
setelah sarapan mereka pamit pada sang tuan rumah Aska dan Irene..
" sering-sering kesini ya bun,kak Naura,kak Intan ajak juga kak Tami,,kangen lo sama kalian semua,baru juga sehari sudah pulang saja" ucap Irene memeluk satu-satu dari perempuan cantik ini
" iya Ren,kamu juga main ke tempat Kita,jangan lupa dua bulan lagi kita ke Lombok bareng Lo ren" ucap Arini
" iya bun, inssallah kalau badan sehat,murah rezeky kita bertemu lagi" sahut Irene
" kamu harus jaga kesehatan di sini ren,kalau terjadi sesuatu cepat beritahu kami,bukan nya kami ini saudara mu..." ingat Arini
" makasih Bun,,semoga keluarga kita semua di berikan kesehatan ya,,biar bisa kumpul lagi" ucap Irene
" amiinnn...."
" pulang du lu ya ka" pamit Bagas menepuk pundak Aska
" baru juga sehari mas,kalau bisa tu nginep di sini satu minggu mas,biar lebih berasa jalan-jalan dan kumpul nya" ucap Aska mengantar kan kakak nya ini kedepan pintu
" ada masa nya ka,saat ini pekerjaan lagi banyak-banyak nya, kalau sudah waktu liburan kami kemarin lagi,kau persiapan saja makan yang banyak" canda Bram
__ADS_1
" tenang saja om,,untuk sultan seperti kalian aku akan menyiapkan makanan dari restoran selesai makan tinggal kalian yang bayar" ucap Aska terkekeh menimpali candaan Bram
" Sudah semua bun?" tanya Bagas pada Arini
" sudah pih"sahut Arini mengangguk
" Bude kami pulang duluan ya" ucap Arini menyalami bude Sumi dan di ikuti oleh yang lain nya...
****
setelah menempuh perjalanan beberapa jam akhirnya mereka sampai kerumah masing-masing...
" istirahat bun,,,nanti kau lelah..tidak ingat kalau aku sudah beberapa hari puasa" ucap Bagas tersenyum nakal pada Arini
" ck.....aku tak habis pikir pih dalam otak mu itu saja,apa tidak ada yang lain" ujar Arini sedikit ketus
" bayangkan jika aku memikirkan perempuan lain,apa boleh?"goda Bagas
" tidak...jangan macam-macam pih,,aku tak akan memaafkan mu"
__ADS_1
" perempuan ini terkadang aneh,, memikirkan dia menjadi fantasi di bilang itu saja otak nya, memikirkan perempuan lain marah....kami kaum lelaki jika di rumah ya itu saja pikiran nya,apalagi melihat ranjang..kalau di kantor ya waktu nya cari uang...." cerocos Bagas
" uluh-uluh...sudah pintar ngomel ya suami ku" ucap Arini menarik hidung Bagas lalu pergi keluar kamar
" aww.....bun...awas ya kau nanti malam" pekik Bagas melihat kepergian Arini
***
" by...jangan di letak bercampur gitu pakaian kotor nya,nanti tercampur" pekik Naura melihat Arkan menumpukan pakaian kotor mereka di atas koper pakaian bersih
" kan di luar yank,masih terpisah..." jawab Arkan
" kebiasaan deh kamu by,, pakaian kotor di campur,ngambil baju di lemari berantakan,,cari apa-apa nggak tau,, kalau nggak punya istri baru tau rasa" omel Naura
" baru pulang juga sudah ngomel yank,,nanti di pinggir kan saja,biar bibi yang bereskan"
" mentang-mentang kita gaji juga nggak boleh seenaknya by,bibi juga manusia punya rasa lelah,,dan lagi kalau untuk urusan kamar aku tidak ingin bibi yang membereskan,,ada privasi kita di sini....jadi tak bisa sembarang orang masuk,,aku saja yang anak bunda dan Papi tidak mau masuk sembarangan kamar mereka,bunda juga begitu,dia mengajarkan ku untuk mandiri terhadap kamar sendiri..kata bunda jangan sampai orang luar tau seluk-beluk kamar kita" oceh Naura panjang lebar
" iya-iya bawel,,aku mau istirahat dulu yank,,pegal" Arkan naik keatas ranjang dan memejamkan matanya, sedang kan Naura masih berkutat dengan pakaian kotor mereka
__ADS_1