Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
kode


__ADS_3

dua minggu berlalu terapi yang di jalan kam Intan berjalan dengan lancar,,,


" yank semoga kamu cepat sembuh ya.." ucap Bram memeluk tubuh Intan dari belakang


" amiin...." ucap Intan


" mas....sampai saat ini aku tidak tau kenapa kamu bisa menyukaiku,aku hanya wanita biasa bahkan jauh dari kata sempurna"lanjut Intan


" yank...justru ketidak sempurna an mu yang membuat ku semakin jatuh hati,aku juga lelaki yang tidak sempurna aku ingin ketidaksempurnaan ini di jadikan kelebihan untuk diri kita masing-masing,sejauh ini aku semakin nyaman dengan mu,bukan kah sudah aku katakan kalau aku sudah menyukai mu dari pandangan pertama,saat melihat mu di rumah Bagas waktu itu hanya saja saat ini nyali ku tak sekuat keinginan ku untuk berkenalan untung Arkan mengerti dengan tatapan ku"jelas Bram panjang lebar mencium pipi Intan


" kalau kamu sendiri apa yang membuat mu menerima mas?"tanya Bram


" jujur itu karena bunda Arini..." seru Intan


" hmmm jadi kamu terpaksa menerima ku karena Arini" kesal Bram


" kamu belum mendengar sudah memutuskan sepihak mas"

__ADS_1


" lalu?"


" karena bunda Arini menjelaskan bahwa diri mu lelaki yang pantas untuk di jadikan suami,dan kamu lelaki yang setia,membuatku tidak perlu merasa kalau akan bersaing dengan siapa pun di kemudian hari" jelas Intan


" sayang,aku sudah berjanji pada diriku akan membahagiakan mu sampai akhir hayat,jadi jangan di ragukan lagi cinta ku, terkadang aku tidak tau bagaimana lagi cara berterimakasih pada tuhan karena sudah di berikan keindahan yang sangat luar biasa seperti mu" ungkap Bram membuat Intan tersenyum malu


" satu senyuman yang kamu berikan membuat Mas berdo'a siang dan malam"


" apa do' a mas?" tanya Intan polos


" selalu ingin membuat mu tersenyum tanpa mengenal apa itu kesedihan"


" memang itu yang mas mau,mas mau kamu tidak menjadi kuat,mas mau kamu selalu merasa membutuhkan mas,mas mau kamu menyandarkan hidup mu pada mas,karena mas yakin akan mampu membuat mu bahagia dunia Akhirat" bisik Bram mesra


" sudah ah...aku nggak kuat kalau tiap hari di gombalin mulu" cebik Intan


" kok gombal sih yank,ini namanya mesra,apalagi pengantin baru kaya' kita,kamu lihat tuh si Bagas sudah tahunan nikah nya masih seperti pengantin baru"

__ADS_1


" jangan menyamakan kita dengan orang lain mas, kapasitas hidup kita berbeda,di jalani saja sebagai mana mestinya yang penting kita saling menyayangi dan mencintai pasti akan mengalir seperti air" jelas Intan


" itu menurut pemikiran mu yank,kalau menurut mas hubungan akan terasa hambar kalau hanya menerima,jadi sebisa mungkin mas ingin kita terus merasakan seperti pengantin baru"


" terserah pada mu saja mas,aku ingin tidur,sudah malam" ucap Intan berjalan ke ranjang


" nanti dulu yank aku masih belum selesai manja-manjaan nya" rengek Bram mengikuti langah Intan


Intan sudah memejamkan mata nya berbeda dengan Bram yang masih uring-uringan di sebelah nya karena misi Rayuan nya gagal..


Intan yang merasakan ada pergerakan di sebelahnya membuka mata


" kenapa mas?ada yang sakit?" tanya nya


" iya..tapi nggak berdarah.." ketus Bram


" aku bukan perempuan peka mas, jangan di berikan kode karena kurang nyambung,langsung ke intinya saja biar aku mengerti" ucap Intan

__ADS_1


" mana seru yank,,di mana-mana pasti pemanasan dulu baru Inti...kamu harus aku beri private lebih banyak yank,agar bisa cepat terkoneksi" ujar Bram menarik tubuh Intan di pelukan nya...


__ADS_2