
Bram dan Intan sampai di rumah sudah hampir jam 10 malam,,,
" gimana Naura ntan?" tanya mama nya
" Alhamdulillah sudah lahiran ma,anak nya cowok" jawab Intan sambil berlalu ke dalam kamar
" mas..mau mandi dulu?" tanya Intan yang sedikit gugup satu kamar dengan Bram
" iya yank,tolong siap kan baju ku ya" pinta Bram langsung membuka pakaian nya di hadapan Intan
" mas ....." pekik Intan menutup wajah dengan kedua tangan nya
" kenapa?" tanya Bram panik mendengar teriakan Intan
" buka baju nya di kamar mandi saja,jangan di sini" ucap Intan malu
" aku kira kenapa,,kamu harus terbiasa yank,karena setiap harinya aku akan begini di depan mu,dan semua yang ada di tubuh mu akan menjadi milik ku" bisik Bram mesra membuat bulu kuduk Intan berdiri
Intan mendorong Bram kecil kearah kamar mandi
" ayo mandi,ini sudah malam,kamu belum makan" ucap Intan mengalihkan pembicaraan
__ADS_1
Intan memang polos tidak mengerti yang berbau masalah Ranjang tetapi sudah dua hari ini dia sercing di google tentang malam pertama membuat Intan bergedik ngeri,maka nya dia takut kalau Bram membuka baju di hadapan nya...
Bram keluar dari kamar mandi,Intan segera mendekat....
" bajunya aku letakkan di ranjang,aku mau mandi dulu" ucap Intan berlari kecil masuk kedalam kamar mandi
Bram terkekeh geli melihat tingkah istrinya ini...
" pantas saja Arini dan Tami sering menggoda mu, melihat aku buka baju saja kamu sudah ketakutan,apa lagi bertemu dengan junior ku" batin Bram tersenyum sendiri
Intan keluar dari kamar mandi sudah mengenakan pakaian tidur nya
" ide bagus yank,biar nanti ada tenaga" bisik Bram lagi membuat Intan bertambah takut
Intan memanasi lauk yang sudah di simpan di kulkas dan menyajikan nya pada Bram
" yank,kalau di rumah kita kamu jangan mengerjakan apa pun,sudah ada pembantu,besok mau aku tambah satu lagi untuk menemani mu di rumah" ucap Bram sambil mengunyah makanan nya
" jangan terlalu berlebihan mas,kalau untuk memasak aku masih bisa"
" tapi aku menjadi kan mu istri hanya untuk melayani ku,bukan menjadi pembantu di rumah ku,jadi ikuti semua aturan yang sudah aku buat,kamu hanya boleh menyiapkan keperluan ku, selebihnya biar pembantu" tegas Bram
__ADS_1
mau tidak mau Intan harus mengalah pada suaminya ini, setelah makan mereka kembali masuk kedalam kamar...
" aku masih boleh kuliah mas?"tanya Intan saat mereka sudah berbaring di Ranjang
" masih...tetapi harus di bawah pengawasan ku,minggu depan kita periksa kedokter yank"
" mas.... memang nya apa penyakit ku,sehingga kita bisa menikah begini cepat,apa aku sekarat mas? " tanya Intan yang memang belum tau dari kemarin apa penyakit yang di deritanya
" jangan bicara sembarangan,hanya hal kecil saja, kalau untuk restu dari papa mu itu di luar kendali ku yank,mungkin saja dia melihat kesungguhan ku,dan lagi tidak ada alasan papa mu menolak ku,aku tampan dan mapan sudah pasti anak gadis nya akan senang hidup dengan ku" ujar Bram bangga
" tidak boleh membanggakan diri begitu mas,semua nya milik Allah,kamu harus bersyukur dengan itu semua, tidak boleh sombong dan Riya,Allah tidak suka"
" iya.. maaf yank,aku sangat bersyukur dengan pemberian Tuhan,apalagi saat ini di berikan bidadari seperti mu" ucap Bram memegang dagu Intan dan ******* bibir nya
intan yang merasa kehabisan nafas mendorong pelan tubuh Bram
" mas....." ucap nya lirih
" ayo tidur,,aku tidak bisa menahan nya saat ini,aku tau kamu masih takut,aku tidak akan meminta nya sebelum kamu mengizinkan" ujar Bram menarik tubuh Intan kepelukan nya
karena memang mereka sama-sama lelah hari ini sehingga membuat mata Pengantin baru ini tertutup dan tidur dengan lelap...
__ADS_1