
Arini bersiap hendak pergi...
" mau kemana Bun?" tanya Naura melihat Arini sudah bersiap-siap
" mau ke kantor papi" jawab Arini sambil memberikan Daffa pada Oma
" ma...titip Daffa ya,aku berangkat dulu" ucap Arini sambil mencium pipi gembul bocah itu dan memberikan pada Oma
" ma,,aku juga mau berangkat ke mall bersama Arkan kami mau beli perlengkapan bayi" pamit Naura mencium oma dan Daffa
Arini pergi ke kantor polisi untuk menjenguk Sinta, sesampainya di kantor polisi,Sinta keluar dengan tangan di borgol dan di dudukan berhadapan dengan Arini...
" Kenapa kau datang kemari? mau menertawakan ku,kau merasa menang?" ujar Sinta marah
" jangan berburuk sangka, aku datang kemari karena ingin menjenguk mu saja melihat keadaan mu,aku tidak pernah merasa menang dari mu,tapi kau yang merasa selalu kalah dari ku,aku hanya ingin memberikan ini" Arini menyodorkan satu buah paperbag tetapi Sinta tak mengambil nya,dia hanya menatap acuh
" sadarlah Sin,hidup mu masih panjang,kamu semua menganggap mu teman,kau muda,cantik aku yakin masih banyak di luaran sana orang yang menginginkan mu,rubah lah sifat mu menjadi lebih baik lagi....." ujar Arini
Sinta hanya menunduk tak ingin menatap Arini
__ADS_1
" apa kau tak merindukan orang tua mu,apa kau tak ingin hidup seperti anak remaja lainnya,jangan karena cinta hidup mu menjadi tak terarah,itu hanya obsesi semata bukan cinta,kalau kau mencintai Arkan tulus lepaskan dia,karena cinta tak harus bersama, melihat orang yang kita cintai bahagia kita juga sudah bahagia, iklhas kan dia mungkin bukan jodoh mu, inssallah kau dapat pengganti yang lebih baik dari nya" Arini menggenggam tangan Sinta
"aku tidak menggurui mu Sin,tapi aku hanya ingin kita semua berdamai dengan masalah yang ada" Sinta menitikkan air mata mendengar perkataan Arini
" mulai saat ini bertobat lah, walaupun di penjara kamu bisa melakukan nya,ini mukena dan Sajadah kemanapun kamu pergi bawa ini,aku akan sering menjenguk mu,mulai saat ini kita teman" Arini berdiri dan mendekat kan dirinya pada Sinta lalu memeluk nya,Sinta menangis terisak...
Arini pamit karena dia ingin kekantor Suaminya
Arini datang dengan berjalan Anggun senyum mengembang di bibirnya selalu terukir...
" Rin...." panggil Iren
" Iren...." Arini memeluk sepupunya ini
" hehehe.....kamu bisa saja membuat ku malu,kamu mau kemana?" tanya Arini melihat Iren berjalan ke arah lobi
" aku mau keluar sebentar,tadi Aska menghubungi ku minta di belikan Roti,katanya di dalam ruangan bos ada tamu" jelas Iren
" tamu???tumben pake beli makanan segala" tanya Arini
__ADS_1
" nggak tau juga Rin"
" giman kamu kerja di sini,sudah dapat gebetan Ren,kata Mas Bagas kamu lagi dekat dengan si Aska?" tanya Arini lagi Iren hanya senyum malu
" nggak papa Ren,dia memang cuek tapi hatinya baik kok,pasti bik Sumi suka"
" itu lah yang aku takutkan Rin,ibu kurang setuju" jawab Iren lemas
" kenapa?? Aska muda,tampan,punya pekerjaan tetap dan pendidikan nya oke,apa lagi yang membuat nya tidak suka? nanti di ambil orang Lo Ren,banyak yang suka sama dia di sini" ujar Arini
" ntah lah Rin,kamu tau ibu ku kan?dia orang nya susah di ajak bicara... semaunya sendiri,aku saja sebagai anak nya terkadang suka geram sendiri dengan nya,tetapi aku tidak ingin jadi anak durhaka" ucap Iren mengingat kelakuan ibunya
" sabar saja Ren, pelan-pelan kenalkan Aska inssallah ibu mu suka, jangan menyerah perjuangkan ,dulu aku juga begitu ibuku tidak merestui kami awalnya karena perbedaan usia yang jauh tetapi aku berusaha menyakinkan nya, Alhamdulillah sampai sekarang rumah tangga kami bahagia dan sudah dikaruniai Daffa...." Cerita Arini
" iya....aku akan berusaha.. terimakasih Rin"
" keasikan di sini,aku naik dulu ya,mas Bagas sudah menunggu" ujar Arini
" hehehe iya Rin,aku juga mau ketoko Roti nanti keburu pulang tamu nya,lain kali kita sambung lagi ya,jadi keenakan curhat aku" ucap Iren
__ADS_1
"maka nya main ke rumah Ren,ajak Aska..."
" iya.. inssallah kami akan sering main kesana" Iren berjalan keluar Lobi Arini berjalan menuju Lift....