Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
panggilan sayang


__ADS_3

seminggu berlalu, kedekatan Bram dan Intan pun mulai Intens kemana-mana Bram selalu mengantarkan Intan pergi,,


" ck...sudah seperti lem dengan prangko saja,melebihi orang yang mau tunangan" sindir Tami saat mereka makan di kantin


" hahaha.....kan belum Tunangan makanya cepetan tunangan kalian,atau sekalian nikah biar bisa berduaan terus" ujar Intan menanggapi sindiran Sahabat nya ini


Intan sudah bercerita banyak pada Tami mengenai hubungan nya dengan Om Bram


" nunggu Rangga koas dulu baru tunangan biar nggak kelamaan jarak nya" ucap Tami dan di angguki oleh Rangga


Rangga tipikal lelaki yang tidak banyak bicara sedangkan Tami perempuan yang ceria dan bawel,,


" say...aku siang ini ada kelas,kamu nunggu atau pulang duluan?" tanya Tami pada Rangga


" cie..yang udah ada panggilan sayang" goda Intan


" emang nya kamu aja yang ada panggilan sayang,kita juga ada,iya nggak say?" Tami menatap Rangga dan di balas Anggukan oleh Rangga


" kaya' nya Lo tertekan banget pacaran dengan Tami"goda Intan lagi


"sembarang Lo ya ntan,,sejak pacaran dengan Om Bram kaya' nya kamu nggak sepolos dulu lagi deh,udah di apain aja Lo sama Om Bram?" celetuk Tami


" enak aja Lo, meskipun pacaran sama om-om aku nggak serendah itu ya,masih fress ini" ujar Intan memutar tubuhnya


" maka nya jangan ngomongin pacar orang sembarangan" cebik Tami

__ADS_1


"kan cuma bercanda Tam,kamu juga omongan nya sembarangan,untung tunangan kamu Rangga,coba Arya,,habis Lo....!!!"seru Intan


" ihhh...siapa juga yang mau sama si Arya brengsek itu,kalau dia tunangan gue,udah gue batalin dari awal"


" berarti Lo udah suka donk dari awal sama Rangga" tebak Intan


" apa an sih Lo.." Tami terjebak dengan omongan nya sendiri


"hahaha..... dah ah...om Bram udah di depan....kita mau jalan dulu.." Intan pergi meninggalkan Sahabat nya ini


" kamu nungguin aku atau pulang duluan say?" tanya Tami pelan dia masih malu dengan ucapan nya tadi


" aku tunggu aja beb di parkiran dengan Putra ya" jawab Rangga langsung berdiri di ikuti oleh Tami


Rangga mengantar kan Tami sampai ke depan kelas nya lalu dia pergi ke arah parkiran menunggu di sana


" belum,,kalau menunggu mu lama sekalipun aku rela" jawab Bram


" gombal.." cebik Intan


" mau pulang atau makan dulu yank?" tanya Bram pada kekasihnya ini


" terserah om,aku ikut saja" ujar Intan sambil mengeluarkan Ponselnya


Bram melajukan mobil nya ke salah satu restoran terkenal di kota mereka

__ADS_1


"ayo yank" Bram membuka kan pintu mobil nya


Bram memperlakukan Intan seperti seorang Ratu agar Intan merasa nyaman dan membutuhkan dirinya


Intan keluar dari dalam mobil dan berjalan sejajar dengan Bram yang menggenggam erat tangan nya


seperti biasa Bram memesan makanan,dia sudah mulai tau kebiasaan Intan yang menyukai makanan apa pun..


" yank.. nanti malam aku akan kerumah mu" ucap Bram di sela makan siang mereka


" hukss....hukss...." Intan terbatuk


." pelan-pelan" ujar Bram menuangkan air mineral yang sudah di bukanya kedalam gelas dan memberikan pada Intan


Intan meneguk air nya,hingga tandas


" haus...."


" iya.." jawab Intan Singkat


" kenapa buru-buru sekali Om,aku belum bicara pada mama"


" sepulang dari sini kamu bicara pada mama,malam nanti aku datang,aku sudah tidak bisa menunggu lebih lama lagi yank, usia ku sudah terlalu matang.." ucap Bram


" baiklah akan aku coba" ujar Intan pelan

__ADS_1


Bram sedikit menarik sudut bibirnya


selesai makan Bram segera mengantar Intan pulang,dia harus kembali ke kantor nya karena masih banyak pekerjaan yang harus di selesaikan....


__ADS_2