
siang ini Arini sudah menyiapkan makan siang Bagas,dia akan menemani suaminya untuk makan siang..
" ma,,titip dulu Daffa nya ya,Asi sudah aku taruh di kulkas,minta tolong bik Sumi panasin aja ma kalau Daffa menangis" pesan Arini lalau menyalami mertua nya ini dan segera pergi di antar oleh pak Udin
" pak terimakasih,,bapak pulang saja...saya pulang dengan Mas Bagas" ucap Arini turun dari mobil
seperti biasa Ibu satu anak ini tetap jadi tontonan untuk karyawan suaminya,tampilannya yang modis dan cantik membuat kaum hawa iri dan kaum adam kagum..
" tambah cantik ya istri si bos" ucap Salah satu karyawan lelaki pada temannya
" iya,,habis melahirkan malah makin cantik,wajar saja pak Bagas sangat mencintai istrinya ini" jawab lelaki satu nya
" hus... jangan sembarangan gosip in bos" larang salah satu Karyawan wanita
" kenapa??"
" nanti kedengarannya pak Bagas bisa ngamuk dia,dulu sebelum menikah saja pak Bagas pernah mengamuk di lobi karena Ridwan memperhatikan istri nya,apa lagi sekarang sudah jadi istri mau di pecat kamu" ucap Perempuan tersebut
Bagas memang jarang marah dia bos yang terkenal baik dan ramah tetapi kalau kepunyaan nya di ganggu dia tidak segan-segan langsung memecat
"siang mbak Anita,," sapa Arini sopan"suami saya ada di dalam" tanya nya
" siang buk,bapak ada di dalam sedang menunggu ibu,silahkan masuk buk" Anita menjawab sopan dan mengantarkan Arini ke dalam rungan Bagas
" sudah datang yank" Bagas yang sedang berdiskusi dengan Aska asisten nya langsung berdiri dan memeluk serta mencium kening Arini
" aduh...bos nggak lihat sikon...gue kan jadi baper" Aska membatin
" bos,,,saya permisi dulu takut mengganggu" pamit Aska keluar dari ruangan Bagas
" tau diri kamu" gumam Bagas pelan
" pih...nggak boleh ngomong gitu,aku yang datangnya mungkin kecepatan" ucap Arini sambil memeluk suaminya ini
" mau kamu datang pagi pun tetap saja aku tidka ingin di ganggu yank" jawab Bagas
__ADS_1
" Jagoan aku sedang apa yank?" tanya Bagas mengajak Arini duduk di sofa
" tadi aku tinggal pas dia lagi tidur yank,Asi nya sudah aku letakan di kulkas agak banyak,biar mama tidak kewalahan kalau dia menangis" jelas Arini
" jadi kita bisa lebih lama berduanya" Bagas mengangkat alis nya untuk menggoda Arini
" makan dulu pih,,nanti manja-manjaan nya" ucap Arini membuka bekal makan siang yang di bawanya
" janji ya yank"
" nggak ah,,takut janji sama kamu.." tolak Arini
" hahaha...kenapa takut,aku suami mu. sayang" kekeh Bagas
" sudah...ayo makan dulu,keburu dingin..." Arini menyuapi bayi besar nya ini dengan kasih sayang
saat Bagas hendak menghabiskan suapan terakhir nya pintu terbuka,wajah Bagas memerah menahan amarah siapa orang yang berani mengganggu waktunya sedang berdua dengan sang istri
" uup.....maaf mas" ucap Karin menutup mulutnya melihat Bagas sedang di suapi oleh Arini
" Anita..." pekik Bagas
" ya pak..." jawab Anita
" kenapa ruangan saya bisa orang masuk sesuka hatinya" bentak Bagas pada Anita
" maaf pak,saya sedang ke pantry membuat teh...." Anita menundukkan kepalanya
" sudah lah mas jangan di besar-besar kan,biasanya kan aku juga main masuk saja keruangan mu" jawab Karin santai
" tapi sekarang beda,aku sudah memiliki istri dan kami butuh privasi,jangan seenak nya main masuk saja" hardik Bagas dia takut kalau Arini cemburu akan membahayakan untuk nya
Arini segera membereskan makanan dimeja dan berjalan ke toilet untuk mencuci tangan nya
" maaf-maaf aku akui aku salah tapi kamu tidak perlu sampai membentak ku begitu,bagaimana pun aku ini pernah ada di hatimu mas" ucap Karin tanpa tau malu
__ADS_1
Bila sudah mengarah kesana Arini tidak mau tinggal diam,dia berusaha sopan pada mami Naura tetapi tidak memancing masa lalu mereka...
" maaf mbak,dulu memang mbak ada di hati mas Bagas tetapi untuk saat ini posisi mbak sudah saya gantikan,bahkan mas Bagas mencintai saya lebih dari mbak" ucap Arini menyadarkan Karin kalau saat ini dia adalah mantan Istri
" yang di katakan Arini benar,bahkan aku tidak.pernah merasakan se cinta ini pada seseorang selain mama dan Naura" jelas Bagas membuat Karin terdiam
" ada apa kamu kemari? jika tidak penting silahkan keluar aku sedang tidak ingin di ganggu" ucap Bagas sedikit keras
Anita yang hanya menjadi penonton segera pergi,dia tidak ingin di jadi kan amukan kemarahan Bagas,sudah dapat di pastikan oleh Anita jika Arini cemburu maka Bagas akan uring-uringan mencari pelampiasan untuk marah...
" kenapa nit?" tanya Aska melihat Anita yang ketakutan
"lagi perseteruan sengit antara nyonya dengan mantan nyonya" jawab Anita
" maksudnya??" Aska tidak mengerti
" ada ibu Karin di dalam, seperti nya pak Bagas marah karena mengganggu waktunya dengan Buk Arini" jelas Anita secara detail
" waduh....gawat nit,,buk Karin kan nggak tau malu" ceplos Aska
" makanya nggak usah mendekat kalau tidak mau jadi amukan bos" ingat Anita membuat Aska mengurungkan niatnya untuk mengambil berkasnya tadi
" aku hanya ingin bertemu dengan mu untuk membahas pernikahan Naura" elak Karin yang memang tidak tau kalau ada Arini di kantor Bagas
"belum sekarang, pernikahan nya sesudah Arkan wisuda,dan lagi jika ingin membahas ini bisa langsung ke Naura saja,aku hanya mengikuti semua kemauan Naura,jangan datang lagi mencari ku" marah Bagas
" tidak bisa begitu,Naura anak kita berdua jadi kita berdua butuh waktu untuk berdiskusi mana yang terbaik untuk nya" bantah Karin
" ck...anak berdua,selama ini kamu kemana,bukan nya sejak kecil Naura bersama ku tanpa ada nya kamu,jangan saat Naura sudah ingin menikah kamu mengacaukan nya Karin,aku tidak ingin membuat anak ku bersedih,tanpa kamu kami sudah bahagia" ujar Bagas emosi
"sayang,,jangan marah-marah,, tidak baik untuk kesehatan mu" Arini menggosok pelan lengan Bagas untuk menenangkan nya membuat Bagas menjadi sedikit melunak
"jika kamu ingin membahas soal pernikahan Naura bisa dengan saya,tidak usah melalui mas Bagas karena semua keuangan mas Bagas saya yang pegang,jadi percuma saja kamu bertemu dengan nya karena dia tidak akan bisa memberikan keputusan" ucap Arini pada Karin membuat Karin mati kutu tidak bisa menjawab lagi
" baik lah,saya akan temui Naura saja" Karin menghentakkan kaki nya lalu keluar dari ruangan Bagas
__ADS_1
" kurang ajar perempuan itu,sudah ku duga dia mau menikah dengan mas Bagas pasti karena uang nya" gumam Karin kesal
" dulu saat menikah dengan ku mas Bagas tidak ingin aku yang mengatur hidup nya tetapi dengan gadis kecil itu dia bisa begitu patuh dan menurut" Karin mengoceh sendiri saat keluar dari lobi Kantor