ungkap Arini


" itu memang hal yang selalu di tanamkan alm.opa bun,,dia seorang pebisnis hebat dan disiplin tinggi,aku memang tak pernah bertemu opa tapi oma selalu bercerita tentang kehidupan nya...dulu mereka bukan apa-apa tetapi karena semangat kerja yang tinggi membuat mereka sukses" terang Naura bercerita


"bagaimana pernikahan mu ren,apa menyenangkan?" tanya Arini


" menyenangkan kan bun,Aska baik pada ku,ibu pun sudah mulai berubah bun,aku menyukai kehidupan ini,,,apalagi sekarang sudah ada Aira di sisi kami membuat kehidupan ku semakin sempurna..." ungkap Iren tersenyum


" Alhamdulillah...itu yang aku ingin tau dari mu,aku tak ingin pernikahan membuat derita bagi keluarga ku,,"


" bun,, seperti nya tinggal di sini cukup enak" ucap Intan

__ADS_1


" bilang pada Om Bram beli salah satu rumah di sini tante" goda Naura


" hmmm boleh di pertimbangkan....asal berikan adik mu untuk kembar D nantinya" canda Intan


" hahaha.....kau ini mau nya untung terus,,aku tak berniat menjodohkan dengan putra mu,,lebih baik Bianca cari lelaki lain,,kau hanya ingin memperkaya keluarga mu,timpal Arini mencebik


" bun,,aku menginginkan putri mu menjadi menantu ku,,bukan kah kita akan bertambah kuat jika menjadi besan" ucap intan menaikkan Alisnya


" mereka masih kecil belum mengerti apa pun,biarkan tumbuh dengan sendirinya" potong Arini....


" Aira juga tak kalah cantik tante Intan...sama Aira saja" ucap irene menggoda


" tenang saja Ai,anak tante ada dua,,bisa di bagi" Jawab Intan terkekeh


" seperti barang saja" geleng Arini


malam ini mereka keluar untuk menikmati udara malam...


Bram yang sedang makan bersama Intan di kejutkan dengan panggilan dari samping nya


" Bram" pekik seseorang


" Mela" Gumam Bram, lagi-lagi dia harus bertemu mantan kekasih nya ini...


" Bagas..." Mela menyapa Bagas membuat Arini menatap perempuan itu dari ujung kepala sampai kaki


tiba-tiba suasana makan yang tadi nya hangat menjadi horor..


" maaf mengganggu kalian,aku hanya terkejut kalian datang ke Jakarta..." ucap Mela

__ADS_1


" kenalkan ini istriku" ucap Bagas cepat memperkenalkan Arini sedangkan Bram hanya cuek tanpa mau menatap Mela


" tante siapa?" tanya Arini sopan yang memang tidak mengenal Mela berbeda dengan Intan saat ini yang sudah siaga satu,jika terjadi penyerangan akan langsung mematahkan lawan...


" saya-saya teman suami kalian " jawab Mela sedikit terbata bingung ingin menjawab apa


" maaf sudah mengganggu makan malam kalian,saya hanya sekedar menyapa..teruskan lagi acara makan nya, saya permisi" ucap Mela undur diri


saat ini Mela sudah menyadari posisi nya sudah di gantikan oleh Intan,tak sedikit pun Bram menatap pada nya...hati Mela sedikit sakit melihat sikap cuek Bram,,,dia juga lebih sadar diri karena Intan jauh lebih baik dalam segala hal dari diri nya..


" kenapa cuek begitu Bram?" tanya Bagas pada Bram


" memang nya kenapa pih,dia siapa?" tanya Arini bingung


" mantan pacar mas Bram bun" sahut Intan


" kok Kamu tau tan?" tanya Arini


" Intan pernah bersitegang dengan nya memperebutkan ku" sombong Bram


" jadi kamu suka aku memperebutkan mu?" pelotot Intan


" ya suka lah,berarti kamu mencintai ku,tapi tanpa bertengkar pun sudah pasti kamu pemenang nya ma,,kamu tidak melihat dua jagoan mu yang akan siap menyerang ku jika mama nya di sakiti" ucap Bram menatap pada buah hatinya


" kenapa kamu tidak pernah bercerita?" tanya Naura


" malas membahas pelakor yang tidak penting" sahut Intan melanjutkan makan nya...


"

__ADS_1


__ADS_2