Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
Rindu


__ADS_3

Bagas memacu mobilnya dengan kecepatan sedang sambil sesekali melirik pada perempuan cantik yang telah berhasil mencuri hatinya...


Arini bukannya tidak tau dengan kelakuan Bagas yang terus mencuri pandang padanya tapi Arini berusaha cuek memilih menghadap jalan dan sesekali melihat ke arah pepohonan dari samping kaca mobil


" sayang..." panggil Bagas lirih


" sayang" panggil nya lagi


Arini yang melamun tak bergeming mendengar panggilan Bagas


" sayang..." panggil Bagas untuk ketiga kalinya dan menepikan mobilnya


" yah...ad-a apa pih" jawabnya gugup


" apa yang sedang kamu pikirkan,aku dari tadi memanggilmu" ucap Bagas lembut membelai pipi Arini


" aku-aku memikirkan Naura,bagaimana jika dia juga tak mau menerima ku pi" tanyanya


" jangan dipikirkan nanti pelan-pelan akan kuberikan penjelasan,aku sangat mencintaimu,aku hanya ingin kau yang menjadi pendamping ku dan anak-anak kita kelak,jadi tolong berpikir lah positif agar hubungan kita bisa di terima oleh semua orang" ucap Bagas meraih kepala Arini dan menyandarkan di pundaknya

__ADS_1


" baiklah...aku akan berusaha memperjuangkan hubungan kita" ucap Arini menggenggam jemari tangan Bagas


" itu jawaban yang aku tunggu sayang,aku ingin kau semangat untuk terus bersama ku,bukan malah menyerah" Bagas mencolek hidung Arini gemas


" sudah sore antar aku pulang pih" pinta Arini


" baik tuan putri kita pulang sekarang,lama-lama di dekat mu aku bisa hilang kendali" jawab Bagas menyunggingkan senyumnya


" dasar om-om mesum" omel Arini sambil memanyunkan bibirnya


Mobil bagas memasuki pekarangan rumah Arini


" terimakasih pih,aku pulang dulu" ucap Arini lalu turun dari mobil Bagas dengan melambaikan tangannya sambil tersenyum


" iya bu..." jawan Arini pelan


" siapa yang antar? biasanya Naura,tidak mampir?"


" Naura lagi kurang enak badan bu,tadi papi nya yang mengantar.."

__ADS_1


" kamu jangan terlalu dekat dengan papi nya rin,bagaimana pun papi nya itu seorang duda..ora apik Nduk...!!!" ingat ibu Surti


Arini hanya menunduk tanpa menjawab dan langsung masuk kedalam kamarnya


" Gusti....tolong hamba" batin Arini


Ingin rasanya menjauh dan meninggalkan Bagas tapi hati dan pikiran nya selalu tertuju pada lelaki matang itu,Arini sudah mencintai Bagas terlalu dalam,padahal mereka baru saja berpacaran mungkin karena selama ini Arini belum pernah merasakan pacaran,Bagas adalah cinta pertamanya.


Selesai mengganti pakaiannya dia langsung keluar untuk membantu Bu Surti membuat kue dan pekyek,Bu surti selain berjualan dia juga menerima pesanan untuk acara hajatan atau sekedar yasinan


" makan dulu....baru bantu ibu" ingat Bu Surti


Arini melangkahkan kakinya kemeja makan lalu duduk sambil menikmati makanannya.


****


Bagas yang dari tadi menggulingkan badan nya ke kiri dan kanan,badan nya yang lelah tetapi matanya tidak mau di ajak bekerjasama pikiran nya hanya tertuju pada Arini,ingin sekali menyampaikan pada Naura bahwa dia menyukai Arini tetapi Bagas takut Naura tidak menerimanya juga


Bagas meremas rambutnya frustasi mengapa sangat sulit menyakini kan Naura kalau dia tidak akan membagi rasa sayangnya pada yang lain,Arini dan Naura mempunyai masing-masing tempat diposisi hatinya

__ADS_1


" sedang apa kamu rin,baru saja berpisah aku sudah merindukanmu..kenapa perasaan pada Arini berbeda sekali,bahkan pada mami Naura pun aku tak pernah merasakan merindu seperti ini" gumam Bagas


Lama berperang dengan pikirannya akhirnya Bagas tertidur pukul 1 dini hari...


__ADS_2