Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
gara-gara Indomie


__ADS_3

Pagi ini Bagas Bagun dengan wajah sedikit mengantuk karena baru bisa tidur jam 4 subuh,, selesai melakukan ritual malam Bagas menemani Arini untuk menyusui Baby Daffa,Arini sudah meminta nya tidur tetapi Bagas dengan setia menemani Arini..


jam setengah enam dia sudah bangun kembali Al hasil dia sering menguap


Pagi ini Bagas mencium bau Indomie saat melintas ke dapur,di cek nya Indomie nya di lemari berkurang satu lagi


" bik,,,bik Sumi" pekik Bagas


" iya pak" jawab Bik Sumi cepat


" kenapa Indomie saya bisa berkurang terus, seharunya pagi ini masih 17 kenapa tinggal 14 ?" tanya Bagas


" nggak tau pak,saya makan Indomie kalau Bapak yang memberikan" jawab Bik Sumi tertunduk takut


" itu bungkus Indomie nya,siapa yang masak" Bagas sedikit membentak


Oma datang ke dapur melihat Bagas berteriak


" hey.....ingat cucu ku masih tidur,nanti dia bangun mendengar teriakan mu" marah Oma


"kenapa Bik?" tanya Oma pada Sumi yang sedang menunduk kan kepala nya


" ini buk, Indomie pak Bagas hilang di dalam lemari" adu Bik Sumi


" masalah Indomie saja di besar-besar kan Gas,nggak malu apa sama umur,kan bisa di beli lagi" omel Oma pada putra nya ini


" bukan masalah beli lagi ma,aku sedang menghitung sesuatu" kesal Bagas


" menghitung apa pakai Indomie?" tanya Oma heran


" itu Oma,papi sedang menghitung..."


Bagas berlari membekap mulut Arini yang tiba-tiba datang kearah dapur


" jangan membuat ku malu yank" bisik Bagas cepat


Mayang datang dari belakang membawa satu mangkok kosong bekas Indomie nya


" lepas kan Arini Gas" pekik Oma

__ADS_1


Mayang yang mengira Bagas sedang menganiaya Arini tersenyum lebar..


" seperti nya aku bisa memulai aksiku" batin Mayang


Arini memukul pelan tangan Bagas,,


" ih....mau buat aku mati" gerutu Arini


" ya enggak lah sayang,mana bisa aku hidup tanpa kamu" rayu Bagas mencium pipi Arini di depan semua orang tanpa malu


" gombal...." gumam Arin


" kenapa jadi malah berbaikan mereka" Mayang membatin


" Kamu dari mana Mayang,pagi-pagi sudah menghilang?" tanya Oma


" makan Indomie nya di belakang" jawab Mayang jujur


" jadi kamu yang sudah makan Indomie saya?siapa yang mengizinkan kamu mengambil nya?" bentak Bagas membuat Mayang menjadi takut karena baru kali ini melihat Bagas marah hanya karena Indomie


" maaf kan saya pak,saya kira yang ada di lemari boleh di makan" cicit Mayang takut


"kenapa Ma?" tanya Naura yang Baru turun


" ini papi mu marah kehilangan Indomie nya" jawab Oma


" ha...tidak biasanya papi ikut campur urusan dapur?" tanya Naura heran


" tau tu,,oma juga heran pagi-pagi ini sudah heboh karena Indomie"


" kali ini kamu saya maafkan,jika melakukan nya lagi saya tidak akan segan-segan mengembalikan mu ke yayasan" tegas Bagas membuat Mayang semakin takut


" Sudah lah yank,dia juga tidak tau" ucap Arini ikut membela Mayang dan menarik Bagas masuk kedalam kamar


" papi mulai aneh ma,nggak biasa nya dia marah-marah Gitu,apalagi cuma masalah Indomie,nggak mungkin banget papi mulai pelit ma" ucap Naura heran segera keluar rumah karena Arkan sudah datang menjemput


" kenapa ra??" tanya Arkan melihat wajah Naura sedikit bingung


" si papi pagi ini marah-marah karena Indomie" jawab Naura

__ADS_1


" kok bisa?"


" nggak tau,ayo berangkat,ntar telat kamu mau konsul skripsi kan" ujar Naura yang di angguki oleh Arkan


***


" sudah... jangan marah-marah terus,ntar cepat tua" goda Arini sambil memakaikan dasi suaminya ini


" kan aku jadi susah ngitungnya yank" rengek Bagas seperti anak kecil


" biar aku yang bantu hitung,kalau sudah selesai bakal aku kasih yang lebih spesial" bisik Arini mesra


" bener ya yank,,janji"ucap Bagas mencium kening Arini


" iya papih....sudah ke kantor sana cari uang yang banyak sebentar lagi Daffa besar,uang mu akan banyak berkurang karena nya"


" tenang saja aku sudah menyiapkan tabungan untuk Daffa dari dia di kandungan mu dulu" jawab Bagas membuat Arini melongo


"Sebegitu beruntung nya aku memiliki mu pih,selalu mementingkan keluarga"pikir Arini


Arini mengantar Bagas keluar,di ciumnya punggung tangan suaminya ini,dan Bagas mengecup singkat bibir Arini


" papi ini di luar" ucap Arini malu sedang kan Bagas hanya terkekeh tanpa tau malu


***


" mbak Mayang maafkan suami saya ya untuk yang tadi,dia sedang menghitung pekerjaan nya memakai Indomie" ucap Arini saat melihat Mayang ikut membantu Bik Sumi membersihkan dapur


" iya buk,memang saya yang salah memasak nya tidak bertanya dulu" jawab Mayang


" tidak,apapun di rumah ini boleh di makan,hanya saja mas Bagas lupa memberitahu pada mu tentang yang satu itu"jelas Arini


" lagian mama heran deh Rin,kenapa Bagas sampai mengamuk begitu cuma gara-gara Indomie yang nggak seberapa harga nya" Ucap Oma yang baru datang


" dia sedang mensurvei Indomie ma,mungkin mau buat usaha Kuliner" jawab Arini asal


" oo.....tapi mama nggak setuju dia buka usaha kuliner,yang ini saja sudah jarang pulang apa lagi mau buka usaha lain,malah nggak pulang-pulang kaya' bang toyip" cerocos Oma


" kita lihat saja nanti ma,nggak usah di bahas lagi di depan mas Bagas nanti di marah" ingat Arini lalu masuk kedalam kamar untuk melihat Daffa

__ADS_1


__ADS_2