
" pih.. bagaimana kondisi nya?" tanya Arini saat Bagas sudah pulang kerumah sore hari
" dia sudah sadar,setelah kaki nya sembuh aku meminta nya untuk menjauh,aku tak ingin dia menjadi pemicu keretakan rumah tangga Naura" jelas Bagas
" kenapa begitu pih?"
" yank,aku takut Naura merasa bersalah dan malah memilih menebusnya dengan membantu Arya,kalau di biarkan berdekatan terus lama-lama tumbuh rasa,malah Naura dan Arkan yang bertengkar,aku tidak ingin cucuku kehilangan kebahagiaan nya,saat salah paham dulu hampir saja, jangan sampai terulang lagi,sebisa mungkin aku ikut membantu mereka karena Arkan maupun Naura masih butuh bimbingan,mereka masih sama-sama keras kepala..." terang Bagas lagi
" terserah dengan mu pih,aku percaya pada pemikiran mu,aku juga tidak mau Naura dan Arkan berakhir dengan perceraian"
" kamu tau sendiri kan Naura dari kecil tidak merasakan kasih sayang orang tua nya,aku takut itu terjadi pada cucuku,jadi kita sebagai orang tua nya harus membantu,karna terbiasa rasa itu pasti lama-lama akan hadir...."
" iya sayang,,pih..besok aku mau izin melihat Sinta di kantor polisi" ucap Arini
" kenapa yank? jangan yang aneh-aneh bun,aku tidak ingin kamu memberikan keringanan hukuman Sinta?" tegas Bagas
" tidak aku hanya ingin menjenguk nya saja, kasian juga dia pih, Keluarga nya sudah kamu asing kan tanpa sepengetahuan nya, sekarang dia harus menjalani hukumannya di penjara sedangkan dia masih muda pih,masa depan nya masih panjang"
" itu salah nya sendiri bun,hasil perbuatannya,kita boleh mencintai seseorang tetapi tidak untuk menyakiti orang lain"
" kalau aku di rebut orang lain apa yang kamu lakukan pih?" tanya Arini
__ADS_1
" kalau memang kamu juga mencintai orang itu aku akan mengiklas kan nya bun,karena sesuatu yang akan di paksakan akan berakhir tidak baik"jawab Bagas menatap Arini
" yakin???" tanya Arini lagi
" ya...tetapi sebelumnya aku akan membuat mu tidak akan bisa berpaling dan mencintai orang lain selain aku" jawab Bagas lagi dan menarik Arini kepangkuan nya
Bagas menggigit pelan daun telinga Arini membuat Arini mendesah pelan...
" bun...aku mau ini " tunjuk Bagas pada belahan dada Arini
" hmmm" Arini hanya berdehem menikmati sentuhan tangan Bagas yang saat ini meraba dada nya
dengan lihai Bagas melucuti semua pakaian Arini untung Daffa saat ini sedang di luar bermain dengan Oma nya jadi waktu mereka berduaan bisa di manfaatkan oleh Bagas
" pih...." lenguhan panjang keluar dari bibir Arini saat Bagas mengobrak-abrik bagian bawah Arini
Bagas ******* rakus bibir Arini,dan memompa pelan bagian bawahnya
" sayang....aku mencintaimu" bisik Bagas saat mendapat kan pelepasan nya
Tubuh Bagas Ambruk diatas Arini
__ADS_1
" berat pih" keluh Arini saat melihat suaminya sudah lemas di atas nya
"Ayo mandi pih,,sudah mau magrib" ujar Arini saat bagas mengangkat tubuh nya
" sayang mau lagi" ujar Bagas
" tidak....ini hampir magrib pih,Oma sebentar lagi akan berteriak karena dia mau bersiap sholat" tolak Arini
" tetapi malam nanti aku minta lagi yank, sudah lama aku berpuasa" keluh Bagas
" Baru juga beberapa hari,bagaimana kalau aku melahirkan,pasti akan ribut gara-gara indomie lagi" ketus Arini
" makanya aku tidak ingin kamu melahirkan,jadi aku bisa tiap saat menjamah mu"
" mau enak nya saja kamu pih,," Arini berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan di ikuti oleh Bagas yang tersenyum simpul melihat kekesalan istrinya..
***
mohon maaf lahir batin pembaca semuanya 🙏🙏
berhubung puasa nya sudah selesai kita masukin lagi part 18++ nya ya...
__ADS_1
tapi tidak bisa yang terlalu detail takut ditolak,,yang tidak suka boleh di skip ya...