
Intan keluar dengan di dampingi Tami sebelah nya, sedangkan Arini berjalan di belakang mereka dengan menggendong Daffa...
Intan duduk di sebelah Bram yang baru saja menyelesaikan bacaan ijab qobul nya...
Tak terasa air mata menetes di pipi Papa Intan,dia masih belum sepenuhnya rela melepas kan anak gadis nya ini...
sedangkan mama Intan tersenyum lega,bukan nya dia tak merasa kehilangan Intan,dia lah orang yang paling sedih saat ini karena tidak ada lagi yang harus dia teriakan saat pagi,tak ada lagi yang akan menganggunya memasak dan tak kan ada lagi manja-manjaan saat hendak tidur,tetapi dia harus kuat melepaskan anak gadis nya ini,karena ini yang terbaik untuk Intan,dan Intan sudah menemukan orang yang tepat untuk bersandar...
setelah menyalami Suaminya Intan menuju mama dan papa nya,,
" mulai sekarang belajar lah untuk jadi istri yang baik nak,hilangkan sifat manja mu,karena kamu kelak akan menjadi ibu" ucap Mama Intan memeluk putri kesayangannya ini
Air mata Intan tidak dapat di bendung nya lagi menetes tanpa permisi
" jangan menangis,cepat atau lambat ini memang akan terjadi hanya waktu nya saja yang menurut kami terlalu cepat,baru kemarin rasanya kamu masih di gendongan mama tapi saat ini kamu sudah di ambil oleh seorang lelaki,tapi mama lega karena Bram lelaki yang baik dan bertanggung jawab" bisik Mama Intan
Bram mengikuti Intan dan memeluk Istrinya ini,,,
" mama titip Intan ya" lanjut mama nya menatap Bram
" pasti ma,akan aku jaga semampu ku" jawab Bram cepat sambil menyalami ibu mertua nya ini
Intan beralih pada papa nya yang diam memandangi mereka
"pa...maaf kan Intan yang selalu menyusahkan papa selama ini" peluk Intan pada papa nya
" Kamu putri kecil ku,dan selamanya akan jadi putri kecilku,jangan berubah nak walaupun kau sudah menjadi istri kamu tetap akan aku perlakuan seperti bayi kecil ku" ucap Papa Intan membalas pelukan putrinya
" jangan menangis,Intan tidak akan pergi jauh,kita tetap akan selalu bersama hanya berbeda rumah saja,Intan titip mama ya,takut nya dia menangis terus" ucap intan menggoda mama nya
" bukan mama yang menangis tapi papa mu yang belum ikhlas" timpal mama Intan
" tolong jaga putri ku, perlakuan dia sebagai mana kamu memperlakukan ibu mu,sayangi dia,jangan pernah menyakiti nya...jika kamu merasa bosan kembali kan dia pada kami dalam keadaan utuh" pesan papa Intan pada Bram
" pasti pa,akan aku jaga dia dengan baik,tidak ada kata bosan untuk istri seperti Intan, terimakasih sudah mempercayai ku menghidupi putri kecil mu ini" ucap Bram menyalami papa Intan
" saat ini tanggung jawab ku sudah lepas dari mu nak,ikuti setiap perkataan suamimu,dan layani dia,belajar jadi istri yang baik dan Sholeha" nasehat papa Intan
Intan menatap kakak lelaki nya yang sampai saat ini juga belum menikah
" kak, pulang saja kesini temani mama dan papa" pinta Intan
" susah ntan,kakak di sana sudah bekerja lama,dan mendapatkan posisi cukup bagus,tapi kalau dapat libur akan kakak usaha kan untuk pulang" ucap Vino....
" titip Adik ku,jangan sakiti dia,karena kau akan berhadapan langsung dengan ku" ujar Vino menatap Bram
" pasti kakak ipar,aku akan menjaga nya, tidak mungkin aku mengecewakan kalian semua, karena terlalu banyak bodyguard Intan yang harus aku lewati" ucap Bram terkekeh menatap pada Naura dan Arini serta Tami yang berdiri menunggu memberikan selamat pada Intan...
__ADS_1
" hahahah....." semua tertawa menikmati kebahagiaan tersebut
setelah sungkeman pada keluarga Intan kini pada keluarga Bram,mama Rahma yang memang sangat senang bisa mendapatkan menantu secantik dan muda Intan tak henti-hentinya mencium pipi menantunya ini..
" sudah ma,, kasihan Intan di cium terus,gerah..." ucap Bram
" jangan cemburu begitu Bram,siang ini berikan dulu waktu untuk kami menikmati menantu cantik seperti Intan, giliran kamu malam" ujar Mama Rahma menarik Intan menuju Surya dan Istrinya
" kamu sudah kenal kan nak dengan Papa dan mama Arkan?" tanya mama Rahma
" sudah ma...ada beberapa kali bertemu" jawab intan sopan dan menyalami mama papa Arkan
" tidak menyangka kamu menjadi ipar ku" ucap mama Arkan mencubit kecil pipi Intan gemas
" sewaktu acara lamaran Arkan kamu terlihat imut sekali,tapi mengenakan kebaya ini jadi sedikit dewasa dan bertambah cantik" puji nya
" terimakasih tante" jawab Intan polos yang memang sudah memanggil tante pada mertua Naura ini
" hahahaha...jangan tante lagi,kamu yang akan menjadi tante di antara mereka" tunjuk mam Arkan pada Naura dan Tami
" panggil Mbak...." ucap nya
" maaf tan...eh..Mbak.." ujar Intan gugup karna belum terbiasa
" tidak masalah,,nanti akan biasa" ucapnya memeluk Intan
" beb...selamat ya" ucap Naura
" hey...nggak ada Lo gue,,beb...beb...lagi...panggil Tante" ucap Bram mengingatkan keponakan nya ini
" asli aku bingung mau panggilnya apa,Intan sahabat aku,om Bram paman suami aku,pusing dengan panggilan" Keluh Naura
" sudah..tidak perlu di pusingkan,yang penting masih sopan..tapi hilangkan kebiasaan panggilan Lo Gue...." timpal Bagas
" selamat Bram... akhirnya perjuangan kamu membuahkan hasil" ucap Bagas menyalami sahabat nya ini
" makasih banyak,kalau nggak berkat kalian semua saya belum tentu bisa menikahi iNtan sekarang"ujar Bram
" ya....om harus banyak terimakasih sama kita,,sebagai gantinya sesudah Naura melahirkan kita harus liburan keluarga tapi om yang menjadi sponsor nya" ide Arkan
" hmmmm..bagaimana yank,kita bulan madu ngajakin mereka?" tanya Bram pada Intan
" terserah om" jawab Intan malu
" kok masih panggil om...!!" seru Arini,Naura dan Tami
" terus??" tanya Intan polos
__ADS_1
" panggil Mas......" jawab Bagas tersenyum
" iya panggil mas" timpal Arini
" jadi bagaimana liburan nya tante Intan?" goda Naura
" boleh,,tapi tunggu semuanya sudah kembali normal" jawab Intan
" yes......" pekik Tami
" hey...hey ...yang belum menikah di larang satu kamar" pesan Bagas
" tenang saja pih,aku bisa tidur dengan bunda" jawab Tami
" enak saja,,kami juga mau bulan madu buat Adik Daffa" jawab Bagas cepat
" terus tidur dengan siapa?" Tami menatap Naura
" nggak ya.....jangan harap" jawab Arkan cepat
" ya...mau nggak mau tidur sama kamu aja Say" ucap Tami menatap Rangga
" nggak... nggak boleh,,tidur sama oma" jawab Oma dari belakang
" oma ikut??" tanya Arini tidak percaya
" ikut lah,,memangnya anak muda saja yang boleh liburan,oma juga butuh refreshing menenangkan otak karena terus-menerus dititipin cucu sama kalian,apa lagi sebentar lagi Anak Naura lahir" jawab Oma
" oke deal....kamu tidur dengan Oma" jawab Arini menunjuk Tami
" terus Rangga sama siapa?kan kasian sayang nya aku sendirian" tanya Tami
" sama aku saja Tam" sahut Vino
" kakak mu ikut?" tanya Intan karena setahu nya kakak nya ini paling anti pergi bersama nya dan teman-teman nya
" hmmmm,,,nanti ambil cuti tahunan saja" jawab Vino
" yes...makin rame,,,papa mama sekalian?"tanya Intan menatap kedua orang tua nya
" nggak kalian anak muda saja" jawab Papa Intan
oma yang merasa tersindir melotot kan matanya
" hahahah...jangan marah ma,oma juga masih muda" ucap Arini memeluk mertuanya ini
semua tertawa bahagia,tetapi tiba-tiba tawa mereka terhenti karena Naura merasakan sakit pada perut nya.....
__ADS_1