
setelah di rasa semua masakan selesai mereka menyajikan di sebuah meja panjang yang di letakan di ruangan tengah...
Arini segera membersihkan diri dan bersiap,Rindu masuk kedalam kamar Naura
" ra,,, beneran mami kamu nelpon ra?" tanya Rindu yang tidak menyangka Karin masih berani menghubungi Naura,padahal selama ini sudah tidak ada komunikasi..
" iya tan,,masa' aku bohong" jawab Naura polos
" sejak papi dan bunda menikah sudah berapa kali mami kamu hubungi kamu ra?" tanya Rindu mengintrogasi
" baru kali ini tan,dulu sebelum papi menikah ada sekali,mau ngundang acara ulang tahun pernikahan nya,memangnya kenapa tan?" tanya Naura heran
Rindu merasa ada yang aneh, tiba-tiba saja Karin menghubungi Naura, padahal Rindu tau persis sifat karin yang selama ini cuek dan tak menginginkan kehadiran Naura...
"nggak tante cuma mau ingatin ke kamu,, hati-hati,,,walaupun dia mami kandung kamu tapi kamu harus selalu ingat apa yang sudah di perbuat nya selama ini pada kalian,bukan tante menghasut kamu,saat ini kamu sudah dewasa harus bisa lebih menyikapi mana yang benar-benar tulus dan mana yang hanya modus,,hidup kamu saat ini sudah cukup bahagia kan? jadi jangan di rusak lagi kebahagiaan kalian" nasehat Rindu sambil menggosok lengan keponakan nya ini
Naura diam tak bergeming mencoba memahami dari ucapan tante nya ini
" ayo siap-siap sebentar lagi magrib,kita harus turun kebawah,buat nyambut tamu nya" ujar Rindu membuyarkan lamunan Naura
****
malam ini semua keluarga besar Bagas datang dan Keluarga Arini juga,pak Bastian datang dengan Radit menggunakan mobil baru pemberian Bagas....
__ADS_1
Di dalam mobil keluar suami bude Sri,Bude Sumi serta suami dan anak nya
" wah...opa bisa bawa mobil..!! seru Naura melihat Bastian keluar dari mobil
" bisa ra,dulu sebelum jadi buruh opa pernah jadi supir Angkot" kekeh Bastian mengingat masa lalunya
" pantas saja opa bawa mobilnya sudah pas,kirain baru belajar" ucap Naura
"ayo masuk bude" tawar Arini pada bude nya yang satu ini
Bude sumi masuk kedalam rumah dengan tampang sinis,dia iri sekali melihat kehidupan Arini yang hanya menikahi Duda tetapi sangat bahagia...
tak lama kemudian Intan dan tami datang..
" ada di dalam ayo langsung masuk" jawab Arini lembut
Arkan dan orang tuanya pun datang dan di sambut Bagas serta Arini,setelah semua datang berkumpul dan Anak panti pun memulai membacakan do'a yang di pimpin oleh seorang ustadz...
Rangkaian acara berjalan dengan khidmat,semua menikmati hidangan,,
Arkan,Naura,tami dan juga Intan duduk di taman belakang..
" nggak kerasa aja ya, satu-satu dari kita udah pada Nikah,tinggal gue sama intan ne ra" ucap Tami sambil menikmati Puding buatan Arini
__ADS_1
" iya beb,gue aja nggak nyangka,yang awalnya nggak kepikiran sama sekali buat nikah cepet,pas ketemu do'i ternyata jodoh" ujar Naura melirik ke arah Arkan
" Lo patut bersyukur ra jodoh Lo Arkan bukan si brengsek Arya" ucap Intan geram mengingat perlakuan Arya pada Naura
" iya...tapi gue sempat kesal juga dia nggak ketangkap Sampai sekarang,pintar juga tu orang kabur" Naura mengepalkan tangan nya mengingat bagaimana Arya mencium paksa dia di mobil
"sudah..nggak usah di pikir lagi sayang,yang penting dia nggak ada lagi di tengah-tengah kita" ucap Arkan menarik Naura ke pelukan nya
" hu....kapan ya gue punya pasangan...!"keluh Tami
" kenapa lagi di cari tam,kan Lo udah di jodohin" ceplos Intan
" Tam......benar yang di bilang Intan,kok Lo nggak cerita ke gue sama bunda" marah Naura karena Tami tidak bicara apapun soal perjodohan nya
" maaf-maaf,gue masih nolak ra,,belum mau..kalau udah fix baru gue cerita ke kalian" sesal Tami
" tapi kok Intan tau??" tuding Naura
" siapa tam???" desak Naura lagi
" pusing gue cerita nya,,kalau udah fix gue janji bakal cerita ya,,jangan sekarang nggak enak ganggu acara Bunda" jelas Tami sedikit bingung
" ok...gue tunggu secepatnya " tagih Naura
__ADS_1